Profil Teras Cihampelas yang Akan Dibongkar Dedi Mulyadi: Dulu Digarap RK dan Dipuji Jokowi

Teras Cihampelas, Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil, Profil Teras Cihampelas yang Akan Dibongkar Dedi Mulyadi: Dulu Digarap RK dan Dipuji Jokowi, Alasan Teras Cihampelas Dibongkar, Profil Teras Cihampelas, Pernah Dikunjungi dan Dipuji Jokowi, Dua Kali Direvitalisasi Sebelum Wacana Pembongkaran

Teras Cihampelas di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, akan dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membiayai pembongkaran Teras Cihampelas. Sementara, Pemkot Bandung memiliki tugas untuk menerbitkan izin pembongkaran.

"Itu permintaan dari (Gubernur Jabar) Pak Dedi Mulyadi. Pak Dedi bilang yang paling penting saya memperjuangkan izinnya. Nanti izinnya diserahkan kepada pemprov dan Pemprov yang akan membongkar semuanya," kata Farhan pada Senin (12/1/2026) dilansir dari Antara.

Kendati demikian, Farhan belum mengetahui biaya dan waktu pembongkaran Teras Cihampelas karena saat ini masih menunggu penyelesaian perizinan.

"Belum tahu nilainya berapa dan kapan mulai dibongkar. Yang penting izinnya dulu," tukasnya.

Alasan Teras Cihampelas Dibongkar

Usulan pembongkaran disampaikan Dedi Mulyadi usai melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Farhan.

Dari hasil pembahasan, Teras Cihampelas dinilai menghadapi sejumlah persoalan mendasar.

Berdasarkan hasil kajian, Teras Cihampelas tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kondisi tersebut membuat bangunan dinilai bermasalah secara administratif dan struktural.

Selain aspek perizinan, pemanfaatan Teras Cihampelas juga dinilai sudah tidak optimal. Area yang dulunya ramai kini kerap terlihat sepi, kurang terawat, serta tidak lagi berjalan sesuai fungsi awalnya. Kondisi ini bahkan memicu munculnya persoalan sosial di sekitar kawasan.

Profil Teras Cihampelas

Teras Cihampelas merupakan proyek penataan kawasan yang digagas Ridwan Kamil ketika masih menjabat Wali Kota Bandung.

Bangunan ini diresmikan pada Februari 2017 dan membentang di atas Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.

Lokasinya cukup strategis karena berada di dekat Mal Cihampelas Walk (Ciwalk) dan mudah dijangkau dari berbagai arah.

Teras Cihampelas memiliki panjang sekitar 450 meter, lebar 9 meter, dan berada di ketinggian sekitar 4,6 meter dari permukaan jalan.

Bangunan senilai Rp 74 miliar ini dilengkapi beragam fasilitas penunjang, di antaranya kios pedagang oleh-oleh dan kuliner, bangku taman, area bersantai, spot swafoto, akses wi-fi gratis, hingga lift untuk memudahkan pengunjung difabel.

Pembangunan Teras Cihampelas berawal dari persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semrawut di kawasan tersebut. Saat itu, banyak PKL membuka lapak di trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki dan memperparah kemacetan lalu lintas.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Ridwan Kamil menggagas pembangunan skywalk sebagai solusi penataan. PKL kemudian dipindahkan ke atas, tanpa dilakukan penggusuran, agar kawasan lebih tertib dan nyaman.

Pernah Dikunjungi dan Dipuji Jokowi

Tak lama setelah diresmikan, Teras Cihampelas sempat dikunjungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada April 2017.

Dalam kunjungannya, Jokowi mengapresiasi konsep Teras Cihampelas sebagai model penataan PKL yang dinilai manusiawi.

Ia menilai pendekatan tersebut mampu meningkatkan kualitas ruang dagang tanpa harus menggusur pedagang.

Dua Kali Direvitalisasi Sebelum Wacana Pembongkaran

Sejak diresmikan pada 2017, Teras Cihampelas tercatat telah dua kali menjalani revitalisasi besar. Revitalisasi pertama dilakukan pada periode 2021–2022, setelah kawasan tersebut terdampak pandemi Covid-19 dan sempat terbengkalai.

Pemerintah Kota Bandung saat itu melakukan perbaikan fisik, mulai dari penggantian lantai kayu yang rusak, pengecatan ulang struktur besi, hingga pembenahan sistem pencahayaan. Langkah ini bertujuan menghidupkan kembali aktivitas pedagang dan menarik pengunjung.

Upaya revitalisasi kembali dilakukan pada 2023 dengan pendekatan yang lebih tematik. Pemkot Bandung menambahkan sejumlah fasilitas baru, seperti area co-working space, panggung seni skala kecil, serta penataan tanaman hias.

Melalui konsep tersebut, Teras Cihampelas diarahkan tidak hanya sebagai pusat belanja, tetapi juga sebagai ruang publik kreatif bagi masyarakat, khususnya anak muda.

Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum mampu mengembalikan fungsi optimal kawasan hingga akhirnya muncul wacana pembongkaran pada 2026.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Profil Teras Cihampelas Dulu Dibangun Ridwan Kamil Kini Bakal Dibongkar Dedi Mulyadi"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang