Top 19+ Dessert Tradisional Indonesia Terpopuler Versi TasteAtlas

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan kuliner terbesar di dunia. Tidak hanya makanan utama, aneka dessert Indonesia, mulai dari jajanan pasar hingga kue perayaan, juga mendapatkan perhatian internasional.
Situs kuliner global TasteAtlas merilis daftar Top 19 Indonesian Desserts yang menampilkan ragam sajian manis dari berbagai daerah di Nusantara.
Berikut daftar lengkapnya beserta penjelasan terperinci, sejarah, serta karakteristik masing-masing kudapan tradisional.
Pisang goreng merupakan makanan ringan sehari-hari yang sangat populer di seluruh Indonesia. Kudapan ini memiliki banyak versi, mulai dari pisang yang langsung digoreng hingga pisang yang dibalut adonan tepung sebelum digoreng hingga berwarna keemasan.
Di berbagai daerah, pisang goreng memiliki nama berbeda, misalnya godoh biu di Bali dan gedhang gorèng di Jawa. Pisang goreng juga masuk dalam kelompok jajanan gorengan, yakni aneka camilan yang digoreng dan dijajakan di gerobak pinggir jalan.
Versi modern pisang goreng biasanya disajikan dengan taburan gula halus, kayu manis, cokelat cair, selai, atau es krim. Hidangan serupa juga ditemukan di Singapura, Malaysia (kuih kodok), dan Filipina (maruya).
2. Klepon
Klepon adalah bola-bola ketan berwarna hijau yang berisi gula aren cair. Warna hijau berasal dari air pandan atau daun suji. Setelah direbus, klepon digulingkan dalam kelapa parut sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis sekaligus.
Klepon berasal dari Jawa, namun di Sumatra, Sulawesi, dan Malaysia lebih dikenal sebagai onde-onde atau buah melaka. Perlu dicatat bahwa di Jawa, istilah “onde-onde” justru merujuk pada bola wijen ala Tiongkok (jin deui).
Klepon lazim disajikan di atas daun pisang dan paling nikmat disantap ketika gula arennya masih cair.
3. Odading
Odading merupakan roti goreng manis khas Bandung. Adonannya terbuat dari tepung terigu, ragi, gula, susu, dan kadang telur. Setelah diuleni dan didiamkan hingga mengembang, adonan dibentuk kotak pipih lalu digoreng hingga mengembang dan berwarna keemasan.
Tekstur odading ringan dan berongga di bagian dalam, dengan kulit sedikit kenyal saat masih hangat. Nama odading diyakini muncul pada masa kolonial Belanda ketika unsur dapur Eropa berpadu dengan teknik memasak lokal.
Odading pernah viral secara nasional setelah sebuah video promosi menyebutnya sebagai “roti rasa Iron Man”.
4. Serabi
ilustrasi serabi berpori atau bersarang
Serabi adalah pancake tradisional berukuran kecil yang dibuat dari tepung beras dan santan. Kudapan ini tersedia dalam versi manis maupun gurih. Topping yang digunakan cukup beragam, mulai dari pisang, gula, oncom, hingga keju dan es krim untuk versi modern.Serabi terkenal di Bandung dan Solo. Biasanya disajikan dengan kuah kinca berbahan kelapa, durian, atau stroberi. Sajian serupa juga terdapat di Thailand dengan nama khanom khrok.
5. Kue Putu
Kue putu lazim dijual oleh pedagang keliling dengan suara khas dari alat kukusnya. Kue ini dibuat dari tepung beras ketan yang diberi aroma pandan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan bambu. Bagian tengahnya diberi gula merah yang akan meleleh setelah dikukus. Kue putu disajikan dengan taburan kelapa parut.
Versi serupa juga ditemukan di Malaysia dan Filipina. Beberapa pendapat menyebut kue putu terinspirasi dari hidangan India bernama puttu.
6. Dadar Gulung
Dadar gulung merupakan dadar tipis dari tepung beras yang diberi warna dan aroma pandan. Setelah matang, kulit dadar diisi dengan campuran kelapa parut, kayu manis, dan gula merah.
Selain Indonesia, kudapan ini juga populer di Malaysia, Singapura, dan Sri Lanka dengan nama berbeda.
7. Lapis Legit
Lapis legit atau spekkoek adalah kue lapis bercita rasa rempah yang muncul pada era kolonial Belanda. Kue mewah ini terkenal karena teknik pembuatannya yang rumit, yakni memanggang adonan tipis lapis demi lapis hingga membentuk pola berlapis yang rapi.
Bahan-bahannya meliputi mentega, gula, kuning telur, serta campuran rempah seperti kayu manis, pala, cengkih, dan kapulaga. Variasi modern kadang menambahkan keju, kismis, atau prune.
Karena proses pembuatannya sangat teliti, lapis legit kerap menjadi hidangan istimewa pada hari raya seperti Imlek, Lebaran, dan Natal.
8. Es Teler
Ilustrasi es teler versi jumbo, bisa disajikan hingga lima porsi.
Es teler merupakan dessert sekaligus minuman yang umumnya berisi alpukat, kelapa, nangka, susu kental manis, sirup, serta es serut. Es teler berasal dari Jawa dan sudah populer sejak 1960-an.Disajikan dalam mangkuk, es teler dinikmati menggunakan sendok karena isinya berupa potongan buah.
9. Kue Lapis
Berbeda dengan lapis legit, kue lapis adalah kue berlapis yang dibuat dari tepung beras, tepung tapioka, santan, dan gula. Kue lapis dikukus lapis demi lapis sehingga menghasilkan warna-warni cerah, umumnya merah muda, hijau, dan putih.
Teksturnya kenyal, lembut, dan aromanya khas santan. Kue ini dijual di pasar tradisional, acara keluarga, dan menjadi bagian penting dari hidangan jajanan pasar.
10. Kue Ape
Kue ape adalah jajanan kaki lima khas Jakarta yang memiliki bentuk unik: bagian tengahnya tebal dan lembut, sementara sisinya tipis dan renyah. Warnanya biasanya hijau muda karena diberi pandan.
Kue ape dimasak dalam wajan cekung kecil sehingga menghasilkan pinggiran renyah yang khas. Kudapan ini sangat populer di sekitar sekolah dan pasar tradisional.
11. Getuk
Getuk adalah makanan dari singkong rebus yang dilumatkan lalu diberi gula. Variannya antara lain getuk lindri yang dicetak memanjang dengan warna pastel serta getuk uli yang lebih liat karena dicampur ketan dan santan.
Getuk banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam jajanan pasar.
12. Nagasari
Nagasari adalah kue basah dari tepung beras, santan, dan gula yang diberi potongan pisang di tengahnya. Adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga aromanya harum.
Teksturnya lembut seperti puding padat, dan sangat populer di Jawa maupun Sumatra.
13. Kolak
Ilustrasi kolak labu kuning atau waluh dengan pelengkap kolang-kaling dan kurma.
Kolak merupakan hidangan manis berbahan dasar santan, gula merah, dan daun pandan. Isinya bisa berupa pisang, ubi, labu, atau kolang-kaling. Kolak sangat identik dengan bulan Ramadan sebagai takjil untuk berbuka puasa.Rasa kolak berpadu antara manis karamel dari gula jawa dan gurih santan.
14. Kue Cucur
Kue cucur adalah kue goreng dari tepung beras dan gula aren. Bagian tengahnya tebal dan kenyal, sementara pinggirannya tipis dan renyah. Kue ini membutuhkan teknik memasak yang presisi untuk mendapatkan bentuk “mahkota” yang sempurna.
Kue cucur juga dikenal di Malaysia dan Thailand.
15. Klappertaart
Berakar dari tradisi Belanda, klappertaart adalah puding kelapa khas Manado. Bahan dasarnya antara lain daging kelapa muda, susu, mentega, telur, tepung, gula, serta kayu manis dan kismis. Ada versi panggang dan versi dingin tanpa oven.
Rasanya kaya, lembut, dan aromatik. Kini klappertaart banyak dijual sebagai oleh-oleh dari Manado.
16. Laklak
Laklak adalah kue kecil khas Bali yang dibuat dari tepung beras dan santan. Warna hijaunya berasal dari pandan. Laklak dimasak di atas cetakan tanah liat dan disajikan dengan kelapa parut serta sirup gula merah.
Kue ini umum ditemukan di pasar tradisional Bali.
17. Wingko Babat
Wingko atau wingko babat adalah kue kelapa panggang dari Jawa. Bahan utamanya kelapa parut, tepung ketan, dan gula. Teksturnya kenyal dan aromanya kuat karena panggangan ringan di bagian luar.
Wingko banyak dijual sebagai oleh-oleh, terutama di Semarang.
18. Bubur Kacang Hijau
Bubur kacang hijau dibuat dari kacang hijau yang dimasak dengan gula merah lalu disiram santan. Hidangan ini bisa disajikan panas maupun dingin. Beberapa daerah menambahkan ketan atau susu kental manis.
Rahasia bubur kacang hijau yang enak adalah kacang yang tetap utuh namun lembut.
19. Wajik
Wajik adalah kue beras ketan yang dimasak dengan gula merah, santan, dan daun pandan. Setelah matang, adonan dipadatkan lalu dipotong bentuk wajik (belah ketupat).
Wajik banyak disajikan pada pernikahan atau upacara adat di Jawa, Malaysia, dan Brunei.
Daftar 19 dessert Indonesia versi TasteAtlas menunjukkan betapa kayanya kuliner tradisional Indonesia, mulai dari kue beras, olahan kelapa, dessert berbasis gula merah, hingga hidangan perayaan seperti lapis legit.
Keragaman ini menjadi bukti bahwa jajanan pasar dan makanan manis Indonesia memiliki sejarah panjang, teknik unik, serta nilai budaya yang tidak kalah dengan kuliner mancanegara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang