Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Nasi Goreng China dan Indonesia

perbedaan nasi goreng indonesia dan china, perbedaan nasi goreng chinese dan indonesia, ciri khas nasi goreng chinese, Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Nasi Goreng China dan Indonesia

Indonesia dan China sama-sama memiliki sajian nasi goreng yang khas. Meski serupa, keduanya tetap memiliki perbedaan.

Chinese Cuisine Chef di Jade River Chinese Restaurant, Badrus, mengatakan, perbedaan kontras nasi goreng Indonesia dan China terletak pada bumbunya.

"Nasi goreng Indonesia itu pakai kecap manis, rasanya lebih manis. Rasa nasi goreng chinese lebih kuat gurihnya," kata Chef Badrus.

Penggunaan kecap dalam nasi goreng Indonesia tidak hanya membuat hidangannya terasa lebih manis, tapi juga berwarna lebih gelap.

Sementara itu, pembuatan nasi goreng khas China juga sah-sah saja menggunakan kecap. Namun, jenisnya berbeda.

Dalam pembuatan chinese food, jenis kecap yang digunakan biasanya berupa kecap asin dengan konsistensi lebih cair sehingga tidak memengaruhi warna sajian.

Pemilihan topping dua nasi goreng ini juga cenderung berbeda. Nasi goreng Indonesia identik dengan penggunaan telur, baik orak-arik maupun telur ceplok.

"Kalau dari metode memasaknya sama, tapi kalau dari topping, nasi goreng China biasanya pakai topping udang, ayam, dan ada mix vegetable," ungkap Chef Badrus.

Penyajian nasi dalam set menu chinese food

perbedaan nasi goreng indonesia dan china, perbedaan nasi goreng chinese dan indonesia, ciri khas nasi goreng chinese, Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Nasi Goreng China dan Indonesia

Sajian nasi goreng chinese food di restoran chinese food Jade River di Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention, Jawa Barat.

Saat bersantap di restoran chinese food, karbohidrat biasanya dihidangkan paling akhir. Tidak terkecuali nasi goreng.

Hal ini dialami Kompas.com saat bersantap siang di Jade River Chinese Restaurant, di sela kunjungan media trip Accor-Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).

Chef Badrus menjelaskan, nasi memang sengaja disajikan terakhir dalam rangkaian menu, setelah daging, ikan, dan sayuran. 

Nasi biasa menjadi penutup menu berat, sebelum menikmati hidangan manis (dessert) di penghujung santapan.

"Karena di awal itu sudah banyak makanan. Ada appetizer dingin, sup panas, dan main course dari ikan, ayam, dan daging," kata Chef Badrus.

"Nasi itu sebagai penutup biar enggak terlalu kenyang. Kalau kenyang di awal, nanti (makanan yang lain) enggak kemakan," pungkas dia.

Meski demikian, tamu restoran chinese food boleh saja meminta penyajian nasi putih, nasi goreng, maupun mi, di awal bersantap, sesuai selera masing-masing.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang