Ramadhan Sudah Dekat, Kapan Batas Terakhir Bayar Utang Puasa? Ini Kata UAS

Pendakwah, Penceramah, Ulama Ustaz Abdul Somad
Pendakwah, Penceramah, Ulama Ustaz Abdul Somad

 Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pertanyaan seputar kewajiban puasa kembali ramai diperbincangkan, salah satunya terkait utang puasa tahun sebelumnya. Banyak umat Muslim masih bertanya-tanya, sampai kapan sebenarnya batas akhir mengganti puasa yang ditinggalkan?

Sebagaimana diketahui, puasa Ramadhan adalah kewajiban. Namun syariat memberi keringanan bagi mereka yang memiliki uzur, seperti sakit, bepergian jauh, hamil, menyusui, menstruasi atau kondisi lain yang dibenarkan agama. Namun, puasa yang ditinggalkan tersebut wajib diganti di lain waktu melalui qadha puasa. Lantas, kapan batas waktu qadha puasa Ramadan? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan ini pernah dijelaskan secara langsung oleh Ustaz Abdul Somad. Dalam tayangan video, seorang jamaah menanyakan batas akhir mengganti puasa Ramadan yang tertinggal.

Menjawab hal tersebut, Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa qadha puasa Ramadan masih bisa dilakukan hingga Ramadan berikutnya tiba. Bahkan, puasa pengganti tersebut tetap sah dilakukan hingga hari-hari terakhir bulan Syaban.

"Batasnya (qadha puasa Ramadan tahun lalu) kapan? sampai Ramadan (tahun) ini," ungkap Ustaz Abdul Somad, dikutip dari tayangan Youtube, Selasa 3 Februari 2026. 

Tak hanya menjelaskan batas waktu, pendakwah yang akrab disapa UAS itu juga mengulas keutamaan bagi mereka yang mengganti puasa di bulan Syaban, khususnya jika dilakukan pada hari Senin. Menurutnya, ada tiga pahala yang bisa diperoleh sekaligus.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari Senin otomatis dapat tiga, puasa qada lunas satu hari, puasa sunah syaban dapat, puasa hari Senin dapat," imbuh UAS.

Meski demikian, ia menekankan bahwa niat puasa tetap cukup satu, yakni niat qadha puasa Ramadan. Keutamaan lainnya akan mengikuti secara otomatis.

"Niatnya satu aja, saya niat puasa qada. Otomatis dapat tiga. Jadi enggak perlu niatnya tiga," jelasnya.

Lalu bagaimana jika seseorang belum juga mengganti puasa hingga Ramadhan kembali tiba?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ustaz Abdul Somad, utang puasa tersebut tetap wajib dibayarkan setelah Ramadhan berakhir. Namun, ada konsekuensi tambahan yang harus ditunaikan, yakni membayar fidyah.

"Kalau sampai Ramadhan dia belum men-qadha juga? Maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidyah. Fidyah apa? Memberi makan fakir miskin selama satu hari. Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," bebernya.