Trump Melunak ke China, Pria Penyuka Jaket Hitam Girang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunak ke China. Pria penyuka jaket hitam ini girang banget. Kok bisa?
Jadi begini. Trump akhirnya mengizinkan penjualan chip kecerdasan buatan (AI) H200 milik Nvidia ke China.
Pengumuman tersebut menandai perubahan signifikan dalam kebijakan ekspor AS untuk chip AI canggih, yang sangat dibatasi pada Pemerintahan Joe Biden karena kekhawatiran keamanan nasional tentang aplikasi militer China.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Donald Trump mengatakan kalau dirinya sudah memberi tahu Presiden China Xi Jinping bahwa Washington akan mengizinkan Nvidia mengirimkan chip AI H200 kepada 'pelanggan yang disetujui di China, dan negara-negara lain, tentu dengan syarat yang memungkinkan Keamanan Nasional yang kuat dan berkelanjutan'.
Ia pun mengkritik pendekatan pendahulunya, dengan mengatakan bahwa cara seperti itu 'memaksa perusahaan-perusahaan besar kita menghabiskan miliaran dollar AS untuk membangun produk-produk 'rusak' yang tidak diinginkan siapa pun, sebuah ide buruk yang memperlambat inovasi dan merugikan pekerja Amerika'.
Hal ini merujuk pada persyaratan pemerintahan sebelumnya bagi perusahaan chip untuk membuat versi yang dimodifikasi dan kurang bertenaga khusus untuk pasar China.
Chip AI H200 memiliki kemampuan yang terbatas - kecepatan pemrosesan yang lebih rendah, misalnya - untuk mematuhi peraturan pengendalian ekspor.
Di bawah pembatasan era Joe Biden, H200 dan chip AI lainnya dilarang dikirim ke China. Tak pelak, kebijakan Trump ini membuat CEO Nvidia Jensen Huang girang banget, seperti dikutip dari situs CNA, Selasa, 9 Desember 2025.
Melalui juru bicara Nvidia, pria penyuka jaket hitam itu mengapresiasi keputusan pemerintah yang mengizinkan industri chip AS bersaing untuk mendukung pembukaan lapangan kerja dan manufaktur bergaji tinggi di AS.
"Menawarkan chip AI H200 kepada pelanggan komersial yang disetujui dan telah diverifikasi oleh Departemen Perdagangan AS merupakan keseimbangan yang bijaksana dan sangat baik bagi AS," ungkap juru bicara Nvidia.
Meski begitu, Trump menekankan bahwa chip Nvidia yang paling canggih - seri Blackwell dan prosesor Rubin yang akan datang - tidak termasuk dalam perjanjian dan hanya tersedia untuk pelanggan AS. Chip AI H200 tertinggal sekitar 18 bulan dari produk canggih milik perusahaan.
Chip - unit pemrosesan grafis atau GPU - digunakan untuk melatih model AI yang merupakan landasan revolusi AI generatif yang diluncurkan dengan peluncuran ChatGPT pada 2022.
Departemen Perdagangan AS kini sedang menyelesaikan rincian implementasi, dengan Donald Trump mengatakan 'pendekatan yang sama akan berlaku untuk AMD, Intel, dan perusahaan Amerika hebat lainnya'.