Siapa Halim Kalla? Tersangka Kasus PLTU Kalbar-1

Jusuf Kalla, adik Jusuf Kalla, Halim Kalla, siapa halim kalla, kasus PLTU, Siapa Halim Kalla? Tersangka Kasus PLTU Kalbar-1, Pebisnis Tangguh dari Ujung Pandang, Inovasi Kendaraan Listrik Haka Auto, Awal Mula Kasus PLTU Kalbar-1, Dugaan Suap dan Proses Hukum, Sosok Inovator yang Kini Diterpa Badai

Nama Halim Kalla kembali menjadi sorotan publik setelah terseret dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Kalbar-1.

Namun di balik kasus itu, Halim dikenal luas sebagai sosok pengusaha tangguh dan inovatif yang telah malang melintang di dunia bisnis nasional selama puluhan tahun.

Pebisnis Tangguh dari Ujung Pandang

Halim Kalla lahir di Ujung Pandang (kini Makassar), 1 Oktober 1957. Ia adalah adik kandung dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Sejak muda, Halim dikenal sebagai pribadi visioner dan ulet dalam berwirausaha.

Ia sempat merasakan beratnya krisis moneter 1998, tetapi bisnisnya tetap mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi besar yang kala itu melumpuhkan banyak pengusaha lain.

Salah satu langkah besar Halim terjadi pada 2006, ketika ia menjadi pengusaha pertama yang berani memperkenalkan Digital Cinema System (DCS) di Indonesia.

Teknologi ini kemudian menjadi revolusi dalam industri perfilman tanah air karena mengubah sistem produksi, distribusi, hingga pemutaran film di bioskop.

Selain di dunia bisnis, Halim juga pernah terjun ke dunia politik.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, ia tercatat sebagai Anggota DPR RI periode 2009–2014 dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II.

Berikut profil singkatnya sesuai data KPU:

  • Tempat/Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 1 Oktober 1957
  • Alamat: Jl. Lembang No. 9, Menteng, Jakarta Pusat
  • Agama: Islam
  • Pendidikan: State University of New York at Buffalo, AS
  • Pekerjaan: Direktur Utama Intim Wira Energi, Direktur PT BRN
  • Jumlah Anak: Dua orang
  • Perolehan Suara: 34.755 suara

Inovasi Kendaraan Listrik Haka Auto

Tak berhenti berinovasi, Halim Kalla juga sempat mengembangkan proyek kendaraan listrik di bawah Haka Auto.

Ia memperkenalkan tiga prototipe kendaraan listrik karya anak bangsa, yaitu Smuth, Erolis, dan Trolis.

Smuth EV mengusung model pikap dengan motor listrik berdaya 7,5 kW dan baterai lithium-ion berkapasitas 15,4 kWh.

Erolis merupakan mobil penumpang mini seperti Wuling Air EV, dengan motor listrik 4 kW dan baterai 7,6 kWh.

Trolis berbentuk sepeda motor tiga roda yang memakai motor listrik 5 kW dengan baterai lithium-ion 7,6 kWh.

Upaya tersebut sempat disebut sebagai salah satu langkah nyata untuk mengangkat citra Indonesia di sektor kendaraan ramah lingkungan.

Awal Mula Kasus PLTU Kalbar-1

Nama Halim Kalla mulai dikaitkan dengan dugaan korupsi setelah proyek PLTU Kalbar-1 2x50 megawatt yang dilelang pada 2008 dinilai bermasalah.

Proyek senilai USD 80 juta dan Rp 507 miliar itu didanai oleh PT PLN (Persero) melalui kredit Bank BRI dan BCA dengan skema Export Credit Agency (ECA).

Konsorsium pemenang lelang adalah Kerja Sama Operasi (KSO) BRN, yang dipimpin oleh Halim Kalla.

Namun, menurut hasil investigasi, konsorsium tersebut tidak memenuhi sejumlah syarat prakualifikasi dan teknis.

“Penetapan pemenang lelang dilakukan meski konsorsium tidak memenuhi syarat teknis dan administratif. Ini menjadi titik awal rangkaian pelanggaran yang berujung pada kerugian negara,” ujar Irjen Cahyono Wibowo, Kakortas Tipidkor Polri.

Setelah kontrak ditandatangani pada 11 Juni 2009, seluruh pekerjaan dialihkan ke dua perusahaan asal Tiongkok, yaitu PT PI dan QJPSE, tanpa dasar hukum yang jelas.

“Seluruh pekerjaan dialihkan ke pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Proyek mangkrak, tapi uang sudah mengalir,” tambah Cahyono.

Berdasarkan temuan BPK RI, proyek tersebut menyebabkan indikasi kerugian negara mencapai USD 62,41 juta dan Rp 323,2 miliar.

Dugaan Suap dan Proses Hukum

Selain dugaan pelanggaran prosedur, Polri juga menelusuri kemungkinan adanya aliran dana suap dari konsorsium BRN kepada sejumlah pihak.

“Ada beberapa pihak yang menerima aliran uang. Untuk mendalami dan menyempurnakan kami perlu alat bukti tambahan,” ujar Cahyono.

Kasus PLTU Kalbar-1 awalnya ditangani Polda Kalimantan Barat sejak 2021, lalu diambil alih oleh Bareskrim Polri pada November 2024.

Hingga kini, belum ada penahanan terhadap para tersangka, namun kepolisian telah melakukan pencegahan agar mereka tidak melarikan diri.

“Kami sudah lakukan pencegahan agar tidak melarikan diri,” tegas Cahyono.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Halim Kalla maupun Fahmi Mochtar terkait kasus ini.

Sosok Inovator yang Kini Diterpa Badai

Terlepas dari kasus hukum yang menjeratnya, Halim Kalla tetap dikenang sebagai sosok inovator dan pebisnis ulet yang berani mengambil risiko besar dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi film hingga kendaraan listrik.

Namun kini, perjalanan panjangnya di dunia usaha kembali diuji oleh persoalan hukum yang tengah disorot publik.

Apakah Halim Kalla akan mampu bangkit kembali seperti saat melewati krisis 1998?

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Profil Halim Kalla, Adik Jusuf Kalla yang Terjerat Kasus Korupsi PLTU Mangkrak di Kalimantan Barat".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.