Pola Makan yang Buruk Bisa Bikin Cepat Tua? Ini Kata Ahli

Pola Makan yang Buruk Bisa Bikin Cepat Tua? Ini Kata Ahli

Apa yang terjadi jika pola makan sehari-hari ternyata berpengaruh pada berat badan dan proses penuaan dalam tubuh?

Ternyata hal ini sudah dijelaskan sejumlah pakar kesehatan yang mengungkapkan bahwa kebiasaan makan bisa mempercepat penuaan.

Dilansir Kompas dari Guardian, pola makan yang tidak ideal seperti mengonsumsi makanan manis secara berlebihan tanpa diimbangi dengan nutrisi yang cukup bisa memicu pertumbuhan sel secara berlebihan.

Lantas pola makan yang seperti apa yang dianggap ideal dan bisa menjaga kesehatan tubuh?

Perhatikan pola makan yang benar

Tanpa sadar, saat ini kita kerap kali memakan berbagai hidangan di luar hidangan utama secara berlebihan. Seperti camilan, dessert hingga minuman manis.

Masalahnya, setiap kali makanan masuk ke tubuh, makanan manis tersebut akan berubah menjadi glukosa kemudian hormon insulin akan dilepaskan.

Proses ini jika terjadi secara terus menerus maka akan memicu ada pertumbuhan sel secara berlebihan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan bisa meningkatkan risiko mutasi DNA, kanker hingga penumpukan lemak visceral atau lemak yang berbahaya untuk tubuh.

Jika ingin mengonsumsi makanan manis, maka pastikan jika kamu tidak memakannya sepanjang hari. Beri jeda untuk tubuh mencerna dan seimbangkan dengan nutrisi pada makanan lainnya.

Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk menghindari kebiasaan makan besar pada malam hari. Selain mengganggu kualitas tidur, metabolisme tubuh pada malam hari juga terhambat sehingga makanan lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Selektif dalam memilih bahan makanan

Tidak hanya memperhatikan pola makan, jenis makanan yang kurang sehat juga berpengaruh pada penuaan dini.

Berbagai jenis makanan olahan seperti pasta, adonan pizza, makanan dengan UPF tinggi bisa mempercepat pembentukan senyawa berbahaya bernama AGE’s (advanced glycation end products).

Senyawa terbentuk ketika gula bereaksi dengan protein atau lemak dalam tubuh. Dampaknya cukup terlihat pada tubuh seperti munculnya berbagai keriput, kekakuan tubuh, hingga risiko alzheimer.

Tidak hanya makanan olahan, makanan dengan lemak jenuh yang tinggi dan kurang serat juga memicu penuaan dalam tubuh.

Lemak jenuh yang dihasilkan dari daging merah, keju, es krim bisa menyebabkan peradangan pada usus dan membuat sistem imun melemah.


Jika sistem imun melemah, maka daya tahan tubuh tidak bisa menahan penuaan yang terjadi dalam tubuh.

Menjaga asupan vitamin

Untuk menjaga penuaan dini dalam tubuh, menambah asupan vitamin juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Vitamin B khususnya B3 dan B12 berperan penting dalam produksi energi dan fungsi otak. Kekurangan vitamin B12 juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan gangguang memori terutama pada usia diatas 50 tahun.

Tidak hanya vitamin B3 dan B12, asupan fitokimia juga sangat baik untuk mengurangi penuaan dalam tubuh.

Senyawa alami yang ada dalam buah dan sayur berwarna cerah yang berperan penting dalam melindungi tubuh.

Penelitian lagi juga menunjukkan bahwa makan-makanan dengan fitokimia yang tinggi seperti markisa, delima, stroberi hingga teh bisa membantu kerja sel imun di otak untuk memperbaiki kerusakan dan mencegah penuaan dini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang