Rahasia Mangga Tahan Lama Disimpan Menurut Peneliti, Perhatikan Suhu
Sebuah penelitian terbaru menemukan suhu terbaik dalam menyimpan mangga agar tahan lama dan tidak mudah lembek.
Para ilmuwan dari Hainan University, China, melakukan studi terhadap mangga jenis "Tainong No.1". Hasil riset ini diterbitkan dalam jurnal Tropical Plants.
"Mangga (Mangifera indica) adalah buah tropis jenis klimakterik yang memiliki rasa unik dan kandungan gizi yang kaya, tapi masa simpan pasca-panennya terbatas karena rentan terhadap pelunakan, pembusukan, dan kerusakan akibat suhu dingin," tulis para peneliti, dilansir dari Maximum Academic Press, Sabtu (11/4/2026).
Tim peneliti yang dipimpin oleh Yuanzhi Shao dan Wen Li menemukan, suhu 12 derajat celsius merupakan ambang batas terbaik dalam penyimpanan mangga. Mengapa demikian?
Suhu penyimpanan mangga agar tahan lama
Pertahankan kekenyalan buah
Riset terbaru dari Hainan University, China, temukan cara simpan mangga agar tahan lama tanpa merusak struktur selnya.
Pada suhu 12 derajat celsius, mangga disebut bisa tetap segar dalam waktu yang lama. Buah tidak mudah busuk dan tidak mengalami cedera akibat suhu terlalu dingin.
"Hasil penelitian menunjukkan, dibandingkan dengan penyimpanan pada suhu 30 derajat celsius, penyimpanan pada suhu 12 derajat celsius secara signifikan mempertahankan kekenyalan buah," tulis para peneliti.
Suhu 12 derajat celsius mengontrol molekul oksigen reaktif yang biasanya memicu penuaan sel.
Selain itu, suhu ini mendukung sistem antioksidan alami pada mangga. Dengan begitu, mangga bisa melawan stres selama masa penyimpanan.
Perbandingan dua suhu yang berbeda
Riset terbaru dari Hainan University, China, temukan cara simpan mangga agar tahan lama tanpa merusak struktur selnya.
Dalam eksperimennya, tim peneliti membandingkan dua kondisi yang berbeda. Mereka menyimpan mangga pada suhu 12 derajat celsius dan suhu 30 derajat celsius selama 24 hari berturut-turut.
Pada suhu tinggi atau suhu ruangan (30 derajat celsius), mangga matang sangat cepat. Dalam waktu dua minggu saja, warna mangga berubah kuning pekat.
Selain itu, kadar gula melonjak tinggi lalu turun drastis dengan cepat. Tingkat keasaman buah juga menurun dengan sangat tajam. Hal tersebut menjadi tanda mangga menuju fase pembusukan, dikutip dari SciTechDaily.
Namun, mangga yang disimpan pada suhu 12 derajat celsius menunjukkan hal berbeda. Proses pematangan terjadi jauh lebih lambat dan terkendali, serta perubahan warna berlangsung perlahan dan kadar gula tetap stabil.
Selain itu, rasa asam yang menyegarkan bertahan lebih lama. Hal ini penting untuk menjaga tekstur mangga agar tetap enak saat dimakan.
Ilustrasi mangga alpukat.
Peneliti juga melihat kondisi sel mangga menggunakan mikroskop. Mangga yang disimpan pada suhu 12 derajat celsius memiliki dinding sel yang kuat, serta cadangan pati di dalam buah juga masih terjaga dengan baik.
Sebaliknya, mangga pada suhu 30 derajat celsius mengalami kerusakan struktur sel, dengan dinding selnya melemah dan simpanan energinya habis dengan cepat. Kerusakan sel inilah yang membuat mangga terasa lembek dan berair.
"Temuan ini menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu 12 derajat celsius mungkin dapat menjaga kualitas mangga dan memperpanjang masa simpan dengan mengatur kapasitas antioksidan buah," tulis para peneliti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang