Heboh! 2 Oknum Polisi di Jambi Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Remaja, Sudah Ditahan
Kasus dugaan pemerkosaan yang menjerat oknum aparat kepolisian mengguncang publik Jambi. Polda Jambi memastikan dua anggotanya terlibat dalam tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berusia 18 tahun berinisial C.
Dua anggota polisi tersebut masing-masing berinisial Bripda NIR, anggota Polda Jambi, serta Bripda SR, anggota Polres Tanjung Jabung Timur. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung menjalani penahanan.
"Saat ini dua orang anggota ditahan di pidana umum," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji saat dikonfirmasi, Senin, 2 Februari 2026.
Selain diproses secara pidana, kedua tersangka juga akan menghadapi sanksi internal kepolisian. Polda Jambi memastikan penanganan pelanggaran etik berjalan seiring dengan proses hukum yang sedang berlangsung.
"Iya saat ini sedang proses dan segera akan disidangkan ya keduanya," katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus ini tidak hanya melibatkan aparat kepolisian. Terdapat dua pelaku lain dari kalangan masyarakat sipil yang turut terlibat. Korban diduga menjadi korban pemerkosaan secara bergiliran sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jambi.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada 14 November 2025 di dua lokasi berbeda, yakni kawasan kebun kopi dan sebuah rumah kos bernama Arizona di Kota Jambi. Kejadian bermula ketika korban hendak pulang ke rumah usai berkunjung ke kediaman salah satu temannya.
Salah satu tersangka kemudian menawarkan diri untuk menjemput dan mengantar korban pulang. Namun di tengah perjalanan, korban justru dibawa ke kawasan kebun kopi. Di lokasi tersebut, telah menunggu tiga pelaku lain yang kemudian melakukan pemerkosaan terhadap korban.
Tak berhenti di situ, korban kembali dibawa ke sebuah rumah kos bernama Arizona. Di tempat tersebut, korban kembali mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh dua anggota polisi.
Akibat rangkaian peristiwa tersebut, korban mengalami trauma mendalam dan hingga kini masih dalam proses pemulihan secara fisik dan psikis.