Viral #KluivertOut dan #ErickOut Usai Indonesia Gagal ke Piala Dunia

Tanda pagar atau tagar #KluivertOut dan #ErickOut menggema di media sosial Twitter atau X pada Minggu, 12 Oktober 2025. Hal itu usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Indonesia kalah dari Irak 0-1 dan sebelumnya 2-3 dari Arab Saudi yang memupus mimpi lolos ke Piala Dunia tahun depan.
Dari pantauan Kompas.com, tagar #KluivertOut memuncaki trending topik Twitter dengan 40.800 postingan. Diikuti dengan tagar #ErickOut yang diposting 19.800 warganet X atau Twitter.
Selain menyuarakan kekecewaanya, warganet juga menyindir orang-orang yang menyebut jika Patrick Kluivert dkk adalah staf kepelatihan terbaik timnas Indonesia. Namun gagal meloloskan Indonesia ke Piala Dunia.
"Selamat Pagi Pak Arya Sinulingga, inikah kepelatihan Terbaik Timnas Indonesia yang gagal meloloskan ke Piala Dunia," tulis warganet.
kesel banget sama 4 orang ini #KluivertOut #ErickOut pic.twitter.com/exdR5SGTxk
— rdwica (@rdwica_) October 11, 2025
#KluivertOut #ErickOut pic.twitter.com/doNJQDMRBZ
— fiaa ? (@itsmefayy) October 11, 2025
Indonesia resmi gagal masuk Piala Dunia 2026. Jika PSSI lebih sabar, STY harusnya bisa bertahan hingga sekarang. Bukan percaya proses tp ternyata ego pak ketu besar & lebih memilih pelatih yg ecek-ecek. Hancur sudah perjuangan Timnas Indonesia ????????????#KluivertOut #ErickOut pic.twitter.com/j8pJPByuFW
— teyodor (@tebelams) October 11, 2025
Gagal lolos Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia harus mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026 usai kembali mengalami kekalahan dari Irak.
Skor Timnas Indonesia vs Irak berkesudahan 0-1 pada Sabtu (11/10/2025) atau Minggu (12/10/2025) dini hari WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Laga lanjutan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia itu ditentukan oleh gol semata wayang Zidane Iqbal (76').
Timnas Indonesia tampil lebih baik daripada laga sebelumnya ketika kalah 2-3 dari Arab Saudi.
Jalannya pertandingan
Permainan Skuad Garuda lebih terorganisasi dan bisa menciptakan beberapa peluang.
Salah satu kesempatan emas tercipta via Mauro Zijlstra ketika menerima sodoran Thom Haye pada menit ke-14.
Namun, barisan pertahanan lawan masih bisa membendungnya.
Irak bisa memperbaiki performa di paruh kedua dengan memasukkan beberapa pemain baru.
Kebuntuan pecah ketika pemain pengganti Zidane Iqbal mencetak gol dari luar kotak penalti pada menit ke-76.
Pada sisa waktu Indonesia berusaha menyamakan angka. Ole Romeny sudah dimasukkan, namun tak mampu mengubah keadaan, Indonesia akhirnya gugur.
Respons Jay Idzes
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes merasa timnya perlu mengambil tanggung jawab dengan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan ini.
"Pertama-tama kami menyalahkan diri sendiri. Kami memiliki sejumlah peluang.
Saya pikir kami bermain baik secara keseluruhan, namun kami tak berhasil mencetak gol," tutur Jay Idzes dalam wawancara singkat usai laga Indonesia vs Irak.
Dari sudut pandangnya , beberapa keputusan wasit asal China Ning Ma tidak sepenuhnya benar, namun ia berusaha untuk bersikap hormat kepadanya.
"Sulit karena saya selalu mencoba bersikap hormat, saya selalu berupaya menghormati semua orang, wasit, organisasi, semuanya," kata Jay Idzes.
"Namun, hari ini sesuatu terjadi dan menurut saya tidak benar. Pada akhirnya wasit memutuskan, jadi kami harus menerima itu."
"Namun, jika saya melihat di akhir pertandingan saya ingin memberikan bantuan kepada wasit dan mereka bilang tidak."
"Saya selalu memberikan respek, saya selalu di lapangan. Saya memastikan semua orang menjauh dari wasit," ucap pemain Sassuolo tersebut.
Sebagian artikel tayang di Kompas.com dengan judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.