Andra Soni Genjot Perbaikan Jalan Desa hingga Jalur Mudik, Pertama Kali Sejak Banten Berdiri
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mengambil peran lebih besar dalam penanganan infrastruktur jalan, termasuk jalan desa yang selama ini menjadi kewenangan kabupaten/kota.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan langkah ini sebagai peringatan satu tahun masa kepemimpinannya.
Menurut Andra, pembangunan infrastruktur menjadi fokus penting dalam empat tahun sisa masa jabatannya. Ia ingin setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
"Intinya kita ingin apa yang kita kerjakan berdampak. Satu hari lagi saya genap satu tahun. Waktu saya tersisa empat tahun untuk memenuhi ekspektasi masyarakat. Saya akan berusaha maksimal," kata Andra kepada wartawan, dikutip dari , Jumat (20/2/2026).
Rp 164 miliar untuk jalan desa
Sejak Banten berdiri pada 2000 setelah memisahkan diri dari Jawa Barat, kewenangan pengelolaan jalan desa berada di tingkat kabupaten/kota.
Kondisi tersebut membuat banyak jalan desa belum tertangani secara optimal.
Di bawah kepemimpinan Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, Pemprov Banten mulai mengalokasikan anggaran Rp 164 miliar dalam APBD 2026 untuk perbaikan jalan desa.
Langkah ini dilakukan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra.
Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah perdesaan, membuka akses ekonomi, serta mempermudah mobilitas warga menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.
"Jalan desa belum ditangani oleh gubernur karena memang kewenangannya ada di desa dan kabupaten. Dan sekian puluh tahun, jalan-jalan desa kita memang masih banyak yang rusak," ujar Andra.
Ia mengakui perbaikan seluruh jalan desa tidak dapat dituntaskan dalam satu periode kepemimpinan.
Koordinasi hingga Jalan Nasional dan Tol
Selain jalan desa, Pemprov Banten juga memperkuat koordinasi penanganan jalan nasional, kabupaten/kota, hingga jalan tol, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Andra menargetkan perbaikan jalan berlubang rampung pada H-10 Lebaran guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik dan wisatawan.
"Targetnya H-10 sudah selesai. Mudah-mudahan hujan segera berhenti karena memperbaiki jalan di musim hujan hasilnya kurang maksimal," ujarnya, dikutip dari , Jumat.
Untuk jalan kewenangan provinsi, terdapat 16 ruas prioritas yang diperbaiki karena menjadi jalur alternatif pemudik dan wisatawan, termasuk akses Cilegon-Bojonegara-Merak menuju Pelabuhan BBJ.
Melalui langkah tersebut, Pemprov Banten menunjukkan pendekatan yang lebih aktif dalam penanganan infrastruktur.
Pendekatan ini tidak hanya berdasarkan kewenangan administratif, tetapi juga melalui koordinasi lintas pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang