Banjir Parah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Desa Terendam, Jalan Amblas, Jembatan Putus

Tapanuli Tengah, Tapanuli, Tapanuli Selatan, akses jalan, tapanuli, Banjir Tapanuli, Banjir Tapanuli Tengah, Banjir Parah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Desa Terendam, Jalan Amblas, Jembatan Putus, Empat Jalan Utama Menuju Tapteng Terputus, Banjir Rendam Kecamatan Pandan, Jalan Amblas 25 Sentimeter, Jembatan Penghubung Tapsel–Tapteng Putus Total, Enam Jasad Korban Banjir Bandang Belum Dimakamkan, Identitas Enam Korban

Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) sejak Selasa (25/11/2025), hingga Rabu (26/11/2025), masih terus berlangsung.

Sejumlah akses utama menuju Tapteng terputus, sementara puluhan desa terdampak lumpur dan luapan sungai.

Kepala Bidang Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sumut), Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebut kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan.

“Kondisi terkini di Kabupaten Tapanuli Tengah masih banjir dan longsor hingga hari ini, Rabu. Akses menuju wilayah Tapteng terputus dan Tapteng masuk kategori wilayah terisolir,” kata Sri.

Empat Jalan Utama Menuju Tapteng Terputus

Sri menjelaskan, empat jalur vital yang menghubungkan Tapteng dengan kabupaten lain saat ini lumpuh total akibat longsor dan banjir:

Tapanuli Tengah, terjadi longsor di enam titik.

2. Tarutung – Sipirok, jalan putus di area jembatan.

3. Dolok Sanggul – Humbahas via Barus – Pakan – Sibolga, terdapat tiga titik longsor.

4. Padang Sidimpuan – Tapteng, akses terputus total.

Kondisi ini membuat Tapteng praktis terisolir, baik dari arah selatan, timur, maupun utara.

Banjir Rendam Kecamatan Pandan, Jalan Amblas 25 Sentimeter

Dari pantauan video warganet, seluruh ruas jalan dari Kecamatan Pandan menuju Kota Sibolga terendam banjir. Selain genangan air, Jalan Sipan–Sihaporas di Kecamatan Pandan amblas sepanjang 20–25 sentimeter.

Petugas keamanan terlihat berjaga di sejumlah titik rawan. Namun, kendaraan roda dua dan roda empat tetap nekat melintas meski ketinggian air cukup signifikan.

Sejumlah warga ikut membantu pengendara lain agar bisa melewati jalur tersebut dengan aman.

Sementara itu, banjir juga telah masuk ke permukiman di berbagai kecamatan di Tapteng.

Hingga kini, upaya konfirmasi ke BPBD Tapteng dan warga sekitar belum membuahkan hasil karena komunikasi terputus.

Jembatan Penghubung Tapsel–Tapteng Putus Total

Di wilayah Tapsel, banjir bandang juga merusak infrastruktur utama. Jembatan penghubung antara Tapsel dan Tapteng, tepatnya yang menghubungkan Desa Garoga (Tapsel) dan Desa Anggoli (Tapteng), putus total.

Jembatan yang berada di dekat Tugu Selamat Datang Tapsel itu kini tidak bisa dilalui. Sejumlah kayu besar terlihat tersangkut di sisi jembatan.

Akibatnya, akses transportasi dari Tapsel menuju Tapteng lumpuh sepenuhnya.

Di wilayah Garoga dan Huta Godang, jalan masih dipenuhi lumpur setelah diterjang banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). Dua desa tersebut lumpuh, akses terputus, dan aktivitas warga berhenti total.

Ratusan warga dievakuasi dan ditempatkan di Desa Batu Hula, yang berada tak jauh dari Aek Ngadol. Di lokasi itu telah didirikan tenda darurat.

Pada Selasa sore, dua korban tewas berhasil dievakuasi di jembatan Desa Aek Ngadol. Korban luka-luka serta warga lanjut usia menjadi prioritas dalam proses evakuasi.

Enam Jasad Korban Banjir Bandang Belum Dimakamkan

Tapanuli Tengah, Tapanuli, Tapanuli Selatan, akses jalan, tapanuli, Banjir Tapanuli, Banjir Tapanuli Tengah, Banjir Parah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Desa Terendam, Jalan Amblas, Jembatan Putus, Empat Jalan Utama Menuju Tapteng Terputus, Banjir Rendam Kecamatan Pandan, Jalan Amblas 25 Sentimeter, Jembatan Penghubung Tapsel–Tapteng Putus Total, Enam Jasad Korban Banjir Bandang Belum Dimakamkan, Identitas Enam Korban

Korban Longsor di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu (26/11/2025) sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Hingga Rabu (26/11/2025), terdapat enam korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kecamatan Batangtoru, Tapsel. Seluruh jasad disimpan di Puskesmas Batangtoru karena keluarga belum dapat mengambilnya.

Kepala Puskesmas Batangtoru, Erlida Batubara, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi dilema bagi keluarga korban.

“Sampai sekarang sudah ada enam korban meninggal dunia. Korban ini dari Hutagodang dan Garoga. Jasadnya harus segera dikuburkan, nggak bisa lama-lama,” kata Erlida.

Jasad para korban telah disimpan sejak pukul 09.00 WIB. Namun kondisi desa yang rawan banjir bandang susulan membuat keluarga belum bisa memastikan lokasi pemakaman.

“Pihak keluarga bingung mau dikuburkan di mana. Desa mereka masih rawan banjir bandang susulan,” ujarnya.

Identitas Enam Korban

Berikut daftar korban meninggal akibat banjir bandang di Batangtoru:

1. Selvi, warga Garoga

2. Ros Siregar, warga Garoga

3. Tiormeli Manalu, warga Hutagodang

4. Suami Tiormeli Manalu, warga Hutagodang

5. Nuhafizah, warga Garoga

6. Mister X, belum teridentifikasi (anak usia 6 tahun)

“Ada enam warga yang menjadi korban. Satu belum teridentifikasi dan satu masih anak kecil umur enam tahun,” kata petugas Puskesmas Batangtoru.

Sejak banjir bandang terjadi di tiga desa  yakni Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol  wilayah Batangtoru masih diguyur hujan hingga Rabu pagi.

Kondisi ini dikhawatirkan memicu banjir bandang susulan, mengingat tingginya intensitas hujan dan topografi perbukitan.

Sungai Batangtoru, yang mengalir dari Kecamatan Marancar menuju Muara Batangtoru dan berakhir di laut, masih meluap sejak Selasa.

Air berwarna cokelat pekat tampak membawa kayu-kayu dari hulu. Arus deras terlihat jelas dari Jembatan Trikora.

Hingga Rabu (28/11/2025) pagi, kondisi sungai masih mengkhawatirkan. Warga terus memantau arus sungai karena khawatir luapan air kembali meningkat.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Banjir Bandang Tapanuli, Jembatan Penghubung Tapteng-Tapsel Putus, Kayu-kayu Masih Tersangkut

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang