Kenapa Berat Badan Tetap Naik Saat Puasa? Ini yang Sering Terjadi Saat Berbuka

berbuka puasa, buka puasa, Kenapa Berat Badan Tetap Naik Saat Puasa? Ini yang Sering Terjadi Saat Berbuka, 1. Terlalu banyak makanan manis, 2. Gorengan jadi sumber kalori tersembunyi, 3. Makan berulang dalam waktu singkat, 4. Kurang memperhatikan keseimbangan gizi

Banyak orang merasa sudah makan secukupnya saat berbuka puasa, padahal tanpa disadari kalori yang masuk justru berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah, dr. Ida Gunawan, MS, Sp.G.K, Subsp.K.M., FINEM, mengatakan pola makan saat berbuka sering kali tidak terkontrol karena rasa lapar setelah berpuasa panjang.

“Sering sekali pada saat berbuka puasa kita mengkonsumsi makanan yang manis sekali atau justru gorengan-gorengan, dan kita tahu itu tinggi kalori,” ujar dr. Ida saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (24/2/2026).

Menurut dia, kombinasi makanan manis dan gorengan membuat asupan energi meningkat tajam dalam waktu singkat.

Kesalahan saat buka puasa

Berikut adalah beberapa kesalahan saat berbuka puasa yang perlu dihindari.

1. Terlalu banyak makanan manis

Minuman dan makanan manis menjadi pilihan utama saat berbuka. Gula tambahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan total kalori harian secara signifikan.

Ida menegaskan bahwa anggapan semua orang kekurangan gula saat puasa adalah mitos yang keliru.

“Bukan berarti begitu buka puasa harus konsumsi gula yang banyak,” kata dia.

Gula alami dari buah seperti kurma atau jus tanpa tambahan gula berlebihan lebih dianjurkan.

2. Gorengan jadi sumber kalori tersembunyi

berbuka puasa, buka puasa, Kenapa Berat Badan Tetap Naik Saat Puasa? Ini yang Sering Terjadi Saat Berbuka, 1. Terlalu banyak makanan manis, 2. Gorengan jadi sumber kalori tersembunyi, 3. Makan berulang dalam waktu singkat, 4. Kurang memperhatikan keseimbangan gizi

ilustrasi gorengan atau camilan asin. Dokter gizi klinik dr. Ida Gunawan menjelaskan kesalahan saat berbuka puasa yang membuat asupan kalori melonjak tanpa disadari.

Gorengan sering dianggap sebagai menu pelengkap saat berbuka. Padahal, makanan yang digoreng mengandung tambahan lemak yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi dua hingga tiga potong atau lebih, jumlah kalorinya dapat melampaui kebutuhan tubuh.

Selain menambah kalori, gorengan juga bisa membuat tenggorokan terasa tidak nyaman karena kondisi tubuh yang masih kekurangan cairan.

3. Makan berulang dalam waktu singkat

Kesalahan lain adalah makan berulang-ulang dalam jeda waktu yang pendek. Meski porsinya kecil, frekuensi makan yang terlalu sering tetap meningkatkan total kalori.

Ida mengingatkan pentingnya memperhatikan jadwal makan agar tidak terus-menerus menambah asupan.

“Jadwal makan harus diperhatikan supaya tidak makan berulang-ulang yang akhirnya ikut meningkatkan jumlah kalori,” jelasnya.

4. Kurang memperhatikan keseimbangan gizi

Makanan saat berbuka seharusnya tetap mengikuti prinsip gizi seimbang. Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat tetap diperlukan.

Fokus hanya pada rasa manis dan gorengan membuat komposisi nutrisi menjadi tidak seimbang. Akibatnya, tubuh menerima energi berlebih tanpa kualitas gizi yang memadai.

Kesalahan saat buka puasa seperti konsumsi gula berlebihan, gorengan, dan makan berulang dapat membuat kalori harian melonjak tanpa disadari.

Mengatur jenis makanan, jumlah kalori, dan jadwal makan membantu mencegah kelebihan energi selama Ramadhan.

Pendekatan yang terkontrol membuat puasa tetap sehat tanpa risiko kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang