Profil Bahtiar Baharuddin, Eks Pj Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah resmi menetapkan Bahtiar Baharuddin, eks Pj Gubernur Sulsel sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit nanas.
Bahtiar menjadi tersangka bersama lima orang lainnya, yakni ASN Pemkab Takalar Ririn Riyan Saputra (RRS), Hasan Sulaiman (HS) selaku tim pendamping Pj Gubernur Sulsel, Direktur PT. AAN berinisial RM, Direktur PT CAP berinisial RE, serta KPA/PPK berinisial UN.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari proyek pengadaan bibit nanas oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel Tahun Anggaran 2024 dengan nilai proyek sebesar Rp 60 miliar.
Setelah ditelusuri, tim penyidik menduga adanya praktik penggelembungan harga (mark-up).
Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi pengadaan fiktif yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp 50 miliar.
Lantas, siapa Bahtiar Baharuddin? Berikut profilnya.
Profil Bahtiar Baharuddin
Dilansir dari laman Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 16 Januari 1973.
Ia merupakan pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang saat ini menduduki posisi sebagai Staf Ahli Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Namun, sebelumnya Bahtiar pernah menjabat sebagai penjabat (Pj) gubernur di dua provinsi.
Ia pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel sejak 5 September 2023 hingga Mei 2024. Setelah itu, menjabat sebagai Pj Gubernur Sulbar mulai 17 Mei 2024 hingga Februari 2025.
Pendidikan Bahtiar Baharuddin
Bahtiar Baharuddin menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah kelahirannya di Sulawesi Selatan.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia melanjutkan studi Diploma III di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor dan lulus pada 1995.
Bahtiar kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan pada 2000.
Selanjutnya, ia meraih gelar Magister (S2) Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran pada 2008. Di kampus yang sama, Bahtiar juga menyelesaikan program doktor (S3) Ilmu Pemerintahan pada 2013.
Karier Bahtiar Baharuddin
Setelah lulus dari STPDN, karier Bahtiar di pemerintahan dimulai dari tingkat daerah hingga akhirnya menduduki posisi strategis di Kemendagri.
Berikut perjalanan karier Bahtiar Baharuddin:
- Kepala Sub Seksi Pemerintahan Umum dan Pemerintahan Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo (1996)
- Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo (2001)
- Kasi Monitoring dan Evaluasi pada Subdit Fasilitasi Organisasi Profesi, Direktorat Fasilitasi Organisasi Politik dan Kemasyarakatan, Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik (2008)
- Kepala Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan pada Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (2010)
- Kepala Bagian Perundang-Undangan pada Sekretariat Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (2015)
- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Politik Dalam Negeri pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (2016)
- Direktur Politik Dalam Negeri pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (2016)
- Kepala Pusat Penerangan Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (2018)
- Plt Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri (2019–2020)
- Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri (2020–2025)
- Staf Ahli Mendagri (Januari 2026-Sekarang).