Sarden Kaleng Disebut UPF, Benarkah Berbahaya untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli
Ada anggapan bahwa sarden kalengan dianggap tidak sehat karena dinilai termasuk ultra-processed food (UPF) atau makanan ultra proses.
Namun, profesor teknologi pangan Indonesia, Purwiyatno Hariyadi menilai anggapan tersebut tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, penilaian terhadap suatu pangan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada apakah makanan tersebut diproses atau tidak
“Belum tentu makanan proses itu tidak menyehatkan,” ujar Purwiyatno dalam acara Indofood Riset Nugraha (IRN) di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Sarden disebut ultra-processed food (UPF), apa berbahaya?
Perhatikan pula kandungan gizi
Banyak yang menganggap sarden kalengan tidak sehat karena termasuk ultra-processed food (makanan ultra proses). Simak penjelasan ahli.
Purwiyatno menjelaskan, sarden dalam sistem klasifikasi Nova masuk pada kelompok processed food atau makanan olahan. Namun, hal itu tidak otomatis membuat sarden berbahaya bagi kesehatan.
Menurut dia, yang lebih penting diperhatikan adalah kandungan gizi di dalam produk tersebut, seperti kadar garam dan lemak.
“Kalau sarden, lihat kandungan garamnya dan kandungan lemaknya seperti apa,” kata dia.
Purwiyatno mengatakan, formulasi sarden juga berbeda-beda. Ada sardine in brine yang mengandung lebih banyak garam, sardine in oil dengan kandungan lemak lebih tinggi, serta sarden dengan saus tomat.
Maka dari itu, masyarakat perlu memilih produk sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Jadi, penilaian pada makanan sebaiknya dilihat dari kandungan gizinya, bukan hanya dari proses pengolahannya,” ujar Purwiyatno.
Banyak yang menganggap sarden kalengan tidak sehat karena termasuk ultra-processed food (makanan ultra proses). Simak penjelasan ahli.
Ia juga menyinggung soal bahan tambahan pangan yang sering menjadi alasan makanan olahan dianggap tidak sehat.
Menurut Purwiyatno, bahan tambahan pangan telah diuji sebelum digunakan dalam produk makanan.
“Selama digunakan sesuai aturan dan tidak berlebihan, bahan tambahan pangan dinilai aman untuk digunakan,” kata dia.
Purwiyatno juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan secara seimbang dan tidak berlebihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang