Soto Betawi Kalahkan Ramen di Daftar Sup Terbaik Dunia versi TasteAtlas

Taste Atlas, sup terbaik di dunia, Soto Betawi, sup terbaik dunia, sup terbaik dunia dari indonesia, taste atlas, taste atlas 2025, Sup terbaik dunia, Soto Betawi Kalahkan Ramen di Daftar Sup Terbaik Dunia versi TasteAtlas, 1. Vori-vori – Paraguay (4,8 bintang), 2. Soto Betawi – Jakarta, Indonesia (4,7 bintang), 3. Ohn no Khao Swè – Myanmar (4,7 bintang), 4. Ramen – Jepang (4,6 bintang), 5. Tonkotsu Ramen – Fukuoka, Jepang (4,6 bintang), 6. Yokohama-Style Ramen – Yokohama, Jepang (4,6 bintang), 7. Kaleh Pacheh – Iran (4,6 bintang), 8. Miso Ramen – Sapporo, Jepang (4,5 bintang), 9. Hakata Ramen – Fukuoka, Jepang (4,5 bintang), 10. Beef Pho – Vietnam (4,5 bintang)

Situs kuliner internasional Taste Atlas merilis daftar 100 sup terbaik di dunia berdasarkan penilaian pengguna. Dalam kategori ini, sejumlah makanan tradisional dari berbagai negara masuk dalam peringkat teratas.

Yang membanggakan, Soto Betawi asal Jakarta, Indonesia berhasil menempati posisi kedua dengan rating bintang 4,7.

Berikut daftar 10 besar sup terbaik dunia versi Taste Atlas, lengkap dengan asal-usul dan keunikan masing-masing hidangan:

1. Vori-vori – Paraguay (4,8 bintang)

Vori-vori atau bori-bori adalah sup khas Paraguay yang kaya rasa dan bergizi. Sup ini terbuat dari kaldu daging sapi atau ayam, bola-bola adonan jagung dan keju, serta aneka sayuran seperti wortel, seledri, dan bawang.

Rempah-rempah seperti daun salam, cengkeh, peterseli, serta tambahan saffron memberi warna emas dan aroma khas.

Makanan ini sangat populer saat musim dingin, meskipun juga kerap dinikmati pada musim panas. Biasanya disajikan hangat dengan taburan peterseli dan keju parmesan parut di sisi mangkuk. Nama vori sendiri berarti “bola,” merujuk pada bentuk bola-bola jagung di dalam sup.

2. Soto Betawi – Jakarta, Indonesia (4,7 bintang)

Soto Betawi merupakan kuliner khas Jakarta yang berbahan dasar daging sapi dan jeroan. Semua bahan direbus dalam kuah santan yang kaya akan rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar.

Sup ini umumnya disajikan bersama potongan tomat, daun bawang, kerupuk emping, serta sambal dan kecap manis. Soto Betawi biasa disantap dengan nasi putih dan acar timun, dan menjadi sajian favorit di banyak warung kaki lima hingga restoran ternama di Ibu Kota.

3. Ohn no Khao Swè – Myanmar (4,7 bintang)

Ohn no khao swè, yang berarti “mie dengan santan,” adalah sup khas Myanmar yang terdiri dari mie telur rebus dan ayam berbumbu kari dalam kuah santan kental.

Sup ini sering kali diperkaya dengan tepung kacang arab dan berbagai pelengkap seperti telur rebus, mie goreng renyah, fritter kacang, bawang rendam, jeruk nipis, dan sambal khas Myanmar (ngapi). Sajian ini sangat populer sebagai street food di Myanmar, dan dapat ditemukan di warung kecil hingga hotel.

4. Ramen – Jepang (4,6 bintang)

Ramen merupakan sup mie Jepang yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1910 oleh imigran Tiongkok. Mie-nya kenyal dan berwarna kuning cerah karena menggunakan air mineral beralkali (kansui).

Pada tahun 1958, perusahaan Nissin merilis ramen instan pertama bernama Chickin Ramen. Saat ini, ramen telah menjadi makanan global, dengan kuah bervariasi dari yang ringan (assari) hingga yang kaya lemak (kotteri), berbasis kaldu tulang hewan atau seafood.

5. Tonkotsu Ramen – Fukuoka, Jepang (4,6 bintang)

Tonkotsu ramen berasal dari Fukuoka, Jepang, dan dikenal dengan kaldu babi yang dimasak lama hingga menghasilkan kuah kental dan berwarna putih susu. Disajikan bersama mie, telur rebus setengah matang, serta irisan perut babi (pork belly) yang empuk.

Topping tambahan seperti daun bawang, nori, jagung manis, dan mayu (minyak bawang hitam) menambah kedalaman rasa. Hidangan ini menjadi salah satu ikon ramen Jepang paling populer.

6. Yokohama-Style Ramen – Yokohama, Jepang (4,6 bintang)

Disebut juga iekei ramen, sup ini diciptakan oleh mantan sopir truk bernama Yoshimura di Yokohama pada 1974. Kuahnya adalah perpaduan kaldu tonkotsu dengan kecap asin, disajikan dengan mie tebal, chashu (daging babi panggang), bayam, dan nori.

Tersedia juga pelengkap seperti bawang putih cincang, biji wijen, acar, dan lada hitam. Nama “iekei” berarti rumahan, mencerminkan gaya sederhana dan memuaskan dari ramen ini.

7. Kaleh Pacheh – Iran (4,6 bintang)

Kaleh pacheh merupakan sup tradisional Iran yang dibuat dari kepala dan kaki domba. Makanan ini dimasak perlahan dengan bawang, kunyit, dan rempah lainnya hingga menghasilkan kaldu kaya kolagen.

Disajikan pada pagi hari sebagai sarapan bergizi tinggi, biasanya dengan roti, sayuran segar, dan acar. Sup ini memiliki tekstur unik dan cita rasa gurih yang khas.

8. Miso Ramen – Sapporo, Jepang (4,5 bintang)

Miso ramen berasal dari Sapporo dan dibuat dengan menumis miso, kaldu, dan sayuran dalam wajan sebelum dituangkan ke dalam mangkuk. Dilengkapi dengan taoge, potongan babi, jagung manis, dan kadang seafood lokal seperti kepiting atau cumi.

Ramen ini populer sejak 1955 dan menjadi ikon kuliner di kawasan Ramen Alley Sapporo yang terkenal.

9. Hakata Ramen – Fukuoka, Jepang (4,5 bintang)

Hakata ramen adalah versi lain dari ramen tonkotsu dengan mie tipis dan lurus. Kaldu babinya sangat kaya, hanya diberi bumbu garam (shio) atau kecap asin (shoyu). Disajikan dengan irisan chashu, jamur kuping, acar jahe, telur ramen, dan beni shōga (acar merah).

Ramen ini berasal dari distrik Hakata, yang kini menjadi bagian dari kota Fukuoka, Jepang.

10. Beef Pho – Vietnam (4,5 bintang)

Pho daging sapi merupakan ikon kuliner Vietnam yang terdiri dari kaldu sapi yang dibuat dari tulang, buntut, dan leher, disajikan dengan mie beras dan potongan daging seperti brisket, flank, dan tendon.

Rempah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan adas bintang memberi aroma khas. Pelengkap seperti tauge, irisan cabai, dan jeruk nipis disajikan terpisah agar bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

Daftar sup terenak ini menegaskan bahwa makanan tradisional tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat. Dari Soto Betawi Indonesia hingga Vori-vori Paraguay, semua menunjukkan kekayaan rasa dan keberagaman kuliner dunia.