Dadan Hindayana Cs dan Silmy Karim jadi Tersangka Korupsi, Begini Respons Istana

Mensesneg, Prasetyo Hadi (tengah)
Mensesneg, Prasetyo Hadi (tengah)

 Pihak Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas kasus hukum yang menjerat anggota dan mantan anggota Kabinet Merah Putih dalam dua hari berturut-turut. 

Prasetyo menegaskan pemerintah tak pernah berharap ada anggota Kabinet Merah Putih yang melakukan tindak pidana korupsi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sesungguhnya dua hari ini kita sangat sangat prihatin, terus berulang kejadian yang jelas tidak kita harapkan," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026.

Dadan Hindayana, Sonny Sanjaya, serta Lodewyk Pusung jadi tersangka korupsi tata Kelola MBG di BGN tahun 2025-2026.

Dia pun mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo yang selalu mengingat seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak melakukan praktik korupsi.

"Tidak bosan-bosan dalam berbagai kesempatan Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk marilah membenahi diri dan melawan praktik-praktik korupsi didalam menjalankan tugas sehari hari," kata dia.

Di sisi lain, Pemerintah menghormati proses hukum yang berjalan, baik terkait kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal WNA yang menjerat Silmy Karim di KPK maupun kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat Dadan Hindayana Cs di Kejaksaan Agung (Kejagung)

"Tentunya pemerintah menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh aparat penegak hukum baik Kejaksaan maupun KPK," katanya.

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan posisi Silmy Karim sebagai wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan, ia menegaskan pemerintah akan segera menindaklanjutinya. Prasetyo memastikan kasus hukum yang menjerat Silmy Karim tidak akan memengaruhi pelayanan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

"Dan kami juga telah berkomunikasi dengan Menteri Imipas (Agus Andrianto) untuk memastikan peristiwa ini tidak mengganggu pelayanan kepada seluruh masyarakat," tuturnya.