Bolehkah Makan Pedas Saat Puasa? Ini Saran Pakar agar Tetap Aman dan Nyaman
Pernah dengan pernyataan bahwa dilarang makan-makanan pedas selama berpuasa? Bagi kamu pecinta pedas, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri.
Guru besar FKUI Ari Fahrial Syam, menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan, cabai tetap boleh dikonsumsi selama dalam batas wajar dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Menurutnya, cabai bukan sekadar pemberi rasa pedas. Bahan makanan ini mengandung serat, vitamin C, vitamin A, mineral, hingga antioksidan yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa. Bahkan, dalam kondisi tertentu, cabai bisa memberi manfaat.
“Selama tidak berlebihan dan tidak memiliki gangguan lambung, konsumsi cabai masih diperbolehkan,” ujarnya.
Lantas, bagaimana cara aman makan pedas saat sahur dan berbuka?
1. Aman bagi yang Tidak Punya Gangguan Lambung
Secara umum, orang yang tidak memiliki riwayat gangguan pencernaan masih bisa menikmati sambal saat sahur maupun berbuka. Kandungan capsaicin memang menimbulkan sensasi panas, tetapi juga memiliki efek analgesik alami yang dapat membantu meredakan pegal atau sakit kepala ringan.
Selain itu, saat puasa frekuensi makan dan minum berkurang sehingga sebagian orang mengalami sembelit. Dalam jumlah tertentu, cabai dapat membantu melancarkan buang air besar.
Namun, penting untuk mengenali batas toleransi masing-masing. Setiap orang memiliki sensitivitas berbeda terhadap rasa pedas.
2. Jangan Berlebihan Meski Suka Pedas
Meski terasa nikmat, konsumsi cabai yang berlebihan bisa memicu iritasi lambung, rasa perih di perut, hingga diare. Kondisi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan saat menjalankan ibadah puasa.
Karena itu, batasi porsi sambal atau cabai dan imbangi dengan asupan makanan bergizi seimbang, cukup cairan, serta serat.
3. Penderita Maag Sebaiknya Menghindari
Bagi penderita maag atau gangguan lambung lainnya, makanan pedas sebaiknya tidak menjadi pilihan utama saat sahur maupun berbuka. Capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung dan memperparah gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau perih.
Jika memiliki riwayat gangguan lambung, pilih makanan yang lebih lembut, mudah dicerna, serta hindari langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar.
4. Waspada bagi Penderita Ambeien
Penderita ambeien atau wasir juga perlu membatasi makanan pedas. Sensasi panas dari cabai dapat memperparah rasa tidak nyaman saat buang air besar.
Untuk menjaga kondisi tetap stabil selama Ramadhan, perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah serta cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka.
Pada akhirnya, kunci makan pedas saat puasa bukan pada larangan total, melainkan pengendalian diri. Selama dikonsumsi dengan bijak dan disesuaikan kondisi kesehatan, cabai tetap bisa menjadi pelengkap menu Ramadhan tanpa mengganggu ibadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang