Sebelum atau Sesudah Berbuka, Kapan Waktu Terbaik Olahraga saat Puasa?
Banyak orang tetap ingin menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan dengan berolahraga.
Namun, tidak sedikit yang masih bingung menentukan waktu terbaik untuk berlatih, apakah sebelum berbuka puasa atau setelah berbuka.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Ega Jaya mengatakan, pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai waktu olahraga saat puasa.
Aktivitas fisik bisa dilakukan baik sebelum maupun setelah berbuka, selama disesuaikan dengan tujuan dan kondisi tubuh masing-masing.
“Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti untuk olahraga saat bulan puasa. Boleh dilakukan di kedua waktu sebelum buka dan sesudah buka,” ucap dr. Ega dalam peluncuran OMRON TENS, di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, setiap orang memiliki preferensi waktu yang berbeda dalam berolahraga saat menjalankan ibadah puasa.
Hal ini dipengaruhi oleh ritme aktivitas harian, tingkat energi, serta tujuan dari latihan yang dilakukan.
Kapan waktu terbaik olahraga saat puasa?
Sebelum berbuka untuk menjaga kebugaran
Sebagian orang memilih berolahraga menjelang waktu berbuka puasa. Waktu ini dianggap cukup ideal bagi mereka yang hanya ingin menjaga kebugaran tubuh tanpa melakukan latihan dengan intensitas tinggi.
“Bahkan ada yang lebih banyak milih sebelum buka supaya enggak ngantuk. Beberapa orang merasa kalau sebelum buka puasa dalam kondisi lapar, maka ngantuknya hilang dan makin fresh,” ujar dr. Ega.
Ilustrasi pilates. Apa saja jenis olahraga yang aman bagi penderita diabetes?
Olahraga ringan menjelang berbuka juga memiliki keuntungan lain, yaitu tubuh dapat segera mendapatkan asupan cairan dan nutrisi setelah selesai berlatih.
Dengan demikian, proses pemulihan energi dapat berlangsung lebih cepat. Ia menambahkan, aktivitas fisik pada waktu ini sebaiknya tidak terlalu berat.
Jika tujuan olahraga hanya untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar, latihan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah cukup.
“Kalau hanya untuk menjaga kebugaran, maka olahraganya bisa sebelum berbuka puasa. Penting untuk tidak memaksakan tubuh agar terhindar dari cedera,” katanya.
Jenis olahraga yang bisa dipilih pada waktu ini antara lain jalan santai, peregangan, yoga, atau latihan kardio ringan.
Setelah berbuka untuk olahraga intensitas tinggi
Sementara itu, waktu setelah berbuka puasa lebih direkomendasikan bagi mereka yang ingin melakukan latihan dengan intensitas lebih tinggi atau memiliki target performa tertentu.
Setelah berbuka, tubuh sudah mendapatkan kembali asupan energi dari makanan dan minuman.
Kondisi ini membuat seseorang memiliki tenaga yang lebih cukup untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih berat.
“Tapi kalau memang fokusnya pada peningkatan performa dan olahraganya berat, lalu ada target yang dicapai, sebaiknya olahraga setelah berbuka supaya ada energi lebih,” jelas dr. Ega.
Dengan energi yang lebih stabil, risiko kelelahan berlebihan juga dapat ditekan. Selain itu, tubuh memiliki cadangan cairan yang cukup sehingga risiko dehidrasi selama latihan menjadi lebih kecil dibandingkan jika dilakukan saat perut kosong.
Meski demikian, penting untuk memberi jeda waktu setelah makan sebelum mulai berolahraga agar tubuh tidak terasa terlalu penuh atau tidak nyaman saat bergerak.
Kenali kemampuan tubuh
Terlepas dari waktu yang dipilih, dr. Ega menekankan pentingnya mengenali batas kemampuan tubuh.
Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, sehingga intensitas latihan juga perlu disesuaikan.
“Maka sangat penting untuk mengenali jenis olahraganya, pemanasan yang benar, dan kenali kemampuan tubuh,” ujarnya.
Pemanasan sebelum olahraga membantu mempersiapkan otot dan sendi agar lebih siap menerima beban latihan. Dengan demikian, risiko cedera dapat diminimalkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang