Presiden FIFA Infantino Nongol di KTT Gaza dan Berpose Bareng Trump, Apa Urusannya?

Presiden FIFA Gianni Infantino berpose bersama Trump di KTT Gaza
Presiden FIFA Gianni Infantino berpose bersama Trump di KTT Gaza

 Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bergabung dengan lebih dari 20 pemimpin dunia, presiden, dan pejabat di KTT Perdamaian Gaza yang diselenggarakan di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin, 14 Oktober 2025. 

KTT tersebut, yang diketuai bersama oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, diselenggarakan di kota resor Laut Merah, dengan tujuan mendukung gencatan senjata yang baru saja disepakati, mengakhiri perang dua tahun, dan mengembangkan rencana stabilitas dan rekonstruksi jangka panjang untuk Gaza.

Dalam sebuah tayangan acara tersebut memperlihatkan Gianni Infantino disambut oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keduanya saling berjabat tangan dan berbincang. Presiden FIFA itu juga ikut berfoto bersama dengan para peserta lainnya.

Infantino dalam unggahan di Instagram priadinya mengatakan bahwa kedatangannya ke forum pemimpin dunia itu atas undangan Presiden Trump. 

"Saya menghadiri KTT Perdamaian yang sangat penting di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang diketuai bersama oleh Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, yang bertujuan untuk membangun era baru keamanan dan stabilitas regional," ujarnya dalam unggahan di Instagram

"Kehadiran para pemimpin dunia dari berbagai negara dan delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, di antara yang lainnya, menandakan upaya bersama – saya sangat yakin bahwa kita semua perlu bersatu untuk membangun jembatan dan berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka terhadap perdamaian, khususnya kepada @potus yang telah mengundang saya ke KTT ini,"

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadiri KTT Gaza di Sharm el-Sheikh

Berbicara setelah penandatanganan dokumen mengenai masa depan kawasan tersebut, Presiden Infantino menegaskan ini merupakan hari bersejarah – tak hanya bagi Timur Tengah tapi juga hari bersejarah bagi dunia dan hari bersejarah bagi perdamaian. Sebuah awal baru, seperti yang dikatakan Presiden Trump, fajar baru bagi seluruh kawasan, bagi seluruh dunia.

"Kehadiran FIFA di sini sungguh penting, untuk mendukung, membantu, dan mengerahkan segala daya upaya untuk memastikan proses perdamaian ini membuahkan hasil dan mencapai hasil terbaik," kata  Infantino dilansir inside.fifa, Selasa, 14 Oktober 2025.

Infantino juga menggarisbawahi kepemimpinan kritis yang diberikan oleh Presiden Amerika Serikat.

"Peran Presiden Trump sangat fundamental dan krusial dalam proses ini. Tanpa Presiden Trump, perdamaian tak akan terwujud.… Presiden Trump telah meruntuhkan penghalang, membangun jembatan, menyatukan rakyat, dan bahkan menyatukan Mesir, Qatar, Turki, dan negara-negara lain. Dari Arab Saudi, hingga (Uni Emirat Arab), Indonesia, Bahrain, Yordania, semua negara di Timur Tengah yang telah mendukung proses ini," ujar Infantino

"Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, hal itu terjadi, dan kini kita benar-benar dapat menulis lembaran baru. Lembaran-lembaran kebersamaan, perdamaian, di kawasan yang sangat, sangat membutuhkannya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin internasional terkemuka, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Otoritas Nasional Palestina Mahmoud Abbas, juga hadir.

Bangun Lapangan Sepak Bola di Gaza

Presiden FIFA menekankan peran penting sepak bola dalam menciptakan harapan baru di kawasan tersebut.

"Peran sepak bola haruslah mendukung, haruslah mempersatukan, haruslah memberikan harapan di kawasan ini. Di Gaza, di Palestina, tentu saja kami akan membantu membangun kembali semua fasilitas sepak bola. Kami akan membantu menghidupkan kembali sepak bola – bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina – di setiap sudut negeri ini. Kami akan membawa (sepak bola), kami akan membangun lapangan, kami akan membawa instruktur, kami akan membantu menyelenggarakan kompetisi, kami akan meluncurkan dana untuk membantu membangun kembali infrastruktur sepak bola di Palestina," ujarnya.

"Dan setiap orang yang ingin berkontribusi. Kami sendiri telah berkontribusi dengan lapangan mini, dengan FIFA Arenas, dan kami ingin seluruh dunia berkontribusi, karena sepak bola membawa harapan bagi anak-anak. Dan itu sangat, sangat penting,"

Presiden FIFA menambahkan: "Saya menyadarinya hari ini dalam percakapan saya dengan semua pemimpin di dunia. Mereka semua ingin berkontribusi. Mereka semua melihat pentingnya sepak bola untuk mempersatukan, untuk menyatukan orang-orang – sekarang, tahun ini di Timur Tengah, tahun depan, tentu saja, di Amerika Utara, di Kanada, di Meksiko, dan di Amerika Serikat dengan Piala Dunia FIFA,"

Presiden FIFA menggambarkan turnamen tahun depan sebagai "bulan perayaan kemanusiaan, kebersamaan, yang dibutuhkan dunia saat ini,"