Top 7+ Rempah Asli Indonesia yang Paling Disukai Dunia Versi TasteAtlas
Indonesia sejak lama dikenal sebagai surga rempah.
Bahkan, sejarah perdagangan dunia pernah berputar karena kekayaan rempah Nusantara.
Kini, popularitas itu kembali mendapat sorotan setelah platform kuliner global TasteAtlas merilis daftar rempah dan herbal terbaik dari Indonesia.
Dalam daftar Best Rated Herbs and Spices in Indonesia yang diperbarui (17/5/26), sejumlah rempah asli Indonesia masuk sebagai bahan paling ikonik dan banyak digunakan dalam kuliner dunia.
Berikut tujuh rempah asli Indonesia yang paling disukai dunia versi TasteAtlas.
1. Lengkuas (Galangal)
Ilustrasi lengkuas atau laos segar.
Galangal menjadi rempah Indonesia dengan rating tertinggi dalam daftar tersebut. Rempah ini masih satu keluarga dengan jahe, tetapi punya aroma yang lebih tajam dan citrusy.
TasteAtlas menyebut lengkuas sebagai bahan penting dalam masakan Thailand dan Indonesia, terutama untuk kari, sup, hingga bumbu rendang. Lengkuas juga dikenal memiliki manfaat kesehatan seperti membantu pencernaan dan mengurangi mual.
Di Indonesia sendiri, lengkuas hampir selalu hadir dalam hidangan seperti gulai, opor, semur, dan aneka tumisan tradisional.
2. Andaliman

Andaliman sering dijuluki sebagai “merica Batak”. Rempah khas Sumatera Utara ini terkenal karena sensasi getir dan kebas di lidah, mirip Sichuan pepper dari China.
Menurut TasteAtlas, andaliman memiliki aroma citrus yang kuat dengan sentuhan herbal liar. Rempah ini menjadi elemen penting dalam masakan Batak seperti arsik dan saksang.
Kini, andaliman mulai dilirik chef internasional karena cita rasanya dianggap unik dan eksotis.
3. Kemukus (Cubeb Pepper)
Kemukus dan Cabai Jawa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cubeb merupakan lada khas Pulau Jawa yang sudah dikenal sejak era perdagangan rempah kuno.
TasteAtlas menjelaskan bahwa cubeb memiliki rasa pahit segar dengan sedikit sensasi pedas. Rempah ini sering digunakan dalam campuran kari, tagine, hingga racikan rempah Timur Tengah.
Pada masa lalu, kemukus juga populer sebagai bahan pengobatan tradisional dan parfum alami.
4. Daun Salam
Daun salam menjadi salah satu rempah yang dapat dimanfaatkan untuk menurunan kolesterol.
Daun salam ternyata berbeda dengan bay leaf khas Eropa. Daun ini berasal dari tanaman Syzygium polyanthum dan menjadi bumbu wajib dalam banyak masakan Nusantara.
TasteAtlas menyebut daun salam punya aroma khas dengan sedikit sentuhan kayu manis. Biasanya digunakan untuk memperkaya rasa nasi goreng, semur, sayur lodeh, hingga rendang.
Meski sederhana, daun salam menjadi salah satu identitas kuat masakan Indonesia.
5. Kecombrang
Ilustrasi kecombrang.
Kecombrang atau torch ginger dikenal karena aroma segarnya yang khas. Bunga ini sering digunakan dalam sambal, pecel, hingga hidangan ikan.
TasteAtlas menyebut kecombrang memiliki rasa floral, sedikit asam, dan segar sehingga sulit digantikan oleh rempah lain. Dalam kuliner Batak, kecombrang juga menjadi bahan utama arsik ikan mas.
Selain untuk memasak, tanaman ini juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan tradisional.
6. Pala
Ilustrasi pala. Penyakit yang bisa diatasi dengan makan pala
Nutmeg merupakan salah satu rempah paling bersejarah dari Indonesia. Kepulauan Maluku bahkan pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia pada abad ke-16.
Dalam daftar rempah dunia versi TasteAtlas, pala Indonesia masih dianggap sebagai salah satu produk rempah premium dengan aroma hangat dan manis yang khas.
Pala sering digunakan untuk kue, minuman hangat, saus, hingga campuran masakan gurih.
7. Cengkeh
Ilustrasi cengkeh. FDA menemukan cesium-137 pada produk cengkeh Indonesia. Impor dari PT NJS diblokir, dan pemerintah segera melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Clove menjadi rempah legendaris Indonesia yang sangat dikenal di pasar global. Aroma kuat dan rasa hangatnya membuat cengkeh banyak dipakai dalam makanan, minuman, hingga industri parfum.
Sejarah mencatat bahwa rempah ini menjadi salah satu alasan bangsa Eropa datang ke Nusantara berabad-abad lalu. Hingga sekarang, Indonesia masih menjadi salah satu produsen cengkeh terbesar dunia.
Cengkeh juga menjadi bahan penting dalam berbagai hidangan tradisional dan minuman herbal.
Popularitas rempah Indonesia menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara masih memiliki daya tarik besar di mata dunia.
Meski begitu, sejumlah pengguna internet juga mengingatkan bahwa ranking TasteAtlas tetap bersifat opini berbasis rating pengguna dan bukan standar mutlak dunia kuliner.
Namun satu hal yang pasti, rempah-rempah Indonesia tetap menjadi bagian penting dari identitas kuliner global. Dari lengkuas hingga andaliman, semuanya menghadirkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di negara lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang