Daftar Sup dan Mi Terlezat Dunia Versi TasteAtlas, dari Lanzhou Lamian hingga Soto Betawi

Empal Gentong, Ramen, ramen, sup terbaik dunia dari indonesia, taste atlas, taste atlas awards 2024/2025, Sup terbaik dunia, Daftar Sup dan Mi Terlezat Dunia Versi TasteAtlas, dari Lanzhou Lamian hingga Soto Betawi, 1. Lanzhou Lamian (Rating 5 Bintang), 2. Vori-vori / Bori-bori (Rating 4,7 Bintang), 3. Pèpè Soup (Rating 4,7 Bintang), 4. Ramen (Rating 4,6 Bintang), 5. Tonkotsu Ramen (Rating 4,6 Bintang), 6. Yokohama Iekei Ramen (Rating 4,6 Bintang), 7. Soto Betawi (Rating 4,6 Bintang), 8. Caldo de Queso (Rating 4,6 Bintang), 9. Empal Gentong (Rating 4,6 Bintang), 10. Miso Ramen (Rating 4,5 Bintang)

— Sejumlah hidangan sup dan mi dari berbagai negara kembali menjadi sorotan setelah platform kuliner dunia TasteAtlas merilis daftar makanan berperingkat tinggi.

Dalam daftar tersebut, terdapat beragam menu berbasis kuah dari Asia hingga Amerika Latin, termasuk Lanzhou Lamian, Soto Betawi, hingga Empal Gentong dari Indonesia.

Ragam hidangan ini menonjol dari segi sejarah, teknik memasak, hingga kekayaan bumbu, serta mendapat penilaian tinggi dari para pengguna TasteAtlas, dengan rating mulai dari 4,5 hingga 5 bintang.

Artikel ini merangkum makanan-makanan tersebut secara lengkap sebagai referensi kuliner dunia.

1. Lanzhou Lamian (Rating 5 Bintang)

Lanzhou lamian merupakan hidangan mi khas Tiongkok yang terkenal dengan teknik hand-pulled noodles. Kata “lamian” berarti “mi tarik”, merujuk pada proses menarik dan melipat adonan secara berulang hingga menjadi mi panjang dan tipis dengan tekstur kenyal.

Teknik menarik adonan ini tidak hanya menyelaraskan gluten, tetapi juga menghasilkan tekstur mi yang khas. Mi kemudian disajikan dalam kuah kaldu sapi bening tanpa kecap, sehingga rasa alami rempah dan daging lebih menonjol.

Hidangan ini disajikan dengan irisan tipis daging sapi, daun ketumbar, minyak cabai, dan potongan lobak putih. Sajian tersebut mengikuti prinsip estetika “lima warna”:

kuah bening, lobak putih, daun ketumbar hijau, minyak cabai merah, dan mi kuning.

usul Lanzhou lamian terbentang hingga Dinasti Tang, sementara bentuk modernnya dipercaya dipopulerkan pada abad ke-19 oleh penjaja dari etnis Hui bernama Ma Baozi. Saat ini mi tarik tersebut banyak ditemukan di kedai-kedai halal di seluruh Tiongkok.

2. Vori-vori / Bori-bori (Rating 4,7 Bintang)

Vori-vori adalah sup tradisional Paraguay yang kaya akan daging—biasanya sapi atau ayam—serta pangsit lembut dari tepung jagung dan keju. Kuahnya dimasak bersama wortel, seledri, bawang, daun salam, cengkih, dan peterseli. Warna kuning keemasan pada kuah berasal dari saffron.

Sup ini lebih sering dinikmati pada musim dingin, namun juga dapat disajikan saat musim panas. Biasanya, vori-vori disajikan hangat dengan taburan peterseli dan keju parmesan parut. Variasinya beragam, termasuk versi dengan tambahan potongan ayam panggang.

Kata “vori” berarti “bola”, merujuk pada bentuk dumpling dari tepung jagung.

3. Pèpè Soup (Rating 4,7 Bintang)

Pèpè soup merupakan sup tradisional Afrika Barat, populer di Nigeria dan beberapa negara sekitarnya. Ciri utamanya adalah penggunaan njansa—kacang pedas yang berfungsi sebagai pengental dan pemberi rasa khas.

Sup ini umumnya dibuat dari daging atau ikan, ditambah bawang putih, jahe, cabai, bawang merah, serta air. Pèpè soup dapat disajikan sebagai hidangan utama atau pendamping untuk ubi, nasi, atau pisang raja (plantain).

4. Ramen (Rating 4,6 Bintang)

Ramen pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1910 ketika juru masak Tiongkok menggabungkan mi dengan kaldu asin. Mi berwarna kuning cerah ini menggunakan kansui, air mineral yang mengandung natrium karbonat, sehingga mi lebih elastis dibandingkan mi Jepang saat itu.

Pada 1958, istilah “ramen” diambil dari pelafalan kata “lamian”. Di tahun yang sama, Nissin Foods meluncurkan Chickin Ramen, mi instan pertama dengan kuah rasa ayam. Sejak itu, ramen menyebar ke seluruh dunia.

Mi dalam ramen idealnya dimakan al dente dan tidak dibiarkan terlalu lama dalam kuah agar tidak lembek. Kuah ramen bisa berupa kotteri (kental) atau assari/paitan (ringan), dengan bahan kaldu dari tulang hewan hingga seafood kering.

Dua jenis ramen paling terkenal yakni ramen Kyushu yang memakai kuah tonkotsu, serta ramen Hokkaido dengan bumbu miso merah.

5. Tonkotsu Ramen (Rating 4,6 Bintang)

Tonkotsu ramen memiliki ciri kuah babi yang sangat kaya dan berlemak, dimasak lama hingga kolagen larut dan menghasilkan tekstur creamy. Sajian ini disertai mi segar, telur lembut, serta irisan pork belly.

Toppings lain meliputi daun bawang, rebung, nori, dan jagung manis. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kedai menambahkan mayu (minyak bawang putih atau wijen gosong) untuk memperkaya rasa.

6. Yokohama Iekei Ramen (Rating 4,6 Bintang)

Ramen khas Yokohama ini menggunakan mi tebal dengan kuah campuran tonkotsu dan kecap.

Hidangan yang muncul pada 1974 ini diciptakan oleh mantan sopir truk bernama Mr. Yoshimura yang membuka kedai ramen sendiri.

Toppings klasiknya antara lain chashu, rumput laut, daun bawang, dan bayam. Beberapa kedai menambahkan bawang putih cincang, sayuran awetan, wijen, dan lada hitam.

7. Soto Betawi (Rating 4,6 Bintang)

Soto Betawi, hidangan khas Jakarta, menggunakan daging dan jeroan yang dimasak perlahan dalam kuah santan yang diperkaya rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk purut, serta ketumbar.

Saat disajikan, Soto Betawi dilengkapi tomat, daun bawang, kecap manis, dan kerupuk emping. Hidangan ini lazim dijual di warung, restoran, hingga pedagang kaki lima. Soto Betawi biasanya disantap bersama nasi putih dan acar.

8. Caldo de Queso (Rating 4,6 Bintang)

Sup tradisional Meksiko ini terdiri dari kentang, cabai hijau, kaldu ayam, dan keju. Keju harus dimasukkan terakhir agar teksturnya meleleh sempurna tanpa menggumpal.

Biasanya Caldo de Queso disajikan bersama keripik tortilla jagung.

9. Empal Gentong (Rating 4,6 Bintang)

Empal gentong berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Hidangan ini memiliki kuah kuning kaya rempah dan dimasak dalam gentong, periuk tanah liat besar yang dipanaskan dengan kayu bakar, biasanya kayu jati atau mangga.

Isian empal gentong terdiri dari daging sapi dan jeroan seperti babat, usus, atau paru. Bumbu halusnya mencakup bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, lengkuas, jahe, dan kemiri. Tambahan santan membuat kuahnya semakin gurih.

Empal gentong sering disajikan dengan nasi atau lontong, dihias bawang goreng dan kucai. Secara historis, hidangan ini menjadi sajian perayaan dan acara keagamaan.

Meski banyak pedagang kini memakai panci logam, para penggemar hidangan tradisional menilai cita rasa terbaik tetap dihasilkan oleh gentong tanah liat.

10. Miso Ramen (Rating 4,5 Bintang)

Miso ramen dibuat dengan memanaskan campuran miso, kaldu, dan sayuran di dalam wajan (wok). Hidangan ini diberi topping tauge, daging cincang, bawang putih, jagung manis, dan kadang hasil laut seperti kepiting, scallop, atau cumi.

Miso ramen lahir pada tahun 1955 di Sapporo ketika pelanggan kedai Aji no Sanpei meminta agar mi dimasukkan ke dalam sup miso dan daging babi. 

Pada 1960-an, popularitasnya meningkat pesat hingga Sapporo dikenal sebagai surga pencinta ramen melalui kawasan Ramen Alley.

Daftar hidangan sup dan mi terbaik versi TasteAtlas ini memperlihatkan kekayaan kuliner dunia yang berakar pada tradisi, teknik memasak, dan cita rasa khas masing-masing budaya.

Mulai dari Lanzhou Lamian yang memperoleh rating sempurna hingga Empal Gentong dan Soto Betawi yang membanggakan kuliner Indonesia, ragam makanan ini menunjukkan bagaimana hidangan berbasis kuah tetap menjadi favorit lintas generasi dan negara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.