Bolehkah Anak Balita Makan Durian? Ini Panduan Dokter Anak

durian, makan durian, Bolehkah Anak Balita Makan Durian? Ini Panduan Dokter Anak

anak balita kerap tertarik pada durian karena aromanya yang kuat dan rasanya yang manis.

Namun, di balik kandungan gizinya, durian juga dikenal sebagai buah dengan kalori, gula, dan lemak yang relatif tinggi dibandingkan buah lain.

Tak heran, banyak orang tua bertanya-tanya apakah balita boleh mengonsumsi durian, atau justru sebaiknya dihindari karena berisiko bagi pencernaan dan kesehatan anak.

Pertanyaan ini penting mengingat sistem pencernaan balita masih berkembang dan lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu.

Di satu sisi, durian mengandung vitamin, mineral, serta energi yang cukup besar. Di sisi lain, konsumsi yang tidak tepat dikhawatirkan dapat memicu gangguan pencernaan, panas dalam, hingga lonjakan gula darah.

Lantas, bagaimana pandangan dokter spesialis anak terkait konsumsi durian untuk anak usia di bawah lima tahun?

Bolehkah balita makan durian?

Dokter spesialis anak dari Klinik Utama KiDi dan Mayapada Hospital Kuningan, dr. Kurniawan Satria Denta, Sp.A mengatakan, durian boleh diberikan kepada anak usia di atas 2 tahun.

"Anak di atas usia 2 tahun boleh-boleh saja makan durian, tapi harus dibatasi jumlahnya," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Menurut Denta, tidak ada konsensus resmi batasan durian buat anak.

"Tapi saya pikir seminggu sekali 1-2 buah masih bisa ditoleransi," lanjut Dokter Denta.

Namun, untuk anak-anak yang memang punya gangguan pencernaan atau diabetes, tidak disarankan makan durian.

Selain itu, durian juga sebaiknya tidak dimakan dengan makanan manis atau berlemak yang lain.

"Jadi saat anak minum susu, tidak dianjurkan dalam waktu dekat makan buah durian. Beri jeda waktu," saran Dokter Denta.

Risiko durian untuk anak

Dilansir dari The Asian Parent, menurut pakar nutrisi di luar negeri, durian tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi di bawah 2 tahun karena sistem pencernaan yang belum matang dan potensi gangguan pencernaan seperti kembung atau sembelit akibat serat tinggi.

Meski durian kaya nutrisi, anak sebaiknya diperkenalkan pada durian setelah usia sekitar 2-3 tahun, dimulai dengan porsi kecil untuk melihat respons tubuhnya. 

Dokter dan ahli kesehatan luar negeri juga menyatakan bahwa durian mengandung serat tinggi dan gula alami yang bisa menjadi beban bagi sistem pencernaan anak-anak kecil.

Pada usia di bawah 2-3 tahun, makanan berserat tinggi cenderung sulit dicerna dan dapat memicu kentut berlebihan, kembung, atau perubahan pola BAB jika diberikan terlalu dini atau dalam jumlah besar. 

Selain itu, durian mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, potasium, magnesium, dan lemak sehat yang memiliki manfaat nutrisi.

Namun buah ini juga memiliki kandungan energi dan gula yang tinggi, sehingga perlu porsi yang bijak bila dikonsumsi oleh anak-anak dalam konteks pola makan sehat. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang