Kronologi Kades Sragen Mandi Lumpur di Tengah Jalan, Berawal dari Terpeleset di Jalan Rusak

Sebuah video yang viral di media sosial Instagram menampilkan kepala desa (kades) di wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang mandi lumpur di kubangan jalan.
Dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu (21/1/2026), Kades Narso yang ada di dalam video viral tersebut, mau mengungkap kronologi kejadian.
Kades Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Narso mengaku bahwa semuanya bermula saat ia melajukan motor dinasnya untuk berangkat kerja pada Selasa (20/1/2026) pagi.
Sekitar pukul 07.00 WIB itu, Narso sampai di ruas jalan rusak di Kecamatan Jenar yang menghubungkan antara Desa Ngepringan dan Desa Mlale.
"Sampai di situ saya melihat ada warga yang terpeleset dan jatuh. Tak lama, saya juga ikut terpeleset," katanya sembari tertawa via sambungan telepon.
"Karena pakaian sudah basah, ya sudah lah saya mandi lumpur sekalian. Siapa tahu aksi saya ini nantinya akan dilihat Pemkab dan menjadi perhatian mereka," sambungnya.
Saat Narso mandi lumpur, warga yang terpeleset lebih dahulu langsung sigap membuka kamera handphone (HP) dan merekamnya, kemudian mengunggahnya ke media sosial.
"Kalau ingin viral, tidak. Saya tidak berencana sejauh itu," ujar Narso.
Menurut Narso, pagi itu kondisi jalan ramai karena jam berangkat kerja dan sekolah.
"Jadi pas saya jatuh dan mandi lumpur, dilihat oleh guru dan anak sekolah lewat, pedagang pasar, pekerja pabrik, dan masih banyak lagi," ujarnya.
Jalan rusak sejak 2019
Menurut Narso, ruas jalan rusak tersebut menghubungkan Desa Ngepringan dan Desa Mlale, dan menjadi akses satu-satunya.
Narso yang dilantik menjadi kades Ngepringan sejak tahun 2019 mengatakan bahwa ruas jalan di Kabupaten Sragen itu sudah lama rusak, yaitu sejak 2019.
"Sudah rusak parah sejak tahun 2019, dan belum ada perbaikan sama sekali dari pemerintah kabupaten," ujarnya.
Padahal menurut SK resmi, ruas jalan tersebut berada di bawah Pemkab. Jadi apabila desa ada dana pun, tidak bisa digunakan utntuk memperbaiki jalan.
"Seandanya ada dana desa, dan saya gunakan untuk memperbaiki jalan itu, malah nanti masuknya pelanggaran. Jadi saya serba salah," sambungnya.
Menurut Narso, di tahun 2024 sempat ada kabar bahwa ada kabar Desa Ngepringan akan mendapat dana Rp 1 miliar untuk memperbaiki jalan. Namun lama ditunggu, dana tak kunjung datang.
"Kemudian ada kabar kalau dana mengalami refocusing, atau dialihkan untuk agenda lain. Jadi memang sejak 2019 tidak ada perbaikan di jalan itu," papar Narso.
Jalan hanya mengalami tambal sulam, ketika petani tebu akan panen.
"Mereka biasanya urunan, hanya untuk menambal jalan secara ala kadarnya," pungkas Narso.
Video sempat viral
Video yang menampilkan Kades Narso mandi lumpur viral di media sosial.
Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram ICWS atau Info Cegatan Wilayah Sragen.
Di video tersebut diberi narasi, "Pak Kades Bikin Heboh, Mandi Lumpur di Tengah Jalan Rusak".
Disebutkan bahwa aksi nekat seorang kades di Jenar, Sragen ini langsung viral dan menyita perhatian publik.
"Jalan rusak parah, berlubang, penuh genangan air. Proposal perbaikan sudah diajukan sejak 2019, tapi yang datang hanya janji demi janji. Ini bukan sensasi, tapi ini bentuk protes. Karena status jalan merupakan jalan DPU, sang kades berharap aksi ekstrem ini membuka mata Pemkab Sragen agar segera turun tangan," tulis unggahan itu.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang