Harta Kekayaan Silmy Karim, Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi di Jakarta Barat, Punya Utang Rp8 M
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim menjadi sorotan publik setelah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 3 Juni 2026 malam. Kedatangannya Silmy disebut terkat operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Imigrasi Jakarta Barat.
OTT tersebut menyeret Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah terkait izin tinggal warga negara asing (WNA). Selain Ronald, KPK juga mengamankan belasan orang dalam operasi senyap tersebut.
Nama Silmy Karim turut menjadi perhatian setelah KPK meminta dirinya bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. Di tengah perhatian publik tersebut, laporan harta kekayaan Silmy Karim juga menjadi sorotan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 14 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total harta kekayaan Silmy Karim tercatat mencapai Rp234.596.795.910 setelah dikurangi utang.
Aset terbesar Silmy Karim berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp184.024.640.000. Properti yang dimilikinya tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Di Jakarta Selatan, ia tercatat memiliki tanah dan bangunan seluas 23 meter persegi/167 meter persegi senilai Rp4.399.615.000, properti seluas 396 meter persegi/300 meter persegi senilai Rp13.350.000.000, serta aset seluas 304 meter persegi/627 meter persegi dengan nilai Rp25.000.000.000.
Masih di wilayah Jakarta Selatan, Silmy Karim juga melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan seluas 743 meter persegi/863 meter persegi senilai Rp43.516.000.000 dan properti seluas 1.860 meter persegi/853 meter persegi yang nilainya mencapai Rp31.924.900.000. Selain itu, terdapat sebidang tanah seluas 802 meter persegi dengan nilai Rp24.336.690.000.
Sementara di Jakarta Timur, ia memiliki tanah dan bangunan seluas 709 meter persegi/632 meter persegi senilai Rp13.413.095.000, properti seluas 701 meter persegi/275 meter persegi senilai Rp11.126.363.000, serta aset seluas 239 meter persegi/239 meter persegi yang dilaporkan bernilai Rp1.707.977.000.
Dalam laporan yang sama, Silmy juga mencatat kepemilikan dua unit tanah dan bangunan masing-masing seluas 39 meter persegi/195 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp7.750.000.000 dan Rp7.500.000.000.
Untuk kategori alat transportasi dan mesin, nilai aset yang dilaporkan mencapai Rp8.475.000.000. Koleksi kendaraan tersebut meliputi Harley Davidson tahun 2003 senilai Rp450.000.000, Harley Davidson tahun 1998 senilai Rp450.000.000, Jeep CJ7 tahun 1988 senilai Rp275.000.000.
Kemudian, Mercedes Benz 280E tahun 1979 dengan nilai Rp500.000.000, Toyota Land Cruiser tahun 1981 senilai Rp350.000.000, Jeep Wrangler tahun 1996 senilai Rp450.000.000, serta Mercedes G63 tahun 2022 yang ditaksir bernilai Rp6.000.000.000.
Selain itu, Silmy melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp11.390.000.000. Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp8.695.320.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp31.007.358.544.
Secara keseluruhan, jumlah aset yang dimiliki mencapai Rp243.592.318.544. Setelah dikurangi kewajiban berupa utang sebesar Rp8.995.522.634, total kekayaan bersih Silmy Karim tercatat Rp234.596.795.910.
Datang ke KPK Diwarnai Kericuhan
Silmy Karim tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.35 WIB. Ia memasuki kompleks lembaga antirasuah tersebut dengan pengawalan empat ajudan.
Kedatangannya sempat memicu ketegangan. Sejumlah wartawan mengaku terdorong saat berusaha mengambil gambar dan meminta keterangan dari Silmy.
"Jangan dorong-dorong," teriak sejumlah wartawan di lokasi.
Meski menjadi pusat perhatian awak media, Silmy Karim tidak memberikan pernyataan apa pun. Setelah masuk ke gedung, ia melakukan registrasi dan langsung menuju lantai atas tanpa berhenti untuk menjawab pertanyaan.
"Ada yang mau disampaikan Pak?" tanya wartawan.
Namun, Silmy tetap memilih bungkam dan melanjutkan langkahnya.
KPK Minta Silmy Kooperatif
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyampaikan bahwa tim penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan Silmy yang diduga masih berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Info terakhir yang tim dapatkan berkaitan dengan keberadaan saudara SK, yang bersangkutan diduga berada di Jakarta dan sekitarnya," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK.
KPK pun meminta Silmy segera mendatangi penyidik guna mendukung proses penanganan perkara.
"Sehingga kami dalam kesempatan ini juga mengimbau kepada yang bersangkutan agar kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri kepada KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini," ujarnya.
Beberapa jam sebelumnya, tepatnya sekitar pukul 20.07 WIB, KPK juga mengungkapkan bahwa tim masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pihak yang diperlukan dalam pengembangan kasus tersebut.
"Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif," kata Budi.