Top 5+ Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung Saat Berbuka Puasa
Momen berbuka puasa selalu menjadi waktu yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Bagi penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), memilih makanan saat berbuka tidak bisa sembarangan.
Hal ini karena setelah berjam-jam perut kosong, lambung menjadi lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu. Konsumsi makanan yang salah justru dapat memicu gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, kembung, hingga mual.
Dikutip dari Cleveland Clinic, pola makan yang tepat memainkan peran penting dalam mencegah kambuhnya asam lambung, terutama setelah periode puasa yang panjang. Inilah lima makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari penderita asam lambung saat berbuka puasa.
1. Gorengan dan Makanan Berlemak inggi
Gorengan seperti bakwan, risoles, dan kentang goreng memang menggoda, tetapi makanan tinggi lemak dapat memperlambat pengosongan lambung. Kondisi ini meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Healthline menjelaskan bahwa makanan berlemak dapat melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik kembali.
2. Makanan dan Minuman Asam
Buah dengan tingkat keasaman tinggi seperti jeruk, lemon, dan tomat dapat memicu iritasi lambung, terutama saat perut kosong. Minuman berbasis jeruk yang populer saat berbuka juga bisa memperparah gejala.
Menurut Harvard Health Publishing, makanan asam dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian penderita GERD, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi lambung sensitif.
3. Minuman Berkafein
Kopi, teh hitam, dan minuman berkafein lainnya dapat merangsang produksi asam lambung. Mengonsumsi kafein saat berbuka berisiko memicu sensasi tidak nyaman di perut dan dada.
Cleveland Clinic menyebutkan, kafein dapat memperburuk refluks asam karena memengaruhi fungsi otot yang menjaga asam tetap berada di lambung.
4. Makanan Pedas
Makanan pedas memang dapat meningkatkan selera makan, tetapi juga berpotensi mengiritasi lapisan lambung. Bagi penderita asam lambung, makanan pedas dapat memicu sensasi terbakar dan ketidaknyamanan.
Melansir Medical News Today, makanan pedas merupakan salah satu pemicu umum gejala refluks, terutama pada individu yang sensitif.
5. Minuman Bersoda
Minuman bersoda menghasilkan gas yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Tekanan ini mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan.
Johns Hopkins Medicine menuliskan, minuman berkarbonasi dapat memperburuk gejala refluks karena meningkatkan kembung dan tekanan pada lambung.
Sebagai gantinya, penderita asam lambung disarankan memilih makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti kurma, pisang, oatmeal, atau sup hangat. Selain itu, makan secara perlahan dan tidak langsung dalam porsi besar juga membantu lambung beradaptasi setelah puasa.
Denggan menjaga pola makan saat berbuka bukan hanya membantu mencegah kambuhnya asam lambung, tetapi juga mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Pilih makanan yang tepat, Anda dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa gangguan kesehatan.