Dipercaya Bikin Panas, Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Saran Dokter Kandungan

Musim durian kembali tiba di sejumlah daerah di Indonesia. Buah berjuluk “raja buah” ini mulai banyak dijajakan di pinggir jalan hingga pasar tradisional, dengan aroma khas yang kuat dan rasa manis legit yang menggoda.
Di musim durian, para penggemarnya akan berburu buah durian yang dirasa paling mantap. Salah satu sentra durian di Indonesia adalah Lampung.
Produksi durian Lampung cukup tinggi dan konsisten tiap musim, terutama berasal dari Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Pesawaran.
Penggemar durian sendiri terdiri dari segala rentang usia, termasuk ibu hamil.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, amankah durian dikonsumsi saat hamil?
Dokter kandungan pada umumnya menyebutkan ibu hamil boleh mengonsumsi durian, tetapi dalam jumlah terbatas.
Bolehkah ibu hamil makan durian?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Anugerah Semarang, Indra Adi Susianto mengatakan, beberapa penelitian terbaru menyimpulkan bahwa durian tidak sepenuhnya dilarang selama kehamilan,
"Tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas karena kandungan nutrisinya yang tinggi, khususnya gula dan kalori," ujar dr Indra kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026).
Selain itu, durian juga tidak bisa dianggap sebagai "makanan super" untuk kehamilan.
Diketahui, beberapa sumber menyarankan untuk menghindari durian karena kepercayaan tradisional mengenai sifatnya yang "panas".
Beberapa masyarakat percaya, durian dapat meningkatkan suhu tubuh dan tekanan darah.
Sebuah studi tahun 2023 mengonfirmasi bahwa mengonsumsi durian menginduksi termogenesis, meningkatkan suhu tubuh, tetapi hal ini dapat diatasi dengan minum air.
Kemudian soal risiko keguguran akibat makan durian, dr Indra mengatakan, meskipun beberapa kepercayaan budaya (terutama di Indonesia) mengaitkannya dengan keguguran karena efek "panas", tapi tidak ada penelitian ilmiah langsung yang mengonfirmasi bahwa hal itu menyebabkan keguguran pada manusia.
Berapa takaran durian yang aman untuk ibu hamil?
Kimia kompleks durian melibatkan senyawa sulfur volatil (seperti metanetiol, dietil trisulfida) yang menciptakan aroma tajam seperti bawang, diimbangi oleh ester (seperti etil 2-metilbutanoat) untuk aroma buah, ditambah furaneol dan sotolon untuk rasa manis/karamel.
Daging buahnya kaya akan karbohidrat (sukrosa), protein, serat, polifenol (flavonoid, asam fenolik), asam amino, dan mineral, yang berkontribusi pada nilai gizi dan sifat antioksidannya, sedangkan kulitnya mengandung pektin dan glikosida.
"Ibu hamil umumnya dapat mengonsumsi durian dalam jumlah sedang, karena menawarkan nutrisi seperti folat, serat, dan mineral yang bermanfaat untuk kehamilan, tetapi kandungan gula dan kalorinya yang tinggi membuat konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan," ujarnya.
Karena hal inilah, konsumsi durian hendaknya dibatasi, misalnya 1-2 buah saja, dan dikonsumsi dengan persetujuan dokter, terutama bagi mereka yang menderita diabetes gestasional.
Apa manfaat durian untuk ibu hamil?
Berikut manfaat durian untuk ibu hamil berdasarkan kandungan yang ada di dalamnya:
- Folat: Penting untuk perkembangan saraf dan otak janin, mencegah cacat lahir
- Serat: Membantu mencegah sembelit, masalah umum selama kehamilan
- Energi dan mineral: Memberikan energi cepat, dan zat besi, magnesium, kalium, dan vitamin C dapat mendukung ibu dan bayi
- Lemak baik: Mengandung lemak tak jenuh sehat yang membantu menurunkan kolesterol jahat.
Tetapi sekali lagi perlu diingat, kandungan gula dan kalori tinggi di durian dapat menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan dan bayi besar.
"Hal ini meningkatkan risiko persalinan, jadi moderasi adalah kuncinya. 1-2 buah sering disarankan. Dan tidak disarankan untuk wanita hamil yang menderita Diabetes Gestasional," papar dr Indra.
Wanita hamil dengan Diabetes Gestasional harus menghindari durian karena kandungan gulanya yang tinggi.
"Saya anjurkan juga untuk menghindari durian pada trimester ketiga untuk mencegah penambahan berat badan bayi yang berlebihan," pungkas dr Indra.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang