Isu Reshuffle Kabinet Buat Singkirkan Orang Jokowi, Mensesneg Bilang Gini
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi buka suara soal isu reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Kata dia, belum ada pembahasan terkait rencana reshuffle tersebut.
"Belum ada, belum. Belum ada," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Februari 2026.
Saat ditanya soal isu reshuffle kabinet untuk menyingkirkan sejumlah menteri yang menjadi representasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Prasetyo juga menjawab hal serupa.
"Belum ada, cukup ya," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, isu perombakan kabinet Merah Putih kembali mencuat di kalangan publik. Dari informasi yang beredar, Presiden Prabowo Subianto bakal melantik sejumlah pejabat di Istana Negara pada Rabu, 28 Januari 2026.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari tak menjawab secara rinci. Ia hanya mengatakan, apabila Prabowo melakukan reshuffle, tujuannya untuk memperkuat pemerintahan dan kabinet Merah Putih.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari
"Yang pasti begini, Presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh Presiden setiap hari. Setiap hari," kata Qodari saat ditemui di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Kabar perombakan kabinet tersebut juga mencuat saat jabatan wakil menteri keuangan (Wamenkeu) kosong. Hal ini karena Thomas Djiwandono telah disetujui DPR menjabat sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
"Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?" kata Qodari.