Duduk Perkara Konten Kreator di Garut Dicekik dan Dipukul Keluarga Kades karena Konten Jalan Desa

Kades Panggalih, Garut, Duduk Perkara Konten Kreator di Garut Dicekik dan Dipukul Keluarga Kades karena Konten Jalan Desa

Sebuah video yang memperlihatkan aksi intimidasi terhadap seorang konten kreator oleh keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, viral di media sosial.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh rasa tidak puas pihak keluarga kepala desa terhadap konten-konten yang dibuat oleh korban terkait kondisi pembangunan dan buruknya infrastruktur jalan di desa tersebut.

Korban diketahui bernama Holis Muhlisin (sebelumnya disebut Muhlis Munawar), seorang pedagang telur keliling sekaligus pemilik akun Facebook Holis Muhlisin.

Dalam video berdurasi 47 detik yang mulai tersebar luas sejak Sabtu (3/1/2026), tampak Holis dimarahi oleh dua orang pria dan satu wanita yang diduga merupakan istri dan kerabat Kades Panggalih.

Kronologi Kejadian dan Dugaan Kekerasan fisik

Holis menjelaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut sebenarnya terjadi pada 27 Oktober 2025 di halaman rumah Kepala Desa Panggalih di Kampung Cicurug, Desa Pamalayan.

Namun, ia baru mengunggahnya pada 31 Desember 2025 karena merasa laporan pihak lawan terhadap dirinya di kepolisian tidak kunjung menemui kejelasan.

Holis mengaku dijebak saat hendak menemui seorang teman untuk mengklarifikasi komentar akun palsu di unggahannya.

"Ternyata ketemunya malah di rumah kades, saya tidak curiga apa-apa, ternyata sudah banyak orang di sana," ujar Holis saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).

Tak hanya intimidasi verbal, Holis mengaku mendapatkan kekerasan fisik dari empat orang yang terdiri dari istri, anak, menantu, hingga keponakan kades.

"Sempat ditampar sama istri pak lurah, ada juga dipukul di tangan dan punggung. Saya juga dicekik di leher," ungkapnya.

Holis menegaskan, motifnya mengunggah kondisi jalan rusak semata-mata demi kemajuan desa.

Sebagai pedagang telur keliling, ia setiap hari merasakan sulitnya akses jalan yang berlubang dan berisiko merusak kendaraan.

Respon Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten

Camat Cisewu, Ade Poniman, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Kecamatan dan para kepala seksi untuk mengumpulkan data valid terkait perselisihan ini.

"Sudah (mengetahui), saya lagi konfirmasi data yang validnya agar beritanya berimbang," kata Ade yang baru menjabat selama tiga bulan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengambil langkah tegas dengan meminta Inspektorat Kabupaten Garut untuk segera melakukan audit terhadap Pemerintah Desa Panggalih.

Audit tersebut bertujuan untuk membedah transparansi penggunaan dana desa, terutama terkait keluhan warga mengenai minimnya pembangunan jalan.

"Mengaudit bukan untuk mencelakakan kepala desa, tetapi untuk memberikan informasi berimbang," tegas Putri melalui unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu malam.

Putri menambahkan, jika pembangunan desa memang berjalan sesuai anggaran, pihak desa tidak perlu takut.

Pemerintah daerah juga berencana membeberkan aliran dana desa kepada publik agar informasi tidak simpang siur.

BPD Minta Semua Pihak Menahan Diri

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panggalih, Agus Suhendar, menyayangkan insiden arogan tersebut. Ia mengaku telah menghubungi kepala desa agar bisa menahan diri.

Agus menjelaskan bahwa BPD sebenarnya telah menjalankan fungsi pengawasan dan sempat menegur pemerintah desa terkait proyek pembangunan tahun 2025 yang belum terealisasi.

"Ada yang sudah on progress, ada juga yang belum. Itu sudah kami tegur, ingatkan, dan evaluasi," kata Agus, Minggu (4/1/2026).

Terkait laporan hukum, BPD menyerahkan sepenuhnya kepada kedua belah pihak. Pihak keluarga kades sebelumnya telah melaporkan Holis atas dugaan pencemaran nama baik melalui UU ITE.

Namun, BPD juga menghormati jika Holis ingin melaporkan balik atas dugaan penganiayaan dan intimidasi.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJabar.id dengan judul Sosok Holis Korban Intimidasi Keluarga Kades di Garut Gegara Unggah Jalan Rusak, Kini Dipanggil KDM

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang