Jangan Sembarangan, Ini Buah yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Berbuka Puasa

Jangan Sembarangan, Ini Buah yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Berbuka Puasa

Pemilihan buah saat berbuka puasa berperan penting dalam memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Salah memilih, ternyata justru bisa memicu lonjakan gula darah atau gangguan lambung.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita menjelaskan, selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan glukosa, yang merupakan sumber energi utama bagi otak.

Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.

"Proses ini menghasilkan keton yang dapat dimanfaatkan tubuh sebagai energi pengganti,” ujar Prof Katrin dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Karena itu, ia menyarankan agar saat berbuka puasa tubuh segera diisi kembali dengan sumber karbohidrat seperti glukosa dan fruktosa alami yang banyak terdapat dalam buah-buahan.

Buah yang paling dianjurkan saat berbuka puasa

Salah satu yang paling dianjurkan adalah Kurma karena kandungan fruktosanya cukup tinggi. Kurma dinilai efektif membantu pemulihan energi dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Menurut Prof Katrin, fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.

Jangan Sembarangan, Ini Buah yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Berbuka Puasa

Ilustrasi kurma. Ramai soal Kurma Mengandung Sirup Glukosa, Amankah Dikonsumsi Selama Puasa? Ini Kata BPOM

"Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” jelasnya.

Selain kurma, ia merekomendasikan buah dengan kadar air tinggi seperti Semangka, Melon, dan Pepaya.

Buah-buahan tersebut kaya air, vitamin, dan mineral yang membantu memenuhi atau menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.

“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” kata dia.

Buah yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa

Di samping itu, Prof Katrin mengingatkan agar tidak sembarang memilih buah saat perut kosong atau ketika hendak berbuka puasa. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya dapat mengganggu lambung.

Jangan Sembarangan, Ini Buah yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Berbuka Puasa

Cara mengolah jeruk nipis untuk batu ginjal.

Durian perlu dibatasi karena kandungan gulanya tinggi, sementara nangka berpotensi menyebabkan kembung akibat seratnya yang sulit dicerna. Salak juga disarankan dikonsumsi dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.

Ia menyarankan konsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari atau setara 100–150 gram untuk memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral selama Ramadhan.

“Walau waktu makan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang