Mengapa Kopi dan Teh Lebih Aman Dikonsumsi Saat Berbuka, Bukan Sahur?

kopi, puasa, Mengapa Kopi dan Teh Lebih Aman Dikonsumsi Saat Berbuka, Bukan Sahur?, Kandungan Kafein Berbeda, Teh Cenderung Lebih Aman, Perhatikan Waktu Konsumsi, Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Kopi dan teh menjadi dua minuman berkafein yang paling sering dikonsumsi, sehingga minuman ini pun tetapi dihidangkan saat berbuka puasa atau sahur. Keduanya kerap dipilih untuk membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa kantuk setelah seharian beraktivitas.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, M.Sc., Sp.Gk., menjelaskan bahwa baik kopi maupun teh sama-sama mengandung kafein, tetapi dengan kadar yang berbeda.

“Keduanya mengandung kafein. Pada kopi, sekitar 200 ml bisa mengandung 95 hingga 200 mg kafein,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, perbedaan kadar kafein tersebut dapat memengaruhi efek yang dirasakan tubuh selama puasa.

Perbedaan kadar kafein pada kopi dan teh memengaruhi efeknya terhadap tubuh selama puasa, termasuk terkait risiko dehidrasi dan kualitas tidur.

Kandungan Kafein Berbeda

Secara umum, kopi memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh.  Kafein sendiri dikenal sebagai zat yang dapat menstimulasi sistem saraf pusat sehingga meningkatkan kewaspadaan dan energi.

Namun, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi juga dapat memicu efek samping, seperti jantung berdebar, gelisah, hingga gangguan tidur pada sebagian orang.

Sebaliknya, teh cenderung memiliki kandungan kafein yang lebih rendah sehingga efeknya tidak sekuat kopi.

“Pada teh hitam sekitar 14 hingga 70 mg dan teh hijau sekitar 24 hingga 25 mg,” imbuh dr. Jovita.

Ia menambahkan, kadar kafein dalam kedua minuman ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis bahan, cara pengolahan, hingga metode penyeduhan.

Teh Cenderung Lebih Aman

Dengan kandungan kafein yang lebih rendah, teh dinilai cenderung lebih aman untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.

Meski begitu, bukan berarti kopi tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Konsumsi kopi tetap diperbolehkan selama disesuaikan dengan kondisi dan toleransi masing-masing individu.

“Kalau dilihat dari kandungan kafeinnya, maka teh cenderung lebih aman,” kata dr. Jovita.

Hal ini penting untuk diperhatikan karena konsumsi kafein pada waktu yang tidak tepat, seperti saat sahur, dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa.

Perhatikan Waktu Konsumsi

Selain jenis minuman, waktu konsumsi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Adapun dr. Jovita menyarankan agar kopi maupun teh dikonsumsi saat berbuka puasa, bukan saat sahur.

"Tapi tetap disarankan diminum ketika berbuka," sarannya.

Dengan demikian, tubuh masih memiliki waktu untuk menggantikan cairan yang hilang sebelum kembali berpuasa.

Di sisi lain, konsumsi kafein yang terlalu dekat dengan waktu tidur juga perlu dihindari, terutama bagi individu yang sensitif karena dapat memengaruhi kualitas istirahat.

Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Maka dari itu, baik kopi maupun teh tetap dapat dikonsumsi selama puasa, selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein atau memiliki riwayat gangguan lambung disarankan untuk lebih berhati-hati.

Dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan waktu konsumsi, minuman berkafein tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kesehatan selama menjalani ibadah puasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang