Soto Betawi Masuk Daftar Sup Terbaik Dunia, Gulai dan Rawon Juga Bersaing di Taste Atlas
- Soto Betawi, Sup Daging Khas Jakarta yang Mendunia
- Gulai, Kari Kental dari Nusantara
- Empal Gentong, Sup Klasik Cirebon Bernuansa Tradisional
- Rawon, Sup Hitam Khas Surabaya yang Mendunia
- Soto Lamongan, Sup Ayam dengan Koya Khas Jawa Timur
- Laksa: Sup Mie Pedas Favorit Asia Tenggara
- Soto, Warisan Soto Nusantara

Kabar membanggakan datang dari dunia kuliner Indonesia. Dalam daftar "100 Best Soups in the World" versi situs kuliner dunia Taste Atlas, sejumlah hidangan berkuah khas Indonesia masuk dalam peringkat bergengsi tersebut.
Soto Betawi menjadi bintang utama dengan menempati posisi kedua dunia dengan rating 4,7 bintang, mengungguli banyak sup ikonik lainnya dari berbagai negara.
Soto Betawi, Sup Daging Khas Jakarta yang Mendunia
Menurut Taste Atlas, Soto Betawi merupakan sup daging sapi yang kaya rasa, terdiri dari potongan daging dan jeroan yang dimasak perlahan dalam kuah santan yang dibumbui berbagai rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk purut, dan ketumbar.
Saat disajikan, soto ini dilengkapi dengan berbagai pelengkap seperti tomat, daun bawang, kecap manis, dan kerupuk emping. Hidangan ini diyakini berasal dari Jakarta dan menjadi ciri khas masyarakat Betawi.
“Soto Betawi adalah salah satu makanan paling populer di Jakarta, biasanya dijajakan di warung kaki lima, restoran, atau tempat makan ala pedagang keliling,” tulis Taste Atlas.
Hidangan ini umumnya disantap bersama nasi putih dan acar timun wortel sebagai pelengkap.
Gulai, Kari Kental dari Nusantara
Masuk di peringkat ke-13 dengan 4,5 bintang, gulai dikenal sebagai sup kental dan pedas yang menyerupai kari. Bahan utamanya sangat beragam, mulai dari daging, jeroan, makanan laut, hingga sayuran.
Gulai dimasak dalam campuran santan dan bumbu rempah seperti kunyit, ketumbar, lengkuas, dan cabai, menghasilkan kuah kental berwarna kuning keemasan.
Hidangan ini diyakini berasal dari Sumatra, yang mendapat pengaruh kuat dari kuliner India, namun kini dapat ditemukan di seluruh Indonesia.
Gulai biasa disajikan dengan nasi putih dan menjadi sajian utama di warung tradisional maupun pusat jajanan.
Empal Gentong, Sup Klasik Cirebon Bernuansa Tradisional
Di posisi 21 dengan rating 4,5 bintang, Empal Gentong mewakili kuliner khas Cirebon, Jawa Barat. Sup daging ini menonjol berkat penggunaan jeroan, santan, dan proses memasak dalam "gentong" atau pot tanah liat di atas api kayu bakar.
Bahan-bahan seperti daging sapi, babat, usus, dan paru dimasak dalam kuah kuning berbumbu bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar, lengkuas, jahe, dan kemiri. Kuahnya yang kaya ditambah taburan bawang goreng dan daun kucai membuat empal gentong menjadi hidangan yang kompleks namun menggugah selera.
“Cirebon berada di persimpangan pengaruh kuliner Jawa dan Sunda, dan empal gentong mencerminkan pertemuan ini,” jelas Taste Atlas.
Dahulu, hidangan ini disajikan saat acara besar dan kini menjadi ikon kuliner jalanan.
Rawon, Sup Hitam Khas Surabaya yang Mendunia
Masuk di peringkat 34 dengan 4,4 bintang, Rawon berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Sup daging berkuah hitam ini dikenal berkat penggunaan kluwek—buah berwarna hitam yang harus difermentasi terlebih dahulu karena mengandung racun jika dimakan mentah.
Kluwek inilah yang memberi warna gelap dan rasa khas rawon yang asam dan gurih. Daging sapi dimasak perlahan bersama rempah seperti daun jeruk, serai, jahe, dan cabai, lalu disajikan dengan nasi putih, telur asin, taoge, dan sambal.
Awalnya rawon dianggap makanan rakyat, namun kemudian populer di kalangan bangsawan dan kini menjadi menu wajib di banyak restoran tradisional Indonesia.
Soto Lamongan, Sup Ayam dengan Koya Khas Jawa Timur
Peringkat 45 diraih oleh Soto Lamongan dengan nilai 4,5 bintang. Sup ayam ini berasal dari Lamongan, Jawa Timur, dan dikenal dengan kuah bening kuning yang harum karena penggunaan kunyit.
Yang membedakan soto ini adalah taburan koya, yakni bubuk gurih dari campuran bawang putih goreng dan kerupuk udang. Soto Lamongan biasanya disajikan dengan nasi, suwiran ayam, telur rebus, kol, taoge, bihun, perasan jeruk nipis, dan sambal.
Rasa gurih dan segar menjadikannya pilihan sarapan atau makan siang favorit masyarakat, baik di warung, rumah makan, hingga rumah tangga.
Laksa: Sup Mie Pedas Favorit Asia Tenggara
Masuk di posisi 55 dengan 4,3 bintang, Laksa dikenal di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sup mi ini memiliki dua varian terkenal, yakni asam laksa berbasis asam jawa, dan kari laksa berbasis santan.
Laksa sering disantap sebagai hidangan utama di pusat jajanan (hawker center), dengan cita rasa kuat dan tekstur kuah yang kental. Di Indonesia, laksa hadir dalam berbagai bentuk seperti Laksa Betawi dan Laksa Bogor.
Soto, Warisan Soto Nusantara
Di posisi 57 dengan 4,3 bintang, muncul soto dengan ikonik Soto Kesawan dari Medan, mewakili keberagaman jenis soto di Nusantara. Di Indonesia, soto memiliki banyak nama tergantung daerah, seperti Coto Makassar atau Tauto Pekalongan.
Meskipun diyakini berasal dari Jawa, soto berkembang mengikuti bahan dan tradisi lokal. Soto kerap disajikan dengan telur rebus, jeroan bakar, tahu goreng, sambal, atau kecap.
Soto dianggap makanan penghangat tubuh dan kenyamanan, serta populer di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Malaysia, Singapura, dan Brunei.