Jalan Rusak sejak 2019, Kades Sragen Mandi Lumpur di Kubangan sebagai Bentuk Protes

Video yang menampilkan seorang kepala desa (kades) mandi lumpur di kubangan tengah jalan, viral di media sosial.
Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram ICWS atau Info Cegatan Wilayah Sragen.
Di video tersebut diberi narasi, "Pak Kades Bikin Heboh, Mandi Lumpur di Tengah Jalan Rusak".
Disebutkan bahwa aksi nekat seorang kades di Jenar, Sragen ini langsung viral dan menyita perhatian publik.
"Jalan rusak parah, berlubang, penuh genangan air. Proposal perbaikan sudah diajukan sejak 2019, tapi yang datang hanya janji demi janji. Ini bukan sensasi, tapi ini bentuk protes. Karena status jalan merupakan jalan DPU, sang kades berharap aksi ekstrem ini membuka mata Pemkab Sragen agar segera turun tangan," tulis unggahan itu.
Kronologi kades mandi lumpur di Sragen
Kades Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Narso membeberkan kronologi kejadian mandi lumpurnya yang terjadi pada Selasa (20/1/2026) kepada Kompas.com, Rabu.
Dihubungi via sambungan telepon, Narso tertawa kecil mengingat kejadian yang terjadi pada Selasa itu.
Hal itu karena kejadian itu terjadi spontan, dimulai saat ia berangkat kerja di pagi hari.
"Itu terjadi pas saya mau berangkat kerja, sekitar pukul 07.00 WIB," ujarnya.
Narso pagi itu mengendarai kendaraan dinas, yaitu motor Nmax berpelat merah.
Tiba di ruas jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer (km) di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, yang rusak parah, Narso melihat seorang warga terpeleset dan jatuh.
Beberapa detik kemudian, Narso juga ikut terjatuh.
"Karena pakaian sudah basah, ya sudah lah saya mandi lumpur sekalian. Siapa tahu aksi saya ini nantinya akan dilihat Pemkab dan menjadi perhatian mereka," sambungnya.
Saat Narso mandi lumpur, warga yang terpeleset lebih dahulu langsung sigap membuka kamera handphone (HP) dan merekamnya, kemudian mengunggahnya ke media sosial.
"Kalau ingin viral, tidak. Saya tidak berencana sejauh itu," ujar Narso.
Menurut Narso, pagi itu kondisi jalan ramai karena jam berangkat kerja dan sekolah.
"Jadi ada guru dan anak sekolah lewat, pedagang pasar, pekerja pabrik, dan lain sebagainya. Dan semuanya melihat aksi saya itu," kata Narso sambil tertawa.
Rusak sejak 2019
Diketahui, ruas jalan rusak tersebut menghubungkan Desa Ngepringan dan Desa Mlale, dan itu menjadi akses satu-satunya.
Narso yang dilantik menjadi kades Ngepringan sejak tahun 2019 mengatakan bahwa ruas jalan di Kabupaten Sragen itu sudah lama rusak.
"Sudah rusak parah sejak tahun 2019, dan belum ada perbaikan sama sekali dari pemerintah kabupaten," ujarnya.
Padahal menurut SK resmi, ruas jalan tersebut berada di bawah Pemkab. Jadi apabila desa ada dana pun, tidak bisa digunakan utntuk memperbaiki jalan.
"Seandanya ada dana desa, dan saya gunakan untuk memperbaiki jalan itu, malah nanti masuknya pelanggaran. Jadi saya serba salah," sambungnya.
Menurut Narso, di tahun 2024 sempat ada kabar bahwa ada kabar Desa Ngepringan akan mendapat dana Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan. Namun lama ditunggu, dana tak cair-cair.
"Kemudian ada kabar kalau dana mengalami revocusing, atau dialihkan untuk agenda lain. Jadi memang sejak 2019 tidak ada perbaikan di jalan itu," papar Narso.
Jalan hanya mengalami tambal sulam, ketika petani tebu akan panen.
"Mereka biasanya urunan, hanya untuk menambal jalan secara ala kadarnya," pungkas Narso.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang