Top 10+ Kudapan Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, dari Batagor hingga Roti Canai Malaysia

kudapan, taste atlas, kudapan terbaik di dunia, snack terbaik dunia, kudapan terbaik dunia, 10 Kudapan Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, dari Batagor hingga Roti Canai Malaysia, 1. Guotie – Dumpling Pan-Fried Khas China (4,7 Bintang), 2. Hamamatsu Gyoza – Jepang (4,7 Bintang), 3. Roti Canai – Malaysia & Asia Tenggara (4,6 Bintang), 4. Batagor – Indonesia (4,6 Bintang), 5. Kepta Duona – Lithuania (4,6 Bintang), 6. Karantika atau Calienté – Aljazair & Maroko (4,6 Bintang), 7. Gyoza Jepang  (4,5 Bintang), 8. Khachapuri – Roti Keju Khas Georgia (4,5 Bintang), 9. Sfiha – Meat Pie Khas Timur Tengah (4,5 Bintang), 10. Pão de Queijo – Roti Keju Brasil (4,5 Bintang)

TasteAtlas kembali merilis daftar kudapan terbaik dunia dengan penilaian tinggi, mulai dari dumpling pan-fried khas China hingga roti keju populer asal Brasil.

Dalam daftar ini, sejumlah makanan mendapat rating antara 4,5 hingga 4,7 bintang, menunjukkan popularitas dan kualitas rasa yang diakui para penikmat kuliner internasional.

Artikel ini merangkum 10 kudapan terbaik versi TasteAtlas, lengkap dengan karakteristik, bahan utama, teknik memasak, hingga sejarahnya.

1. Guotie – Dumpling Pan-Fried Khas China (4,7 Bintang)

Guotie adalah varian pan-fried dari jiaozi, dumpling tradisional Tiongkok yang populer di kawasan China Utara. Isiannya terdiri dari daging babi cincang, kubis Cina, daun bawang, jahe, rice wine, dan minyak wijen.

Teknik memasaknya khas: bagian bawah dumpling digoreng terlebih dahulu, lalu ditambahkan sedikit air sebelum penggorengan ditutup, sehingga bagian atas dan isian akan mengukus dengan sempurna.

Metode ini menghasilkan tekstur renyah di bawah dan lembut di bagian atas.

Guotie memiliki bentuk panjang dan lurus agar dapat berdiri tegak di wajan tanpa terjatuh. Nama guotie secara harfiah berarti “pot sticks”, sehingga di Amerika Utara dumpling ini dikenal sebagai potstickers.

Diketahui, referensi pertama tentang guotie muncul pada Dinasti Song, dan saat ini guotie menjadi salah satu street food paling populer, biasa disajikan dengan saus celup.

2. Hamamatsu Gyoza – Jepang (4,7 Bintang)

Hamamatsu gyoza adalah varian gyoza khas Jepang yang menggunakan isian kubis, bawang, daging babi, dan bumbu pilihan.

Keunikannya ada pada teknik memasak hanetsuke, yaitu menata gyoza berbentuk lingkaran agar menjadi satu kesatuan crispy di bagian bawah.

Hamamatsu gyoza sangat populer disajikan dengan topping tauge, memberikan sensasi segar pada dumpling yang gurih dan renyah.

3. Roti Canai – Malaysia & Asia Tenggara (4,6 Bintang)

Roti canai adalah roti datar pan-fried yang berasal dari tradisi India tetapi kini identik dengan Malaysia, Indonesia, Brunei, hingga Thailand.

Adonannya terbuat dari tepung, air, telur, dan ghee, lalu dilipat berulang kali hingga menghasilkan tekstur berlapis, lembut di dalam, renyah di luar.

Roti canai umumnya disajikan dengan kari, tetapi juga dapat menjadi hidangan utama dengan berbagai isian seperti telur, bawang, pisang, sarden, keju, mi instan Maggi, hingga sayuran.

Varian tanpa isian biasanya disajikan dengan topping telur goreng, kacang, atau kacang lentil.

Varian paling terkenal adalah martabak, roti tebal berisi daging, bawang, telur, dan rempah. Di Singapura, roti serupa dikenal sebagai roti prata, dan banyak dijual di kedai mamak.

4. Batagor – Indonesia (4,6 Bintang)

Batagor (bakso tahu goreng) merupakan salah satu makanan khas Indonesia paling terkenal dan mendapat rating tinggi.

Kudapan ini berupa dumpling ikan goreng yang terinspirasi kuliner Tionghoa tetapi memiliki karakter Indonesia yang kuat karena digoreng, bukan dikukus.

Ikan yang biasa digunakan adalah ikan wahoo, tetapi variasi dengan tuna, makarel, hingga udang juga umum ditemukan. Batagor sering disajikan dengan tambahan kentang, tahu, atau kubis.

Setelah digoreng, batagor dipotong kecil dan disiram saus kacang, kecap, cabai, serta sedikit air jeruk limau.

Makanan ini berasal dari Bandung pada 1980-an, dan kini menjadi jajanan yang mudah ditemui di seluruh Indonesia, baik dari pedagang kaki lima hingga restoran.

5. Kepta Duona – Lithuania (4,6 Bintang)

Kepta duona adalah makanan ringan khas Lithuania berupa roti gandum hitam yang dipotong tipis dan digoreng hingga renyah.

Biasanya roti digosok bawang putih, atau diberi topping modern seperti keju atau mayones.

Kudapan ini populer di bar dan sering disajikan dengan bir atau gira (kvass).

6. Karantika atau Calienté – Aljazair & Maroko (4,6 Bintang)

Karantika (di Aljazair) atau calienté (di Maroko) adalah hidangan sederhana berbahan utama tepung chickpea, air, minyak, garam, merica, dan telur.

Adonan ini dipanggang hingga bagian atasnya berkerak keemasan tetapi bagian dalam tetap lembut mirip puding.

Beberapa varian menyertakan jintan atau sedikit cabai untuk aroma lebih hangat. Setelah matang, hidangan dipotong besar dan sering disantap dengan roti. Banyak pedagang menyajikannya dengan harissa atau mustard.

Hidangan ini berasal dari pengaruh Spanyol, dari kata calentita yang berarti “hangat”, dan kini menjadi salah satu kuliner jalanan paling digemari di Maroko dan Aljazair.

7. Gyoza Jepang  (4,5 Bintang)

Gyoza merupakan adaptasi Jepang dari dumpling jiaozi asal Tiongkok. Kulitnya dibuat dari tepung terigu, air, dan telur, lalu diisi campuran daging dan sayuran seperti babi atau ayam cincang, kol, kucai, bawang putih, jahe, dan daun bawang.

Gyoza memiliki tiga teknik memasak utama:

  • Pan-fried gyoza (yang paling terkenal)
  • Boiled gyoza
  • Deep-fried gyoza

Umumnya, gyoza disajikan dengan saus celup dari cuka beras, kecap, dan minyak wijen. Sejak 1940-an, gyoza berkembang menjadi salah satu makanan paling populer di Jepang dan sering menjadi pendamping ramen atau camilan bersama bir dan sake.

8. Khachapuri – Roti Keju Khas Georgia (4,5 Bintang)

Khachapuri adalah roti keju paling terkenal dari Georgia, dikenal sebagai salah satu ikon kuliner negara tersebut. Roti ini diberi topping keju cair, telur, dan mentega. Keju yang umum digunakan adalah Sulgunia atau Imeretian cheese.

Terdapat banyak bentuk khachapuri:

  • Imeretian khachapuri, berbentuk bulat
  • Adjaran khachapuri, berbentuk perahu dengan telur mentah di atasnya

Meski sering disebut sebagai camilan, khachapuri kerap disantap sebagai hidangan utama. Roti ini lazim dijual di kios-kios di Georgia, Rusia, negara bekas Uni Soviet, hingga Eropa dan Amerika.

9. Sfiha – Meat Pie Khas Timur Tengah (4,5 Bintang)

Sfiha atau lahm bil ajin adalah pie daging terbuka khas Arab yang berasal dari Lebanon Timur pada abad ke-15. Isian khasnya adalah daging domba cincang, bawang, tomat, bumbu, minyak zaitun, dan yogurt.

Awalnya, daging berbumbu dibungkus daun anggur, tetapi seiring waktu bertransformasi menjadi pie terbuka. Sfiha juga sangat populer di Brasil dan Argentina akibat perpindahan imigran Levant.

Biasanya disajikan panas bersama saus tahini atau yogurt, dengan taburan biji delima, ketumbar, atau mentimun cincang. Di Turki, sfiha dikenal sebagai pide.

10. Pão de Queijo – Roti Keju Brasil (4,5 Bintang)

Pão de queijo secara harfiah berarti roti keju. Kudapan ini berasal dari inovasi para budak Afrika di Brasil yang memanfaatkan sisa pati singkong untuk dibuat menjadi bola-bola kecil panggang.

Awalnya tidak memakai keju, namun setelah perbudakan berakhir pada akhir abad ke-19, bahan seperti keju dan susu mulai ditambahkan, terutama di wilayah Minas Gerais, pusat industri susu Brasil.

Kini pão de queijo menjadi makanan populer untuk sarapan atau camilan, dan juga banyak ditemukan di Argentina Utara, serta dijual di kafe, toko roti, dan gerai camilan di seluruh Amerika Selatan.

Daftar TasteAtlas tahun ini menunjukkan bahwa kudapan tradisional dari berbagai negara memiliki keunikan masing-masing, baik dari segi bahan, teknik memasak, maupun sejarahnya.

Mulai dari guotie yang gurih, batagor khas Indonesia, hingga pão de queijo dari Brasil, seluruh makanan ini mencerminkan kekayaan kuliner dunia yang layak dicicipi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.