Sidak PCMB 2026 Berujung Panas, Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik Jabar
Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Suhendar, masih menjadi perbincangan publik. Langkah tegas tersebut diambil setelah pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 dibanjiri keluhan masyarakat akibat berbagai kendala teknis yang muncul selama proses berlangsung.
Di balik keputusan itu, beredar sebuah video yang memperlihatkan momen saat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dalam video tersebut, gubernur yang akrab disapa KDM tampak mempertanyakan secara detail pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aplikasi PCMB yang digunakan dalam proses penerimaan murid baru.
Sidak tersebut dilakukan setelah banyak orang tua dan calon peserta didik mengeluhkan masalah pada sistem. Keluhan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan akses layanan, tetapi juga menyangkut validitas data serta mekanisme pendaftaran yang dinilai menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Saat menelusuri sumber persoalan, KDM terlihat mencoba mencari tahu siapa pihak yang memegang kendali terhadap aplikasi yang digunakan dalam PCMB. Pertanyaan itu dilontarkan langsung kepada tim yang berada di lokasi.
"Saya tanya, yang pegang aplikasi ini siapa?" tanya KDM dikutip dari Instagram bapa_aing17, Kamis, 11 Juni 2026.
Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh seorang pria yang mengaku sebagai super admin sekaligus bagian dari tim teknis yang menangani sistem PCMB. "Yang pegang dinas pendidikan pak, yang mengerjakan teknisi itu saya. Jadi saya super adminnya pak," jawab pria yang mengaku sebagai super admin atau tim IT PCMB tersebut.
Namun jawaban tersebut tampaknya belum menjawab apa yang ingin diketahui KDM. Ia kemudian kembali mempertanyakan posisi dan kewenangan pihak yang mengelola sistem tersebut.
"Super admin dari mana? Saya tahu dari disdik, maksud saya, kamu ditugasin langsung nggak sama yang punya aplikasi?" timpal KDM yang mulai merasa kesal.
Percakapan itu kemudian mengarah pada pertanyaan yang lebih spesifik mengenai pihak pengembang atau vendor aplikasi. Menurut KDM, keberadaan vendor menjadi penting untuk diketahui mengingat aplikasi tersebut sedang menjadi sorotan akibat berbagai masalah yang terjadi selama pelaksanaan PCMB.
"Vendornya mana? kan ini aplikasi ini sendiri yang tidak terintegrasi dengan Kominfo," tanya KDM yang mulai bernada tinggi.
Tidak berhenti sampai di situ, KDM juga mempertanyakan keberadaan pejabat yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia mengaku heran mengapa persoalan teknis yang seharusnya dapat dijelaskan oleh pihak terkait justru harus ditelusuri sendiri oleh seorang gubernur.
"Kabidnya mana? Nah ini misalnya, ini masalah teknis, masa iya gubernur yang ngurusin yang beginian," kata Dedi Mulyadi kepada petugas tersebut, yang juga menyentil Kepala Bidang terkait.
Dari hasil sidak tersebut, KDM menilai terdapat persoalan dalam tata kelola sistem yang digunakan. Ia menyoroti fakta bahwa aplikasi PCMB diduga tidak terintegrasi dengan sistem teknologi informasi yang berada di bawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat.
Padahal, menurut KDM, integrasi sistem menjadi hal penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan efektif. Ketika terjadi gangguan atau kesalahan, pemerintah harus mengetahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab sehingga penanganan masalah dapat dilakukan dengan cepat.
Karena itu, KDM menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aplikasi yang digunakan maupun pihak yang terlibat dalam pengelolaannya. Terlebih, sistem tersebut digunakan untuk melayani ratusan ribu calon peserta didik di Jawa Barat.
Menurutnya, persoalan yang muncul sebenarnya dapat diatasi apabila tata kelola sistem dilakukan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebab itu, KDM berencana memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan penggunaan maupun pengembangan aplikasi PCMB untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini.