Top 5+ Tips Menyimpan Ketupat agar Tidak Mudah Basi dan Tahan Lama
Tau kah kamu tentang tradisi lebaran ketupat? Sebuah budaya masyarakat muslim Indonesia yang dirayakan satu minggu setelah idul fitri untuk menenandakan berakhirnya puasa sunnah syawal.
Dalam tradisi ini, masyarakat biasanya ketupat dan dibagikannya ketupat hasil buatan rumah beserta dengan lauk-pauk khas lebaran kepada tetangga dan saudara sekitar.
Maka dari itu, agar hasil ketupat enak, tidak cepat basi, dan tetap memiliki tekstur yang pas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak proses pembuatan.
Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Sugiyono, membagikan sejumlah tips agar ketupat lebih tahan lama.
Dengan teknik yang tepat, ketupat bisa disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitas rasa dan teksturnya.
1. Beda jenis beras, beda penyimpanan
Pemilihan beras menjadi kunci utama dalam menentukan tekstur ketupat. Disarankan menggunakan beras jenis pera agar hasil ketupat lebih padat dan tidak mudah lembek.
Selain itu, mengisi beras dalam anyaman ketupat sedikit lebih banyak juga dapat menghasilkan tekstur yang lebih keras. Ketupat yang padat umumnya lebih tahan lama dibandingkan yang terlalu lunak.
2. Jangan salah memilih daun pembungkus
Daun pembungkus ketupat biasanya menggunakan janur atau daun kelapa muda. Di beberapa daerah, ada juga yang memakai daun lontar atau pandan.
Prof Sugiyono menyarankan untuk memilih daun yang masih muda dan lentur agar tidak mudah sobek saat dianyam. Daun yang baik juga berfungsi melindungi isi ketupat selama proses perebusan.
3. Pastikan proses memasak yeng tepat
Teknik memasak juga memengaruhi daya tahan ketupat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menambahkan sedikit air kapur sirih pada beras sebelum dimasukkan ke dalam anyaman.
Setelah matang, ketupat sebaiknya segera ditiriskan dan diangin-anginkan hingga permukaannya kering agar tidak lembap saat disimpan.
4. Simpan dengan cara yang benar
Untuk penyimpanan, ketupat bisa dimasukkan ke dalam kulkas agar lebih awet. Dalam kondisi dingin, ketupat dapat bertahan sekitar 7–9 hari meski teksturnya akan mengeras.
Saat akan dikonsumsi kembali, ketupat bisa dikukus agar kembali lembut seperti semula.
5. Teknik tambahan pengawetan
Selain cara di atas, ada juga metode lain seperti teknik vakum atau pemanasan ulang untuk memperpanjang masa simpan.
Namun, metode ini belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Karena itu, cara paling aman tetap dengan memperhatikan proses memasak dan penyimpanan yang tepat agar ketupat tetap berkualitas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang