Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Mustoha Iskandar, dan Kesaksiannya...

Dalam sidang gugatan ijazah yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa (27/1/2026), pihak Joko Widodo (Jokowi) menghadirkan dua saksi yang merupakan teman satu angkatannya saat berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sidang ini merupakan bagian dari perkara yang diajukan oleh dua alumni UGM, Top Taufan dan Bangun Sutoto, di mana Jokowi berperan sebagai Tergugat I.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menjadi Tergugat II, diikuti oleh Wakil Rektor, Prof. Wening, sebagai Tergugat III, serta Polri sebagai Tergugat IV.
Saksi-saksi yang dibawa oleh pihak Jokowi adalah Saminudin dan Mustoha Iskandar, yang keduanya juga alumni UGM dan teman satu angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan.
Saminudin dan Mustoha masuk UGM pada 1980 dan memiliki pengalaman yang sama sebagai mahasiswa di fakultas tersebut.
Mereka bersama dengan alumni lainnya telah menunjukkan bukti bahwa Jokowi memang seorang mahasiswa UGM.
Kesaksian Mustoha Iskandar
Dalam kesaksiannya di persidangan, Mustoha Iskandar mengaku mengenal Jokowi sejak masa orientasi mahasiswa baru.
"Kami satu angkatan dan mengikuti kegiatan resmi kemping mahasiswa setiap tahun," kata dia.
Mustoha menjelaskan, dirinya menjalani proses perkuliahan bersama hingga semester lima. Dan pada semester kedelapan, para mahasiswa melaksanakan kerja praktik dan kuliah kerja nyata (KKN).
Mustoha mengikuti KKN di Kawasan Prambanan sekitar September hingga November dan menjalani penelitian selama delapan bulan.
Wisuda Jokowi
Gugatan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), melalui mekanisme citizen lawsuit kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (27/1/2026), dengan agenda pemanggilan saksi dari pihak tergugat.
Dan setelahnya mengajukan tema karya ilmiah atau skripsi bidang kehutanan.
Kendati demikian, Mustoha menyebut waktu wisudanya berbeda dengan Jokowi.
Ia mengaku lulus pada 1996 sedangkan Jokowi pada 1995.
Mustoha juga menjelaskan, tidak semua karya ilmiah di perpustakaan memiliki tanda tangan pembimbing, meski secara administrasi mahasiswa telah dinyatakan lulus.
"Secara perkuliahan kami sama sampai semester lima. Kos kami searah, meski saya tidak tahu persis alamatnya," beber Mustoha, dikutip , Selasa.
Terkait struktur akademik, Mustoha menegaskan bahwa di Fakultas Kehutanan UGM saat itu tidak ada jurusan secara formal, melainkan peminatan atau konsentrasi.
“Saya di silvikultur, Pak Jokowi di teknologi kayu. Ada juga manajemen, tetapi jurusan secara formal memang tidak ada,” ungkap dia.
Profil Mustoha Iskandar
Dikeahui, Mustoha Iskandar, lahir pada 10 Agustus 1960 di Cirebon, Jawa Barat, dan merupakan alumni Fakultas Kehutanan angkatan 1980.
Selama masa kuliah, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Yogyakarta dari 1984-1985.
Saat ini, ia aktif sebagai Ketua Alumni UGM Fakultas Kehutanan (Kagamahut) angkatan 1980 dan menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Pupuk Indonesia (Persero), serta Ketua Komite Audit di perusahaan tersebut.
Karier Mustoha di sektor kehutanan dimulai pada 1988 ketika ia bergabung dengan PT Inhutani III (Persero).
Ia memegang beberapa posisi strategis, termasuk Direktur Utama Perum Perhutani yang diangkat berdasarkan keputusan Kementerian BUMN pada tahun 2014.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur Komersial Kayu di perusahaan itu.
Isu mengenai ijazah Jokowi
Pada bulan Oktober 2022, Mustoha bersama rekan-rekan alumni Fakultas Kehutanan 1980 menyelenggarakan konferensi pers untuk mengklarifikasi isu mengenai ijazah Jokowi.
Dalam acara tersebut, Mustoha menegaskan bahwa Jokowi adalah bagian dari Kagamahut 1980 dan ijazah yang dimilikinya sah.
"Sebagai sesama alumni, kami merasa bertanggung jawab untuk meluruskan isu yang beredar terkait ijazah Ir. Joko Widodo," ungkap Mustoha dalam rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Kehutanan ke-59 di UGM.
Cerita soal Jokowi
Mustoha menjelaskan bahwa ada banyak saksi lain yang juga mengenal Jokowi selama masa kuliah, dan mereka bersedia memberikan kesaksian untuk membuktikan bahwa Jokowi memang benar seorang mahasiswa UGM.
Ia menilai Jokowi sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul, karakter yang tampaknya tidak banyak berubah meskipun kini telah menjadi presiden.
Mustoha menggarisbawahi kesederhanaan dan kerendahan hati Jokowi, yang tetap terlihat dalam cara berpakaian meskipun sudah menjabat sebagai pemimpin negara.
"Cerita-cerita ini bukan hanya datang dari saya saja, tetapi juga dari rekan-rekan Kagamahut yang lain. Kami siap meluruskan informasi yang tidak benar mengenai beliau terkait Fakultas Kehutanan UGM," tambah Mustoha.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun dengan judul: Profil Mustoha Iskandar, Teman Seangkatan Jokowi di UGM Hadir Jadi Saksi Sidang Gugatan Ijzah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang