Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Dino Patti Djalal Khawatir Indonesia 'Diakali' Trump
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas dengan memberikan penjelasan rinci mengenai pedoman hak dan kewajiban negara anggota Dewan Perdamaian Gaza.
Ia mengaku khawatir organisasi yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu tidak mengutamakan kemaslahatan rakyat Palestina, dan meminta Indonesia menegaskan sikapnya supaya kepentingan Palestina tetap terlindungi di badan itu.
"Apa ada jaminan bahwa proses ini tidak akan menjadi proyek ‘real estate’ Trump atau internasional di Gaza yang akan mengesampingkan hak rakyat Palestina?" kata Dino melalui pernyataan tertulis di media sosial X yang ia tujukan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, Jumat, 23 Januari 2025.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri mengungkapkan kekhawatirannya akan adanya kepentingan bisnis dari aktor-aktor luar "yang sebenarnya tidak peduli dengan Palestina" di Dewan Perdamaian Gaza yang justru menjadikan warga Palestina tidak lagi menjadi tuan rumah di Gaza.
Dino pun mempertanyakan soal komitmen Dewan Perdamaian akan benar-benar bekerja demi mewujudkan solusi dua negara antara Palestina dan Israel, terlebih dengan kehadiran pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu di badan tersebut.
"Kalau ada Netanyahu di dalam Dewan Perdamaian, bagaimana dengan perwakilan Palestina?" ujarnya
Ia mendorong Indonesia untuk menegaskan bagaimana langkah penyelesaian masalah di Dewan Perdamaian Gaza, supaya anggota-anggotanya tidak mendapat cap sebagai "anak buah" Trump yang "dikenal sering berpikiran tak lazim".
Sementara terkait iuran keanggotaan yang mencapai 1 miliar dolar AS (Rp16,82 triliun) yang dituntut Trump supaya negara anggota Dewan Perdamaian bisa mendapat status anggota permanen, Dino menasihati supaya Indonesia tidak perlu melakukan pembayaran itu.
Dino meminta jaminan supaya Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump tidak akan menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia juga meminta Menlu RI mengklarifikasi kekhawatiran yang diungkapkannya, Dino turut mendorong Wamenlu RI Anis Matta, yang bertanggung jawab terhadap diplomasi dengan dunia Islam dan Timur Tengah, untuk tampil dan berperan aktif perihal Dewan Perdamaian Gaza.
Sebelumnya, Presiden Trump, Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.
Prabowo menyebut Dewan Perdamaian Gaza merupakan kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza, dan Indonesia memiliki komitmen besar untuk berperan dalam mewujudkan hal tersebut bagi kebaikan rakyat Palestina.