Presiden Venezuela Nicolas Maduro Siap Dialog Tatap Muka dengan Trump
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin, bahwa ia akan berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro terkait peningkatan kekuatan militer AS yang memicu ketegangan di Laut Karibia, dan menambahkan bahwa ia akan "Ok" atau menyetujui serangan antinarkoba AS di Meksiko.
Trump telah secara drastis meningkatkan jumlah pasukan AS di Karibia untuk memberantas pengedar narkoba yang berbasis di sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Venezuela dan Meksiko.
"Pada suatu saat nanti, saya akan berbicara dengannya," kata Trump kepada para wartawan di Ruang Oval ketika ditanya apakah ia akan berbicara dengan Maduro, sambil menambahkan bahwa presiden Venezuela "tidak bersikap baik kepada Amerika Serikat."
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Ketika ditanya apakah ia akan mengesampingkan kemungkinan pasukan AS di Venezuela, Trump menjawab: "Tidak, saya tidak mengesampingkan itu, saya tidak mengesampingkan apa pun," ujarnya dilansir NDTV
"Kita hanya perlu mengurus Venezuela," tambahnya. "Mereka menjebloskan ratusan ribu orang ke negara kita dari penjara."
Terpisah, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyambut peluang dialog dengan Presiden Trump menyusul ketegangan di Laut Karibia. Ia siap untuk berbicara "tatap muka" dengan mitranya dari AS, Donald Trump.
"Negara ini akan terus damai, dan di Amerika Serikat, siapa pun yang ingin berbicara dengan Venezuela akan berbicara tatap muka, tanpa masalah," ujar Maduro, yang pemilihannya kembali tahun lalu ditolak oleh Washington karena dianggap curang, dalam program televisi mingguannya.
Venezuela sebelumnya menuduh Washington mengupayakan perubahan rezim di Caracas dengan peningkatan kekuatan militernya, termasuk armada kapal induk, kapal perang, dan beberapa jet siluman.
Washington menuduh Maduro memimpin kartel narkoba "teroris", sebuah tuduhan yang dibantahnya.
Namun Trump juga menuduh Meksiko gagal menangani kelompok-kelompok penyelundup narkoba, dan meningkatkan retorikanya terhadap negara tetangga Amerika Serikat di selatan itu.
"Apakah saya akan melancarkan serangan di Meksiko untuk menghentikan narkoba? Saya tidak keberatan." "Apa pun yang harus kita lakukan untuk menghentikan narkoba," kata Trump ketika ditanya wartawan di Gedung Putih apakah ia akan menyetujui operasi antinarkoba AS di Meksiko.
"Saya tidak bilang saya akan melakukannya, tapi saya akan bangga melakukannya. Kolombia memiliki pabrik kokain. Apakah saya akan menghancurkannya? Saya akan melakukannya dengan bangga… karena itu berarti menyelamatkan jutaan nyawa,"