Dilarang Makan Pedas Saat Berbuka, Mitos atau Fakta? Ini Kata Pakar
Saat berpuasa kita biasanya mendengar bahwa dilarang mengonsumsi makanan pedas saat berbuka maupun sahur karena khawatir akan mengakibatkan sakit pencernaan. Benarkah begitu?
Seorang Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Kolegium PB-PAPDI yakni dr. Ari Fahrial Syam, menjelaskan dalam wawancaranya bersama Jawa Pos bahwa tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi cabai saat puasa.
Menurutnya, menghentikan konsumsi sambal atau cabai sepenuhnya tidak selalu diperlukan, selama dikonsumsi dalam batas wajar.
Cabai dikenal mengandung berbagai zat gizi, seperti serat, vitamin C, vitamin A, mineral, serta antioksidan. Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.
Selain itu, di dalam cabai terdapat capsaicin, senyawa yang memberikan sensasi pedas sekaligus memiliki sifat analgesik alami yang dapat membantu meredakan pegal atau sakit kepala ringan.
Saat berpuasa, frekuensi makan dan minum memang berkurang. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa memicu sembelit. Konsumsi cabai dalam jumlah yang sesuai justru dapat membantu melancarkan buang air besar karena kandungan seratnya.
4 tips aman makan makanan pedas selama berpuasa
Lalu, apakah cabai aman dikonsumsi saat sahur dan berbuka? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Batasi pedas bagi orang yang memiliki gangguan pencernaan. Secara umum, cabai boleh dikonsumsi saat sahur maupun berbuka bagi orang yang tidak memiliki gangguan lambung atau pencernaan.
2. Hindari konsumsi pedas yang berlebihan. Meskipun menyukai makanan pedas, sebaiknya konsumsi cabai tetap dibatasi. Asupan yang berlebihan dapat memicu iritasi lambung, rasa perih di perut, hingga diare.
3. Bagi penderita maag atau gangguan lambung lainnya, makanan pedas sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka. Capsaicin dalam cabai dapat merangsang produksi asam lambung sehingga berpotensi memperparah gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perih.
4. Penderita ambeien atau wasir juga perlu berhati-hati. Sensasi panas dari makanan pedas dapat meningkatkan rasa tidak nyaman saat buang air besar. Untuk menjaga kondisi tetap stabil, perbanyak konsumsi serat dan cairan, serta batasi makanan pedas.
Maka dari itu, kunci utama konsumsi cabai saat puasa adalah mengenali kondisi tubuh masing-masing. Jika tidak memiliki keluhan pencernaan dan mengonsumsinya dalam jumlah wajar, makanan pedas tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan selama Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang