Jual Nasi Goreng Pakai Jas, Pria di China Hasilkan Ribuan Dollar per Bulan
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan pedagang untuk menarik konsumen. Mulai dari memberi diskon, membuat produk jualan agar menarik hingga melakukan atraksi menghibur.
Salah satunya pedagang nasi goreng jalanan asal China yang viral di media sosial. Tidak seperti penjual nasi goreng biasanya, penjual nasi goreng ini justru menggunakan setelan jas rapi lengkap dengan sepatu formal.
Tampilan penjual nasi goreng yang tidak biasa ini, membuat lapak dagangannya menjadi viral dan mulai didatangi banyak konsumen.
Wajahnya yang tampan juga menjadi daya tarik pembeli yang penasaran dengan sosok pedagang dan cara berjualannya yang tidak biasa.
Siapakah sosok pedagang nasi goreng yang viral di media sosial tersebut?
Penjual nasi goreng dengan setelan jas di China
Dilansir dari Kompas.com South China Morning Post pada Selasa (19/5/2026), pemuda yang viral karena menjual nasi goreng di pasar malam ini bernama Lu.
Pemuda berusia 19 tahun ini, menjual nasi goreng di sebuah kios di Yantai, provinsi Shandong Tiongkok timur sejak berusia 17 tahun.
Menariknya, ia memutuskan untuk mengenakan setelan jas karena ingin terlihat lebih “sopan” saat berjualan.
Lu sering berpose dengan penuh gaya saat memasak nasi goreng. Seperti menyisir rambutnya ke belakang, mengedipkan mata ke kamera, menangkap telur yang dilempar sebagai bentuk atraksi hingga mengangkat lutut sambil membuang sisa makanan di wajan.
Dia juga melakukan sesuatu yang menjadi ciri khas semua koki di Tiongkok yakni membalik wajan dengan gaya.
Di akun media sosial @asianfeed, pemberitaan mengenai penjual nasi goreng yang unik ini berhasil mendapatkan 420 suka dengan 12 komentar.
Menjual lebih dari 200 porsi sehari
ilustrasi china saat malam hari
Sementara itu dalam laporan Mothership, warung Lu dilaporkan beroperasi setiap hari dari pukul 17.00 hingga 23.30 waktu China.
Pada jam sibuk, ia dapat menyiapkan satu porsi nasi goreng dalam waktu sekitar tiga menit dan kabarnya, ia mampu menjual lebih dari 200 porsi per hari.
Menurut Lu, warungnya mampu mencapai omset bulanan sekitar 50.000 yuan ( 9.400 dollar Amerika) dengan keuntungan sebesar 20.000 yuan ( 3.800 dollar Amerika) setiap bulan.
Ayahnya, biasanya bertugas dalam menyiapkan bahan-bahan dan kadang-kadang memasak bersamanya.
Lu mengatakan jika bisa saja konsumennya datang karena awalnya penasaran kemudian yang membuat konsumennya tetap makan karena rasanya yang lezat.
“Mereka mungkin awalnya datang karena penasaran, tetapi yang membuat mereka tetap tinggal adalah rasanya” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang