Opor Ayam Lebaran Sisa, Ini Cara Menyimpannya agar Tahan Lama
Opor ayam menjadi salah satu hidangan wajib saat Hari Raya Idul Fitri. Rasanya belum lengkap merayakan Idul Fitri tanpa menyantap opor bersama keluarga besar.
Ketika momen berkumpul tiba, biasanya masakan dibuat dalam porsi besar sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang.
Namun, tak jarang opor ayam masih tersisa meski sudah disantap bersama. Padahal, hidangan berbahan dasar santan ini dikenal tidak tahan lama jika tidak ditangani dengan tepat.
Cara yang benar menyimpan opor ayam Lebaran
Agar opor ayam tetap aman dan lezat untuk dikonsumsi keesokan hari, berikut beberapa cara penyimpanan yang dapat dilakukan.
1. Simpan tanpa kulkas
Opor ayam ternyata bisa bertahan meski tanpa bantuan kulkas. Caranya:
- Panaskan opor di dalam panci hingga mendidih.
- Matikan kompor, kemudian buka tutup panci untuk mengeluarkan uap panas.
- Setelah uap hilang, tutup kembali panci dan biarkan tetap berada di atas kompor.
- Jangan mengaduk opor setelah dimasak agar tidak memicu pertumbuhan bakteri.
- Metode ini dapat membuat opor bertahan lebih lama sebelum akhirnya dipanaskan kembali.
2. Simpan di kulkas atau freezer
Untuk penyimpanan lebih aman, opor ayam bisa dimasukkan ke kulkas. Langkah-langkahnya:
- Setelah dipanaskan, dinginkan opor terlebih dahulu.
- Pindahkan ke wadah tertutup rapat. Gunakan wadah plastik tipis agar cepat membeku bila disimpan di freezer.
- Simpan di freezer untuk daya tahan lebih lama atau di rak kulkas biasa jika akan segera dikonsumsi.
Opor beku dapat bertahan hingga sekitar tiga hari.
3. Pisahkan ayam dan kuahnya
Memisahkan potongan ayam dari kuah opor dapat membuat hidangan ini lebih tahan lama.
Opor ayam makanan khas Lebaran.
Pemisahan ini juga membantu keduanya matang merata saat proses pemanasan ulang. Simpan ayam dan kuah dalam wadah terpisah agar kualitasnya tetap terjaga.
4. Hindari menyentuh opor dengan tangan langsung
Tangan merupakan pembawa bakteri yang dapat mempercepat opor menjadi basi. Karena itu, hindari menyentuh makanan dengan tangan langsung.
Gunakan sendok bersih atau sarung tangan plastik saat memindahkan atau mengambil opor dari wadah.
5. Jangan langsung dipanaskan setelah keluar dari kulkas
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memanaskan opor langsung setelah keluar dari kulkas. Hal ini dapat merusak tekstur dan cita rasa santan. Lakukan langkah berikut:
- Diamkan opor pada suhu ruang hingga tidak terlalu dingin.
- Jika opor disimpan dalam keadaan beku, pindahkan terlebih dahulu ke rak bawah kulkas hingga mencair.
- Setelah tidak beku, barulah biarkan berada pada suhu ruang sebelum dipanaskan.
Cara ini mencegah santan menjadi cepat rusak atau pecah.
6. Panaskan menggunakan api kecil
Saat memanaskan opor, gunakan api kecil dan aduk perlahan selama proses pemanasan. Api besar bisa membuat santan pecah dan merusak konsistensi kuah.
Perlu diperhatikan, meski opor ayam bisa disimpan di freezer hingga tiga hari, jangan menyimpan kuah santan lebih dari seminggu karena rasanya akan berubah dan kualitasnya menurun.
Dengan penyimpanan yang tepat, opor ayam Lebaran dapat tetap lezat dan aman dikonsumsi lebih lama. Anda pun bisa menikmati kembali hidangan khas hari raya ini tanpa khawatir cepat basi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang