Pentingnya Utamakan Protein untuk Menu Berbuka Puasa

Pentingnya Utamakan Protein untuk Menu Berbuka Puasa, Utamakan protein saat berbuka, Hindari minuman manis berlebihan, Perhatikan jenis makanan, Boleh konsumsi makanan manis saat berbuka, Tetap aktif bergerak

Puasa sering dianggap sebagai momentum yang tepat untuk menurunkan berat badan.  Namun, jika tidak dilakukan dengan pola makan yang tepat, berat badan justru bisa meningkat selama Ramadan.

Menurut dokter spesialis gizi klinis dr. Cindiawaty Josito MARS, MS, Sp.GK., kunci utama menurunkan berat badan saat puasa adalah menjaga pola makan tetap seimbang dan tidak berlebihan saat berbuka.

“Jangan mentang-mentang kita lagi berpuasa, kita berbuka dengan segala sesuatu yang berlebihan, terutama karbohidrat atau gula,” terangnya saat ditemui dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moments di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Dokter yang akrab disapa dr. Cindi ini mengatakan, asupan makanan saat berbuka maupun sahur sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar penurunan berat badan dapat berjalan lebih sehat.

Utamakan protein saat berbuka

Untuk menurunkan berat badan, dr. Cindi menyarankan agar sumber protein menjadi prioritas utama dalam menu berbuka.

Protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

“Kalau mau berat badan turun, utamakan sumber protein. Setelah itu tentu sayur, lalu didukung buah,” jelasnya.

Namun, konsumsi buah juga sebaiknya tidak berlebihan karena tetap mengandung kalori.

Hindari minuman manis berlebihan

Kesalahan yang sering terjadi saat puasa adalah mengonsumsi terlalu banyak minuman manis ketika berbuka.

Banyak orang menganggap minuman tidak mengandung banyak kalori, padahal minuman manis tetap dapat menambah asupan energi harian.

Menurut dr. Cindi, konsumsi jus juga perlu diperhatikan karena tetap mengandung kalori meskipun berasal dari buah.

“Orang pikir kalau minum itu tidak ada kalorinya. Padahal jus tetap ada kalorinya dan kita juga tidak merasa kenyang,” katanya.

Maka dari itu, ia merekomendasikan untuk lebih memilih mengonsumsi buah secara utuh dibandingkan dalam bentuk jus.

Buah utuh dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus membantu mengontrol asupan kalori.

Perhatikan jenis makanan

Selain minuman manis, jenis makanan yang dikonsumsi saat puasa juga berpengaruh terhadap berat badan.

Ia menganjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu tinggi gula, digoreng, maupun bersantan karena dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.

“Jadi makanan yang bergula, goreng-gorengan, atau bersantan sebaiknya dihindari,” ujarnya.

Selain itu, porsi makan juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Boleh konsumsi makanan manis saat berbuka

Pentingnya Utamakan Protein untuk Menu Berbuka Puasa, Utamakan protein saat berbuka, Hindari minuman manis berlebihan, Perhatikan jenis makanan, Boleh konsumsi makanan manis saat berbuka, Tetap aktif bergerak

Dokter spesialis gizi klinis dr. Cindiawaty Josito MARS, MS, SpGK., dalam acara Sensatia Ramadan Pure Moment di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Meskipun demikian, makanan manis tetap boleh dikonsumsi saat berbuka untuk membantu mengembalikan energi tubuh. Namun, jumlahnya perlu dibatasi agar tidak berlebihan.

“Kalau mau mengembalikan tenaga sesaat, boleh saja ada sesuatu yang manis, misalnya satu atau dua kurma,” jelasnya.

Setelah itu, makanan berbuka sebaiknya dilanjutkan dengan menu yang lebih seimbang, seperti sedikit karbohidrat, protein, dan sayur.

Tetap aktif bergerak

Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga berperan penting dalam membantu menurunkan berat badan selama puasa.

Olahraga secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan energi sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.

“Pola makan harus diatur, tapi tetap didukung dengan olahraga teratur,” tutup dr. Cindi.

Dengan pola makan yang tepat serta aktivitas fisik yang cukup, penurunan berat badan saat puasa dapat dilakukan secara lebih sehat tanpa mengganggu kebutuhan nutrisi tubuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang