Batas Aman Waktu Simpan Makanan di Suhu Ruang, Ini Tips Ahli Gizi IPB

Siapa yang sering membiarkan makanan yang telah dimasak berada di suhu ruang lebih dari dua jam?
Ternyata, kebiasaan tersebut tak disarankan untuk dilakukan seperti yang disampaikan oleh Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, SP, MS.
Reisi menyampaikan, makanan matang yang disimpan di suhu ruang 25–30 derajat Celcius hanya aman dikonsumsi dalam waktu 2–4 jam, merujuk pedoman dari United States Department of Agriculture (USDA) dan World Health Organization (WHO).
Jika suhu ruangan lebih dari 32 derajat Celcius, batas waktu aman tersebut bahkan turun menjadi hanya 1 jam.
“Setelah melewati waktu tersebut, risiko pertumbuhan bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Salmonella meningkat drastis,” jelas Reisi seperti dilansir dari laman IPB, Senin (6/10/2025).
Untuk menjaga keamanan pangan, Reisi menyarankan agar makanan sesegera mungkin didinginkan setelah dimasak dan disimpan dalam lemari es bersuhu maksimal 5 derajat Celcius jika tidak langsung dikonsumsi.
Ia juga menjelaskan pentingnya memperhatikan holding time atau batas waktu makanan berada pada suhu tertentu sebelum dikonsumsi kembali.
“Mikroorganisme penyebab penyakit tumbuh cepat pada suhu antara 5 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius. Oleh karena itu, makanan yang akan disimpan semalaman harus segera didinginkan dan dipanaskan kembali ke suhu internal minimal 74 derajat Celcius sebelum dimakan,” tambah Reisi.
Reisi menekankan, menyimpan makanan di suhu ruang semalaman sangat berisiko, meskipun dipanaskan kembali.
“Beberapa bakteri, seperti Staphylococcus aureus, dapat menghasilkan toksin tahan panas yang tidak bisa dimatikan hanya dengan pemanasan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar pemanasan ulang makanan tidak dilakukan lebih dari satu kali. Pemanasan yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gizi makanan serta meningkatkan risiko kontaminasi.
Dalam hal bumbu, Reisi menyebutkan, beberapa jenis rempah seperti kunyit, bawang, dan cabai mengandung senyawa antimikroba alami yang dapat memperpanjang umur simpan makanan.
Namun, bahan makanan segar seperti sayuran dan daging tetap rentan rusak/basi jika dibiarkan di suhu ruang.
Untuk wanita pekerja yang membawa bekal, Reisi merekomendasikan menu praktis dan tahan lama, seperti ayam goreng, tempe orek, ayam kecap, serta nasi dengan lauk kering.
Ia menyarankan agar sayur berkuah disimpan terpisah, dan bekal dibawa dalam wadah kedap udara yang food grade, atau menggunakan cooling bag jika memungkinkan.
“Makanan bekal sebaiknya terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur dan buah. Makanan bekal yang bergizi seimbang adalah makanan yang diolah dari bahan pangan yang beragam dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Pastikan juga wadah penyimpanan bersih dan aman agar gizi tetap terjaga hingga waktu makan siang,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.