Top 10+ Minuman Indonesia Terpopuler Versi TasteAtlas, dari Kopi Luwak hingga Soda Gembira

minuman khas indonesia, taste atlas, TasteAtlas 2025, taste atlas 2025, tasteatlas 2025 best food, daftar minuman Indonesia TasteAtlas, minuman populer Indonesia versi taste atlas, 10 Minuman Indonesia Terpopuler Versi TasteAtlas, dari Kopi Luwak hingga Soda Gembira, 1. Kopi Luwak – Bintang 3,9, 2. Bandrek – Bintang 3,8, 3. Kopi Tubruk – Bintang 3,8, 4. Bajigur – Bintang 3,5, 5. Wedang Jahe – Bintang 3,9, 6. Sekoteng – Bintang 3,7, 7. Ginseng Coffee – Bintang 3,5, 8. Soda Gembira, 9. Jamu – Bintang 4,1, 10. Kopi Joss – Bintang 3,3

Situs kuliner global TasteAtlas kembali merilis daftar most popular Indonesian drinks atau minuman Indonesia terpopuler.

Dalam daftar terbaru ini, ada sepuluh minuman khas Nusantara yang mendapat penilaian tinggi, mulai dari kopi luwak, bandrek, hingga jamu.

Daftar ini menampilkan ragam minuman tradisional Indonesia dari berbagai daerah dengan rating bintang serta penjelasan lengkap mengenai asal-usul, bahan baku, hingga popularitasnya.

1. Kopi Luwak – Bintang 3,9

Kopi luwak kembali menduduki peringkat teratas daftar most popular Indonesian drinks. Minuman ini kerap disebut sebagai salah satu kopi termahal di dunia.

Kopi luwak dibuat dari biji kopi yang dimakan, dicerna, lalu dikeluarkan kembali melalui feses musang luwak, hewan sejenis kucing liar yang hidup di Asia Tenggara. Setelah dipungut, biji dibersihkan, disangrai, lalu digiling.

TasteAtlas menjelaskan bahwa proses pencernaan luwak diduga mengurangi astringensi biji kopi sehingga menghasilkan karakter rasa yang lebih lembut, halus, dan kurang pahit.

“Kopi ini konon ditemukan pada abad ke-19 ketika petani lokal dilarang memanen kopi untuk konsumsi mereka sendiri,” tulis TasteAtlas.

Para petani saat itu menemukan biji kopi yang tidak tercerna dalam kotoran luwak dan mulai menggunakannya untuk membuat kopi.

Meski populer secara global, kopi luwak menuai kritik terkait praktik produksi.

Karena hampir mustahil mengandalkan luwak liar, banyak produsen yang memelihara hewan dalam kandang bahkan memaksa mereka makan berlebih. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai kesejahteraan hewan dan keberlangsungan populasi luwak.

Popularitasnya tetap tinggi, tetapi tidak sedikit yang menilai hype kopi luwak tidak sebanding dengan harganya, yang dapat mencapai 80 dolar AS per cangkir.

2. Bandrek – Bintang 3,8

Minuman tradisional bandrek dari Sunda, Jawa Barat, menempati posisi berikutnya. Bandrek dikenal sebagai minuman penghangat tubuh, terutama di daerah pegunungan dan saat musim hujan.

Bandrek dibuat dari ginger base atau rebusan jahe segar dan gula aren, lalu diperkaya dengan rempah seperti kayu manis, cengkeh, pandan, serai, hingga lada hitam.

Beberapa variasi menambahkan santan atau daging kelapa muda untuk rasa lebih lembut.

Dalam budaya Sunda, bandrek bukan sekadar minuman, tetapi simbol kehangatan dan keramahan. Minuman ini umum disajikan kepada tamu atau dinikmati bersama keluarga sebagai penghangat alami.

3. Kopi Tubruk – Bintang 3,8

Kopi tubruk merupakan salah satu minuman kopi paling populer di Indonesia, terutama di Jawa.

Cara penyajiannya sederhana: bubuk kopi halus atau medium diseduh langsung dengan air mendidih dan didiamkan hingga ampas mengendap.

Sebagian besar penyuka kopi tubruk menambahkan gula yang dicampur langsung dengan bubuk kopi sebelum diseduh.

TasteAtlas menyebut metode ini kemungkinan diperkenalkan oleh pedagang Timur Tengah karena teknik dan cita rasanya mirip kopi Turki (Greek coffee).

Kopi tubruk dapat ditemukan di rumah-rumah, warung kopi, dan kios kaki lima (warkop).

4. Bajigur – Bintang 3,5

Minuman manis dan hangat asal Sunda ini berbahan dasar santan dan gula aren. Bajigur memiliki aroma khas dari paduan jahe dan daun pandan, menghasilkan rasa manis beraroma lembut dan hangat.

Variasi lain menambahkan sedikit garam atau kopi untuk memberi sensasi rasa yang lebih kompleks. Bajigur biasanya dinikmati bersama jajanan tradisional seperti pisang rebus, ubi, atau kue-kue sederhana.

Dulunya bajigur dijajakan oleh pedagang keliling yang membawa tungku portabel. Kini, bajigur juga hadir dalam bentuk instan kemasan.

5. Wedang Jahe – Bintang 3,9

Minuman tradisional Jawa ini merupakan salah satu minuman jahe Indonesia yang paling dikenal. Wedang jahe dibuat dengan merebus irisan jahe segar bersama gula aren, kayu manis, cengkeh, pandan, atau serai.

Wedang jahe dikenal sebagai minuman penghangat tubuh, sering disajikan pada malam hari atau musim hujan.

Dalam budaya Jawa, wedang jahe lekat dengan makna keramahan dan kesehatan sehari-hari, serta menjadi bagian dari tradisi jamu.

Jahe biasanya digeprek atau diiris tipis untuk memaksimalkan ekstraksi aromanya, sementara gula aren memberi rasa manis-karamel yang seimbang dengan pedasnya jahe.

6. Sekoteng – Bintang 3,7

Sekoteng merupakan minuman hangat berbahan dasar jahe yang populer di Jawa Tengah, khususnya Semarang dan Solo.

Ciri khas sekoteng adalah isiannya yang beragam, seperti kacang tanah, kacang hijau, roti tawar dadu, dan mutiara tapioka. Minuman ini umum dijajakan pedagang gerobak yang berkeliling pada malam hari.

Aromanya berasal dari jahe, gula, dan rempah seperti pandan atau serai. Sekoteng menjadi pilihan favorit untuk menghangatkan tubuh di malam hari atau saat hujan.

7. Ginseng Coffee – Bintang 3,5

Ginseng coffee adalah kombinasi antara kopi dan ginseng, akar herbal yang telah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional Asia.

Menurut TasteAtlas, minuman ini pertama kali diproduksi dalam skala komersial pada 1994 oleh perusahaan Indonesia, Citra Nusa Insan Cemerlang. Kini, ginseng coffee populer di berbagai negara, termasuk Italia.

Minuman ini umumnya dibuat dengan mencampurkan ekstrak ginseng ke dalam kopi. Rasanya cenderung earthy dan sedikit pahit, sehingga beberapa produsen menambah pemanis atau krimer. Versi instan ginseng coffee banyak dijual di pasaran.

8. Soda Gembira

Soda gembira adalah minuman manis dan berkarbonasi yang populer di seluruh Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatra.

Minuman ini dibuat dari campuran susu kental manis, sirup berwarna merah, biasanya stroberi atau mawar, dan air soda. Perpaduan ini menghasilkan rasa manis creamy dengan sensasi segar dari soda.

Soda gembira identik dengan suasana ceria, sering disajikan saat acara keluarga, kumpul santai, hingga berbuka puasa pada bulan Ramadan. Beberapa pedagang menambahkan topping seperti jelly atau buah-buahan.

9. Jamu – Bintang 4,1

Jamu merupakan minuman herbal tradisional Indonesia yang dibuat dari rempah-rempah seperti kunyit, jahe, tamarind, temulawak, lengkuas, dan serai.

Jamu dikenal sebagai minuman berkhasiat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mengatasi berbagai keluhan ringan.

Tradisi jamu sudah ada ratusan tahun dan sangat kental di Jawa. Pembuat dan penjual jamu tradisional dikenal dengan sebutan jamu gendong, yang menjajakan jamu dari kampung ke kampung. Kini, jamu diproduksi dalam bentuk modern seperti serbuk, kapsul, dan minuman botol siap minum.

10. Kopi Joss – Bintang 3,3

Minuman khas Yogyakarta ini dikenal karena cara penyajiannya yang unik, yaitu memasukkan arang panas menyala ke dalam secangkir kopi hitam.

Kopi joss berasal dari kultur angkringan Yogyakarta sejak 1960–1970-an. Nama “joss” berasal dari suara “ssss…” ketika arang membara dicelupkan ke dalam kopi.

Kopi ini menggunakan robusta bubuk halus, dicampur gula, kemudian diberi sebongkah arang panas dari batok kelapa atau kayu keras. Banyak penikmat kopi joss percaya arang membantu mengurangi rasa asam dan memberikan aroma smokey.

Meski penyajiannya unik, kopi joss tetap diminum seperti kopi biasa. Arang biasanya diangkat sebelum disajikan atau dibiarkan hingga kopi habis.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.