Apa Itu Ilmu Entomologi Terapan? Jurusan S3 Dadan Hindayana di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover

Kepala BGN, Dadan Hindayana
Kepala BGN, Dadan Hindayana

 Nama Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kabar mengenai pencopotannya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta informasi bahwa dirinya dijemput oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Rabu, 3 Juni 2026.

Perhatian masyarakat terhadap sosok Dadan tidak hanya tertuju pada perkembangan kasus yang menyeret namanya. Di tengah derasnya pemberitaan tersebut, latar belakang pendidikan dan bidang keahlian akademiknya juga menjadi topik yang banyak dicari publik, khususnya terkait informasi bahwa ia merupakan seorang ahli serangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencarian mengenai bidang studi yang ditempuh Dadan Hindayana meningkat di berbagai platform pencarian internet. Banyak masyarakat ingin mengetahui apa sebenarnya jurusan Entomologi Terapan yang menjadi spesialisasi doktoralnya saat menempuh pendidikan di Jerman.

Dadan Hindayana dan Keahlian di Bidang Serangga

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana dikenal luas sebagai akademisi sekaligus dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB University. Karier akademiknya selama puluhan tahun berfokus pada bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga.

Berdasarkan profil akademiknya, Dadan memiliki minat penelitian di bidang ekologi serangga. Ketertarikan tersebut telah terlihat sejak masa kuliah. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1990 dan tercatat sebagai lulusan terbaik.

Setelah itu, Dadan melanjutkan studi ke Jerman. Pada periode 1995 hingga 1997, ia mengikuti program penyetaraan di Universitas Rheinischen Friedrich-Wilhelms Bonn. Pendidikan doktoralnya kemudian ditempuh di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover.

Pada tahun 2000, Dadan berhasil meraih gelar doktor dengan spesialisasi Entomologi Terapan. Disertasinya saat itu berfokus pada penelitian mengenai interaksi predator serangga, salah satu kajian penting dalam pengendalian hama dan keseimbangan ekosistem.

Selain aktif sebagai peneliti dan pengajar, Dadan juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan IPB, termasuk sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada periode 2003–2008.

Apa Itu Entomologi Terapan?

Entomologi Terapan merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga dari sisi pemanfaatan maupun pengendaliannya untuk kepentingan manusia. Dirangkum dari berbagai sumber, bidang ini tidak hanya membahas serangga sebagai organisme hidup, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat memberikan manfaat atau justru menimbulkan kerugian dalam berbagai sektor kehidupan.

Berbeda dengan entomologi murni yang lebih berfokus pada aspek dasar dan teori, Entomologi Terapan menitikberatkan pada penerapan ilmu serangga dalam dunia nyata, mulai dari pertanian, kesehatan masyarakat, forensik, hingga industri.

1. Entomologi Pertanian

Bidang ini mempelajari hubungan serangga dengan tanaman budidaya. Fokus utamanya adalah mengidentifikasi hama, memahami siklus hidupnya, serta merancang metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari peran serangga menguntungkan seperti lebah penyerbuk maupun serangga predator yang dapat membantu mengendalikan populasi hama secara alami.

2. Entomologi Kesehatan

Cabang ini mengkaji serangga dan artropoda yang berperan sebagai pembawa penyakit. Contohnya adalah nyamuk penyebab demam berdarah, malaria, dan chikungunya.

Melalui bidang ini, para peneliti mempelajari berbagai strategi pengendalian vektor guna menekan penyebaran penyakit menular di masyarakat.

3. Entomologi Forensik

Entomologi juga memiliki peran dalam dunia hukum dan investigasi kriminal. Melalui analisis jenis serta perkembangan larva serangga yang ditemukan pada jenazah, ahli forensik dapat membantu memperkirakan waktu kematian korban.

Karena itu, disiplin ilmu ini kerap digunakan sebagai pendukung dalam proses penyelidikan kasus kriminal.

4. Industri dan Produk Serangga

Entomologi Terapan juga berhubungan dengan pemanfaatan serangga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Contohnya adalah budidaya lebah madu untuk menghasilkan madu dan lilin, maupun pemeliharaan ulat sutra sebagai penghasil serat sutra.

Di era modern, pemanfaatan larva Black Soldier Fly atau maggot juga semakin berkembang untuk membantu mengolah limbah organik menjadi pupuk yang bernilai guna.

Mata Kuliah yang Dipelajari

Mahasiswa yang mengambil spesialisasi Entomologi Terapan umumnya mempelajari berbagai mata kuliah seperti Morfologi dan Fisiologi Serangga, Ekologi Serangga, Pengendalian Hama Terpadu, Perilaku Serangga, hingga Toksikologi Pestisida.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombinasi ilmu tersebut menjadikan lulusan Entomologi Terapan memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, pengendalian hama, pengembangan teknologi pertanian, hingga mendukung program kesehatan masyarakat.

Dengan latar belakang pendidikan doktoral di bidang Entomologi Terapan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, tidak mengherankan jika Dadan Hindayana selama ini dikenal sebagai salah satu akademisi Indonesia yang memiliki kompetensi kuat dalam bidang ilmu serangga dan ekologi serangga.