Top 6+ Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Atas Meja Dapur
Tidak semua bahan makanan cocok dipajang cantik di atas meja dapur. Meski di pasar tradisional kita sering melihat telur, sayur, dan buah diletakkan begitu saja, cara penanganan produk pasar berbeda dengan produk supermarket.
Untuk menjaga keamanan dan kesegarannya, beberapa makanan justru harus disimpan di tempat yang tepat.
Berikut enam makanan yang tidak boleh dibiarkan terlalu lama di atas meja dapur:
1. Telur
Telur dari peternakan lokal atau pasar sering kali masih memiliki lapisan pelindung alami sehingga aman dibiarkan pada suhu ruang. Namun, telur yang dijual di supermarket berbeda: cangkangnya sudah dicuci dan kehilangan lapisan pelindung tersebut.

Akibatnya, telur supermarket tidak boleh dibiarkan lebih dari dua jam di suhu ruang karena bakteri dapat menembus cangkang dan merusak isinya. Menyimpannya di kulkas bukan hanya lebih aman, tetapi juga memperpanjang usia simpan.
2. Kentang
Banyak orang mengira kentang bisa bertahan lama di meja dapur. Padahal, paparan cahaya dan panas membuat kentang cepat berubah warna menjadi hijau dan mulai bertunas.
Ilustrasi kentang.
Simpan kentang di tempat gelap dan sejuk seperti lemari dapur atau pantry. Anda juga bisa menggunakan kantong kertas cokelat. Hindari wadah kedap udara karena dapat memerangkap kelembapan yang membuatnya cepat busuk.
3. Bawang bombai
Sama seperti kentang, bawang harus dijauhkan dari cahaya dan panas. Tempat terbaik untuk menyimpannya adalah pantry, ruang bawah tanah, atau area gelap dan kering lainnya.
Ilustrasi bawang bombai.
Namun, jangan simpan bawang bersama kentang. Kentang mengeluarkan gas etilen yang bisa mempercepat bawang bertunas dan membusuk. Jika disimpan dengan benar, bawang bisa bertahan hingga satu bulan.
4. Timun
Mentimun tidak tahan terhadap kelembapan tinggi dan cepat layu jika dibiarkan di atas meja. Setelah dibawa pulang, sebaiknya langsung simpan mentimun di kulkas.
Ilustrasi timun, manfaat timun untuk asam urat
Dengan suhu dingin dan kondisi kering, mentimun akan tetap segar dan renyah selama beberapa hari.
5. Buah matang
Buah memang biasanya dibiarkan di luar agar cepat matang, seperti pisang, alpukat, dan persik.
Salah satu cara memilih mangga matang dan manis yaitu dilihat dari pangkal tangkai buah.
Namun, setelah matang, mereka hanya punya waktu singkat sebelum menjadi terlalu lembek dan mulai mengundang lalat buah.
Solusinya: segera pindahkan ke kulkas setelah matang untuk memperpanjang masa simpannya beberapa hari lagi sekaligus menjaga dapur bebas serangga.
6. Buah dan sayur yang sudah dipotong
Begitu dipotong, buah dan sayur menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri dan lebih cepat rusak.
Ilustrasi tomat, salah satu buah pemicu asam lambung.
Karena itu, hasil potongan (baik yang Anda siapkan sendiri maupun yang sudah dibeli dalam kondisi siap makan) harus langsung masuk kulkas. Menyimpannya di suhu ruang bisa meningkatkan risiko kesehatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang