Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Doakan Rismon Dapat Hidayah

Rismon, Jokowi, Roy Suryo, Solo, Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Doakan Rismon Dapat Hidayah

Peneliti forensik digital Rismon Sianipar telah menyatakan bahwa hasil penelitian terbarunya menunjukkan tidak ada kejanggalan pada ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan tersebut disampaikan Rismon setelah melakukan kajian ulang terhadap dokumen yang sebelumnya ia teliti. 

Atas temuannya ini, Rismon meminta maaf ke Jokowi sekaligus ke publik dan pihak terkait atas penelitian sebelumnya.

"Ya, tentu (minta maaf). Ya saya pun minta maaf kepada publik gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi," kata Rismon, diberitakan , Kamis (12/3/2026).

Menurut Rismon, setelah melakukan kajian ulang terhadap dokumen ijazah yang ditunjukkan dalam gelar perkara serta salinan digital yang beredar, ia menemukan unsur pengaman yang konsisten.

"Sejak gelar perkara ditunjukkan ijazah analog dari Bapak Joko Widodo terus saya kaji lagi apa yang saya amati itu bahwa ada embos, ada watermark. Jadi embos dan watermark jadi kajian saya dan saya teliti memang tidak ada hologram," ungkap dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan perbandingan dengan sejumlah ijazah lain dari periode yang sama di Universitas Gadjah Mada (UGM), penggunaan hologram memang belum menjadi standar pengaman dokumen pada masa tersebut.

"Mungkin setelah saya kaji dengan beberapa objek ijazah lainnya di tahun yang sama dari UGM memang pada saat itu hologram memang tidak dipakai sebagai pengunci atau pengaman dalam sebuah ijazah. Jadi memang yang ada hanya watermark dan embos," tambahnya.

Rismon juga membandingkan dokumen tersebut dengan salinan digital yang diunggah di akun X milik Dian Sandi Utama. Dari berbagai metode analisis yang ia lakukan, ia menemukan keberadaan watermark UGM pada dokumen tersebut.

"Terus juga di sebelah kiri bawah itu ada embos ya. Sebagai peneliti independen dan bertanggung jawab, tidak bias, tidak ada kaitan dengan afiliasi politik apapun, maka seorang peneliti itu harus bisa menyatakan kesalahannya dan mengkoreksi hasilnya sendiri," ujar dia.

Rismon menegaskan sempat merasa tersakiti atas temuannya ini. Dan ia paham jika akan dicerca, bahkan dilabeli sebagai pengkhianat. 

"Ya, saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri karena saya harus jujur menyatakan bahwa temuan saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabel sebagai pengkhianat," ujar dia.

Roy Suryo doakan Rismon dapat hidayah

Dilansir dari pemberitaan Tribun, pakar telematika Roy Suryo enggan mengikuti Rismon yang meminta maaf dan menyatakan keaslian ijazah Jokowi.

Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tidak memerlukan permintaan maaf dari Jokowi terkait kasus ini.

"Nggak perlu ditawar-tawar dan saya nggak butuh maafnya. Saya nggak usah lah Restorative Justice ala Solo ini, ngaco, nggak usah," tegas Roy Suryo dalam tanggapannya.

Roy Suryo juga menegaskan bahwa dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama para ahli, sehingga ia tak akan mundur.

Ia menyebutkan bahwa tim yang mendukungnya tidak hanya melibatkan ahli biasa, tetapi juga profesor dan doktor yang turut memberikan pendapat mereka dalam perkara ini.

"Saya tidak akan bergeser, apalagi sudah didukung dengan banyaknya ahli-ahli, tidak hanya ahli biasa, ada profesor, doktor, dan juga lain-lain yang ada di belakang kami," ucapnya dengan penuh keyakinan.

Roy Suryo mengungkap, permintaan Rismon tak akan menghentikan langkahnya sama sekali.

Bahkan Roy Suryo justru berharap Rismon akan mendapatkan pencerahan terkait kesalahan yang dilakukan dan menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

"Saya berdoa saja, ini bulan suci Ramadhan, dia dapat hidayah lah dan tercerahkan nanti kemudian sadar," imbuh Roy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang