Duduk Perkara Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Motif Utang Kripto Rp 820 Juta dan Jejak DNA pada Pisau

Tabir gelap yang menyelimuti kasus pembunuhan MAHM (9), putra bungsu anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, akhirnya tersingkap.
Pelaku ternyata bukan orang jauh, melainkan seorang karyawan di sebuah perusahaan petrokimia ternama di kawasan Ciwandan.
Pihak kepolisian menetapkan HA (31) sebagai tersangka tunggal dalam kasus tragis yang terjadi di Perumahan Bumi Baja Sejahtera (BBS) III, Ciwaduk, Kota Cilegon tersebut.
"Tersangka adalah saudara HA, umur 31 tahun. Sejak tahun 2020 yang bersangkutan bekerja sebagai operator produksi di PT CA," ujar Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Polisi Dian Setyawan, di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Petaka Judi Kripto dan Utang Menggunung
Di balik statusnya sebagai pekerja tetap, HA menyimpan beban finansial yang menghimpit. Berdasarkan penyidikan, motif pembunuhan ini murni dilatarbelakangi oleh tekanan ekonomi yang ekstrem.
Dian mengungkapkan bahwa HA terjerumus dalam investasi saham kripto. Awalnya, ia menggunakan tabungan bersama istrinya sebesar Rp 400 juta sebagai modal.
Keberuntungan sempat berpihak hingga asetnya berkembang menjadi Rp 4 miliar. Namun, keserakahan menjadi awal petaka.
"Dari Rp 4 miliar ini yang bersangkutan tidak puas, kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah," kata Dian.
Untuk menutup kekalahan tersebut, HA nekat meminjam dana dari berbagai sumber:
- Bank Mandiri: Rp 700 juta
- Koperasi: Rp 70 juta
- Pinjaman Online (Pinjol): Rp 50 juta
- Total Utang: Rp 820 juta
Bukannya kembali modal, uang pinjaman tersebut ludes tak bersisa di aplikasi kripto.
Selain utang, HA ternyata juga tengah berjuang melawan kanker stadium 3 sejak tahun 2020 dan harus menjalani kemoterapi rutin setiap minggu di sebuah rumah sakit di daerah Semanggi, Jakarta.
Kronologi Tragis, Berawal dari Incar Brankas
Peristiwa berdarah pada 16 Desember 2025 itu bermula saat HA menyasar rumah mewah Maman Suherman secara acak. Ia datang mengenakan perlengkapan lengkap agar identitasnya tak terendus: helm full face, masker, sarung tangan, hingga sepatu safety.
Setelah masuk melalui jendela yang dicongkel, HA mencoba membongkar brankas di lantai satu, namun gagal karena terkunci kode.
Ia kemudian naik ke lantai dua dan masuk ke kamar MAHM. Saat itu, korban sedang asyik bermain ponsel di atas kasur.
"Korban sempat menjawab 'tidak tahu' saat ditanya kunci brankas. Terjadi perlawanan dari korban dengan cara dua kali menendang kemaluan HA, menendang lutut, lalu siku," urai Dian menirukan adegan tersebut.
Diduga karena kesal dan panik aksinya tepergok, HA menghujamkan pisau yang dibawanya ke tubuh bocah kelas IV SD tersebut hingga tewas.
HA kemudian melarikan diri dengan tangan hampa.
Terbongkar Melalui Scientific Crime Investigation
Meski sempat buron selama tiga pekan, pelarian HA berakhir saat ia kembali beraksi melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Rois, pada Jumat (2/1/2026).
Polisi berhasil menghubungkan jejak HA di lokasi kedua dengan lokasi pembunuhan MAHM melalui pendekatan ilmiah (Scientific Crime Investigation).
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menjelaskan bahwa bukti paling kuat berasal dari uji forensik darah.
"Persesuaian antara DNA profil darah yang ada terhadap barang bukti pisau yang ditemukan di tas pelaku dengan keidentikan dari korban itu identik," tegas Martua.
Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan kesamaan atribut yang digunakan pelaku, mulai dari sepeda motor Honda Beat biru hitam, jaket kulit, hingga tas yang dibawa saat melakukan aksi di dua lokasi berbeda.
Kini, pria asal Palembang tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menjerat HA dengan pasal berlapis, termasuk pasal tentang pembunuhan yang didahului pencurian serta undang-undang perlindungan anak.
"Ancaman hukumannya adalah seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun," tandas Dian.
Kasus ini menjadi pengingat kelam akan dampak fatal dari jeratan utang dan judi digital yang merembet pada tindakan kriminalitas sadis di tengah masyarakat.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang