Top 5+ Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur, Ini Alasannya
Banyak orang memilih menu sahur yang praktis tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap tubuh sepanjang hari. Padahal, apa yang dikonsumsi saat sahur sangat menentukan stamina, fokus, hingga kondisi pencernaan selama berpuasa.
Alih-alih sekadar kenyang, sahur idealnya memberi energi stabil dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sejumlah pakar gizi internasional menekankan pentingnya komposisi makanan yang seimbang agar kadar gula darah tidak naik-turun drastis. Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat sahur?
Berikut beberapa jenis makanan yang perlu Anda batasi atau hindari beserta alasannya:
1. Makanan Tinggi Gula Sederhana
Donat, kue manis, sereal tinggi gula, atau minuman berpemanis memang menggoda. Namun, makanan ini memicu lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis beberapa jam kemudian. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan rasa lapar datang lebih cepat.
Mengutip laporan kesehatan dari Harvard Health Publishing, konsumsi gula sederhana berlebihan dapat menyebabkan fluktuasi energi dan meningkatkan rasa lapar dalam waktu singkat. Saat puasa, kondisi ini tentu membuat hari terasa lebih berat.
2. Makanan Tinggi Garam
Makanan instan, ikan asin, atau camilan asin mengandung natrium tinggi. Asupan garam berlebihan dapat meningkatkan rasa haus karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar natrium.
Menurut Mayo Clinic, konsumsi natrium tinggi berpotensi menyebabkan dehidrasi ringan dan meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang. Saat berpuasa, rasa haus berlebihan jelas mengganggu kenyamanan.
3. Gorengan Berlemak Tinggi
Gorengan memang praktis dan mengenyangkan. Namun, makanan tinggi lemak jenuh cenderung memperlambat proses pencernaan dan bisa memicu rasa begah atau tidak nyaman di perut.
Laman kesehatan dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa makanan berlemak tinggi dapat memperparah gangguan lambung dan membuat sistem cerna bekerja lebih berat. Saat puasa, kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman sepanjang hari.
4. Makanan Pedas Berlebihan
Cabai dan bumbu pedas memang menambah selera makan. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu iritasi lambung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asam lambung.
Sejumlah ahli gizi yang dikutip BBC Good Food menyarankan untuk membatasi makanan pedas saat perut kosong karena berisiko menimbulkan nyeri ulu hati atau rasa panas di lambung.
5. Karbohidrat Olahan
Roti putih dan nasi putih dalam porsi besar termasuk karbohidrat olahan yang cepat dicerna tubuh. Makanan ini membuat gula darah naik cepat, lalu turun dengan cepat pula.
Sebagai gantinya, para ahli dari Healthline merekomendasikan memilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum utuh agar energi bertahan lebih lama.
Menghindari makanan tertentu saat sahur bukan berarti membatasi diri secara berlebihan. Anda tetap bisa menikmati menu lezat dengan memilih komposisi yang lebih seimbang: karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, serat, serta cukup cairan.
Dengan strategi yang tepat, sahur tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga menjaga energi stabil, fokus terjaga, dan tubuh tetap nyaman hingga waktu berbuka tiba.